RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #24


__ADS_3

Setelah kejadian dirumah sakit itu, membuat Jena trauma mendalam. Ia takut jika suatu saat Nathan datang dan mengambil bayinya..


Jena menghilang kembali . Tidak ada yg tau keberadaannya kecuali Sean . Bahkan dokter rose pun tidak mengetahuinya


5tahun telah berlalu entah apa yg terjadi pada suaminya itu, ia telah lama melupakannya dan hidup bersama putri kecilnya disebuah kota yg jauh dari tempat asal mereka.


"Arayaa.. dimana kamu ?


"Ibuuu.. aku Disni..


Seorang gadis kecil dengan mata yg indah juga rambut lebat yg terkepang dua berhambur memeluk pinggang Jena .diaa putri kecilnya


"Arayaa, sudah waktunya untuk mandi.. hari sudah sore.. jangan main terus diluar.. hm?.."


Araya mengangguk paham,ia selalu menuruti apa perkataan ibunya..


"Ibuu?aku mau jalan jalan keluar?"


Mereka menuju kedalam rumah sembari bergandengan


"Tunggu sampai paman Sean pulang ,mengerti?


"Iyaa ibuu..


Malam telah tiba..  Sean telah kembali dari tempat kerjanya.. mereka tentu saja tidak tinggal bersama ,hanya saja Sean sering mengunjungi Jena dan Araya saat sepulang bekerja. Pria itu memang selau menyempatkan waktunya untuk mereka..


"Arayya.. Paman datang..


Jena membuka pintu, ia tersenyum menyambut kedatangan Sean yg sedari tadi telah ditunggu tunggu oleh putri kecilnya..


"Pamannn... ~


Rupanya gadis itu telah bersiap diri menunggu kepulangan Sean .Jena memang sengaja mengabari temannya itu bahwa putri kecilnya menginginkan untuk jalan jalan keluar. Wanita itu tidak dapat menemani putrinya keluar karena suatu alasan.. Jadi setiap hari Araya selalu keluar bersama Sean.


"Paman aku sudah siap.. "

__ADS_1


"Ohhooo, Keponakan paman sudah siap rupanya.. "ia mengacak rambut gadis kecil yg periang itu


"Ayoo.. Kita mau kemana malam ini?"pria itu mulai menggandeng tangan mungil Arayya


"Seokjin,"panggil Jena


Sean menoleh,


"Jangan terlalu malam pulangnya, besok dia harus kembali bersekolah" Tegur Jena


"Hmm . Oke.." Sean tersenyum sembari membentuk jari jempol dan jari telunjuknya membentuk huruf O


"Jadi mau kemana ?"pria itu kembali bertanya pada gadis kecil yg berada dal genggamannya.mereka berjalan menuju dimana Sean memarkirnya mobilnya


"Mau kepasar malam paman, aku mau beli Manisann ..  "jawab araya bersemangat


Pria itu kembali tersenyum hangat. Keduanya memasuki mobil dan saling melambaikan tangan kearah Jena,


Jena tersenyum haru,ia benar benar bahagia, ia merasa bersyukur mempunyai teman yg masih peduli dengannya


________


Banyak orang berlalu lalang menikmati pemandang indah ,termasuk mereka anak anak yg suka menaiki berbagai macam wahana permainan


"Ara mau naik apa?


Sean peka, ia menawarkan putri kecil Jena untuk menaiki wahana permainan yg gadis itu sukai..


"Ara mau beli boneka itu paman.. ".araya menunjuk sebuah permainan klasik yaitu melempar sebuah bola kastik pada kaleng kaleng yg terjajar rapi. Disana terdapat bermacam hadiah cantik termasuk boneka beruang besar yg gadis kecil itu tunjuk..


Sean mengangguk, " baiklah,ayo kesana.. "


Keduanya telah sampai dipermainkan tersebut,


Sean meminta bola kastik tersebut pada sang penjual .ia berkali kali melempar kearah kaleng dan selalu gagal.

__ADS_1


Gadis itu mengerucut bibirnya.. ia menunduk sedih,pamannya tak bisa mendapatkan boneka yang ia mau


Sean melirik sekilas,ia berjongkok untuk menyamaratakan tinggi mereka..


"Jangan sedih yaa.. paman akan beli bonekanya untuk Ara.. Oke.."


Ara mengangguk,


Pamannya kembali berdiri," saya beli boneka itu . Yg besar."


"Maaf pak, boneka ini sebagai hadiah tidak bisa dibeli.."


"Klotakkk"


Sean terkejut, seorang pria melempar bola dengan kekuatan penuh dengan sekali lemparan ia bisa merobohkan semua kaleng kaleng yg tersusun rapi.


"Ini pak bonekanya..,"


"Thanks.. " Nathan menerimanya


,Ia menatap Sean hingga mereka bersitatap


"Ini..


Nathan mengulurkan boneka beruang itu kearah Ara sembari berjongkok didepannya


"Wahhh terimakasih paman.. "


"Sama sama.. "Nathan tersenyum manis


Akhirnya wajah ceria Ara kembali lagi setelah mendapatkan boneka itu


Nathan kembali berdiri,Sean mulai panik,Ia menarik Araya untuk bersembunyi dibelakangnya .


Seolah menyembunyikannya..

__ADS_1


Bersambung...


Hampir Endd( ⚈̥̥̥̥̥́⌢⚈̥̥̥̥̥̀)


__ADS_2