RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA 43-44


__ADS_3

"Bagaimana keadaanmu Jisoo?.."


"Aku sudah lebih membaik, Dimana Araya?.."


"Araya dibawa pulang bersama Ibu dan ayahku, Jangan khawatir.dia baik baik saja.., "Jungkook mengusap kepala Jisoo dengan lembut


"Putraku?


"Dia sedang dirawat.. jangan khawatir.


"Dimana Seokjin?Irene?.." Jisoo berkaca kaca menanyakan kedua sahabatnya itu pada Jungkook


"Jisoo, kau lebih baik lanjut beristirahat. Kondisimu sangat lemah.."


"Jung,aku harus tau bagaimana kabar mereka? Mereka baik baik saja kan?.."


Jungkook terdiam,ia tak berani menatap mata istrinya . Pria itu bahkan menunduk dan lebih memilih mengusap punggung tangan Jisoo yg terkenal jarum infus


"Disini sedikit bengkak?Pasti sakit.. biar kuusap"


"Jung! Berhenti mengalihkan pembicaraan. Aku tanya , bagaimana kabar mereka?.."


"Ceklek..


Suara pintu terbuka, Seokjin dengan keadaanny yg begitu berantakan masuk tanpa memperdulikan Keberadaan Jungkook disana.


Keduanya saling bersitatap

__ADS_1


Karena peka akan situasi ini, Jungkook lebih memilih untuk pergi dari ruangan itu dan memberikan kesempatan bagi mereka untuk berbicara


"S-Seokjin?


Jisoo tergagap berusaha meraih tangan suaminya saat Seokjin mendekat kearahnya


"Jisoo..maaf.. hikshikshiks.. " Seokjin menutup wajah tampan dengan kedua telapak tangannya.. pria itu menangis sesenggukan dihadapan Jisoo .


"Kemari.. "Jisoo berusaha bangun dan memeluk pria itu,


"Ini bukan salahmu.. ini bukan salahmu.. mengerti?.." Wanita itu berusaha menenangkan suaminya ,menempuk pelan punggung Seokjin dengan kelembutan


"Irene.. hikshikshiks.. Irene .. "sampai tak sanggup untuk mengatakannya


Jisoo ikut menangis bersama, ia tau apa yg akan Seokjin ucapkan,.. Tebakannya pasti benar, Jisoo sudah menduganya sejak awal . Apalagi sikap Jungkook yg terus mengalihkan pembicaraan mereka


"Ini bukan salahmu.. ini salahku , seharusnya aku tidak merusak hubungan ini.. merusak hubungan kalian.. maaf.."


"Tidak Jisoo, Aku tidak pernah menyukainya bahkan untuk sedikitpun cinta ku masih sama untukmu..


Jisoo tersenyum,tangannya beralih mengusap ait mata yg terus menetes jatuh membasahi kedua pipi suaminya


"Ini bukan salahmu, jadi jangan pernah berfikir untuk melakukan hal yg menjijikan.. kau mengerti?


Seokjin mengangguk, ia kembali memeluk Jisoo


Dan Jungkook melihat semuanya dari balik Jendela kecil pintu ruangan mereka

__ADS_1


Ia mengusap air mata yg keluar begitu saja, ada banyak penyesalan yg membuat hatinya terluka.


Jadi apakah Jisoo akan kembali bersama Seokjin atau hidup bersama keluarga kecil mereka (Jungkook)?..


Bersambung


Beberapa bulan berlalu, Jisoo berada ditengah antara Jungkook dan seokjin tengah melihat pemandangan yg indah. pemandangan indah baginya adalah melihat air hujan, dengan begitu Jisoo berharap seluruh masalahnya akan ikut terhanyut bersama air hujan yg mengalir deras.


Jisoo menoleh kearah Jungkook sembari tersenyum manis "Aku menaruh sebuah harapan besar padamu,membesarkan kedua anak tidaklah mudah. Seorang ayah mempunyai sebuah tanggung jawab yg begitu besar. Aku tau, ini juga salah ku karena sejak kecil aku tidak pernah mengenalkan bahkan hampir melupakan sosok ayah bagi araya,tapi.. sebelum keputusan ini kuambil. Apakah kau masih mencintai ku?.."


Jungkook menatap lekat mata Jisoo lalu mengangguki pertanyaan istrinya dengan tatapan sendu, mungkin ini adalah cara terbaik agar dia bisa dekat kembali dengan kedua anaknya .


"Aku pasti akan bersikap adil.. maaf karena tidak bisa memilih.. "


Ada sebuah perasaan bersalah dan kecewa, tapi Jungkook juga tidak bisa memilih untuk mundur.. karena dia adalah ayah kandung dari mereka.


Sementara seokjin?Jisoo juga mengkhawatirkan pria itu.. pria yg selalu bersamanya.. selalu ada disaat Jisoo kesusahan dan terpuruk jatuh. Haruskah Jisoo mencampakkan pria sebaik seokjin?. Maka dari itu, keputusan besar ini harus Jisoo ambil walau sedikit berisko . Jisoo berharap putranya dapat dekat dengan ayah kandungnya yaitu Jungkook. Walaupun Kakanya,araya lebih dekat dengan seokjin yg tak lain ialah ayah sambungnya


"Ayo!, Araya dan Azean sudah menunggu kalian.. sudah saatnya jam makan siang mereka.. " Jisoo tersenyum sembari mengalungkan kedua tangannya ke lengan Seokjin juga Jungkook. Mengajak mereka untuk masuk kedalam rumah . Melakukan aktivitas mereka sebagai orang tua..


Ketiganya berjalan masuk kedalam menyambut putra putri kecil mereka dengan penuh semangat serta cinta..


Azean yg sudah pandai merangkak mendekati Jungkook seakan meminta untuk digendongnya,sementara araya yg mengajak seokjin untuk mewarnai gambar hasil karyanya bersama .


Selesai... ๐Ÿ’œ๐Ÿ˜


Halo guys, sory baru up. Kmrn tuh aku masih teryoongi Yoongi sampe sekarang pun masih teryoongi Yoongi makanya aku OF dulu, hehe.. btw mksh yg udah baca..

__ADS_1


Sory kalo endingnya kuranf ngena buat kalian, tapi aku gak bisa milih . Jadi mending dua duanya aja..wakakkaka


Oke, see you next time . Semoga kalian yg sudah mampir kesini sehat selalu. Jangan lupa istirahat ya guys. Pastikan tinggalkan jejak kalian dg cara vote Comment.. thanks๐Ÿ’œ


__ADS_2