RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #22


__ADS_3

4bulan berlalu, usia kandungan Jena kini menginjak 9 bulan.. selama itu pula Nathan selalu berusaha mencari keberadaan Jena setelah menyesali perbuatannya. Ia merasa tersiksa dan dihantui bayang bayang Jena .


Seluruh keluarga Jena juga mencari keberadaan putri mereka,namun selama itu belum juga ada yg mengetahui dimana Jena berada.


Ibu Jungkook selalu mendatangi dokter rose berkali kali untuk menanyakan keberadaan Jena,menantunya.. memohon mohon penuh kasih agar diberitahukan dimana keberadaan menantunya sekarang tapi rose tetap menutup mulut. Bukan apa,itu semua atas permintaan Jena sendiri.


Irene sahabat Jena juga ikut mencarinya.. menyebarkan foto serta ciri ciri gadis yg dicari mereka.


Semua orang tampak pusing sekarang .


______


"Jena?kau yakin tidak ingin memberitahu mereka tentang keberadaanmu sekarang?" . Sean, ternyata pria itu selama ini menemani Jena ,selalu bolak balik keapartemen dokter rose atas permintaanny


"Aku belum siap untuk menemui mereka , "


Sean menghela nafas kembali, ia gusar melihat keadaan Jena sekarang. Dirinya penuh kekhawatiran yg mendalam.


"Kehamilan mu sudah cukup besar jis, aku-


"Aku tau apa maksudmu Seokjin, apa lagi yg perlu aku khawatirkan.. kau bersamaku kan? Ada dokter rose juga.. dia pasti membantuku kan?.."

__ADS_1


Seokjin melihat tekanan yg begitu mendalam pada diri gadis itu,ia tak mau membahasnya lagi.. Jena sudah cukup menderita .


"Jika kau perlu bahuku,maka bersabarlah.."


Sean menawarkan bahunya menepuk pelan bahu kanannya sebagai sandaran bagi Jena,sahabat sekaligus orang yg sangat ia cintai..


Jika saja gadis ini hidup bersamanya.. pasti tidak akan semenderita ini,Sean bersumpah pada dirinya sendiri ,ia akan membahagiakan Jena sampai mau memisahkan mereka


Langit mendung kembali,gadis itu mulai menyenderkan kepalanya pada bahu Sean. Keduanya masih tetap duduk diteras rumah sembari menikmati hujan dihari itu..  bahkan payung merah selalu ada disana . Bersender pada dinding rumah yg terciprat air hujan


Perlahan Jena memejamkan matanya,kesadarannya mulai hilang.


"Jena!Jena..


Suara ambulans terdengar begitu nyaring ditelinganya.. petugas memakai pakaian Kelengkapan rumah sakit dengan mantel serba putih berdatangan membawa Jena masuk kedalam ambulans dalam sebuah brankar


Sungguh pilu, Sean lagi lagi menyaksikan kesedihan yg terus terulang. Payung merah ia payungkan pada perut Jena agar bayinya tak terkena hujan. Wajah cantik pucatnya harus menerima tetesan hujan saat mereka membawanya ke Rumah sakit..


Langkahnya mulai pudar, tubuhnya melemas.. Jena masuk keruang operasi..


",Tolong tunggu diluar ya pak,"

__ADS_1


"Dokter.. tolong selamatkan keduanya.. "Sean memintanya penuh harap.ia tak mau kehilangan Jena begitupun Jena pasti tidak mau kehilangan bayinya


"Baik pak, kami akan berusaha.." rose  tersenyum ,ia menutup pintu secara perlahan dengan kedua tangannya.. Sampai tak terlihat lagi


________


1jam telah berlalu, Sean masih mondar mandir disana, tangannya terus  memohon doa agar keduanya selamat.. Jika sampai nanti terjadi sesuatu pada Jena.. maka orang pertama yg akan Sean bunuh adalah Nathan!sipria tidak berperasaan itu.


"Dengan suami nona Jena?


Sean mendekat, "bagaimana keadaanya dokter?


Rose mengulas senyum perlahan saat keduanya saling bersitatap penuh ketegangan..


.


Saat ini Jena sedang menimang nimang putri kecilnya dalam dekapan hangatny.. rambutnya begitu lebat ,hidungnya begitu mancung wajahnya sangat kecil. Putrinya benar benar mirip dengan Nathan,


"Jena"


Jena menoleh dengan senyum bahagianya,

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2