RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #39


__ADS_3

Tangan Jena sibuk mengobati luka Sean yg terletak disudut bibirnya, sementara araya justru berada dalam pangkuan pamannya. hal itu membuat Nathan semakin frustasi juga kesal beribu kesal melihat putrinya sendiri justru lebih membela Sean daripada dirinya..


"Araya.. kemari nak, .." Nathan merentangkan kedua tangannya kearah araya,berharap putrinya mau membaur kedalam pelukannya


"Gak mau!ayah jahat!araya gak suka sama ayah!ayah jahat!ayah pukulin paman sampe paman berdarah!"


Sean semakin memeluk erat arayaa dalam pangkuannya,


Kini Jena telah selesai mengobati bibir Sean ,wanita itu sibuk membereskan Kotak P3knya.


"Sudah.. ."


"Terimakasih Jena"


"Sama sama.. "


"Mau apa kau kemari?" Tanya Nathan tidak senang


Sean menatap Jena, "aku datang kemari untuk mengantar Araya.."


"Kau sengaja kan?sengaja mempengaruhi otak putriku agar membenciku! Bahkan kau menculiknya dari sekolah?ch.. Sungguh picik!"


"Nathan!tolong jaga ucapanmu.. "Jena menatap Nathan sesaat


"Kenapa kau terus membelanya!?apa karena dia yg selalu ada untukmu Jena?kenapa kalian tidak menikah saja!daripada harus menyiksaku seperti ini!!!.." nada pria itu naik satu oktaf


"Cukupp!." Jena berdiri menghadap kearah Nathan dg kesal.tangannya mengepal erat menahan rasa sakit hati atas ucapan suaminya


Tatapan Nathan melemah, ia merasa Jena mungkin sudah tidak lagi bisa memaafkannya


"Jangan menguji kesabaranku jung! Aku tau kau cemburu pada Sean. Tapi ? Apa kau pantas mengatakan hal serendah itu padaku!?. Dengar.. aku sudah berusaha memaafkan semua perbuatan mu. Berusaha menerimamu kembali saat hatiku masih belum sembuh. Kenapa kau mengatakan untuk menyuruhku menikahi Sean ? Apa kau sudah benar benar menyerah mempertahankan pernikahan kita? Kau tau? Seharusnya kau berterimakasih banyak pada Sean. Bukan malah mneyalahinya.. jika memang kau tidak menginginkan aku kembali. Maka baiklah,aku akan pergi .mungkin benar apa yg kau katakan. Aku harus menikahi Sean .."


Nathan terperangah tak percaya, hatinya hancur seketika itu . Ia berdiri secepat mungkin meraih kedua bahu Jena untuk meminta maaf padanya , "ma-maafkan aku Jena.. aku hanya reflek mengatakannya karena..-"

__ADS_1


"Karena apa? Jangan khawatir. Kau tetap bisa menemui araya. "


Jena menyingkirkan tangan Nathan,lalu berbalik arah meraih tangan Sean dan araya untuk pergi dari sana..


"Jena.. !.."


Nathan melemas . Ia jatuh sejatuh jatuhnya.. "apa yg aku katakan tadi... "


"Jena.. jangan tinggalkan aku.. arrggghhh!!!..."


____


Dalam perjalanan yg entah kemana tujuannya


"Jena?.." Sean berulang kali menoleh kearahnya untuk memastikan apakah dia baik baik saja


"Aku baik baik saja


"Aku serius..


"Kau benar benar ingin menikah denganku?


Jena mengangguk tanpa berfikir.ia mengigit bibir bawahnya menahan tangis


"Mengapa hatiku sakit,mengapa hatiku terasa perih melihat Jena menangis kembali.. seharusnya aku bahagia dia mengatakan akan menikah denganku.. mungkinkah aku hanya tidak tega dengannya?atau aku hanya mengasihaninya?.. "batin Sean


_______


5bulan berlalu,


Pencarian Lisa dihentikan


Lisa tidak ditemukan.Lisa benar benar menghilang dari mereka..

__ADS_1


Ibu dan ayahnya sudah berusaha mengikhlaskan kepergian putri kandungnya itu.. walaupun Lisa memiliki temperamen/sifat yg buruk tapi mereka tetap menyayangi Lisa dg baik..


Jena menghilang dari kehidupan Jungkook,


Walaupun wanita itu masih belum mau menemui suaminya,tapi hadiah hadiah yg Nathan berikan untuk Jena sudah banyak menumpuk digudang. Jena tak pernah membuka hadiah dari suaminya satupun.


"Ayah pulanggg... "Ucap Sean mendekat kearah araya yg tengah berfokus menggambar dan mewarnai


"Ayaahhhhh~~~


Araya memeluk Sean dengan senang.. ia membaur kedalam pelukan pria itu.


"Araya, Dimana ibumu?


"Ibu sejak tadi hanya tidur dikamar yah.. ibu tidak mau keluar.."Keluh araya sedih


"Ayah ganti pakaian dulu ya.. araya lanjutkan belajarnya.."


"Iya ayah..


"Biii~


Panggil Sean pd pembantunya


"Iyaa tuan,


"Tolong temani araya..


Ia berlalu pergi sembari mengendorkan dasinya


"Baik tuan..


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2