RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #9


__ADS_3

Jena kembali kerumah Nathan, ternyata pria itu telah menungguinya sedari tadi.


"Bagus ya.. Diisni, aku kelaparan. Tapi kau malah bersenang senang dengan pria lain.. "


Jena terdiam, ia meletakkan mantel Sean yg tak sengaja ia bawa kembali kerumahnya. Memang benar apa yg Nathan bilang ,Jena salah karena telah meninggalkannya begitu saja terlebih tidak berpamitan pada suaminya


"Kau mau makan apa?"


Memilih diam dan tak mau membahas apa yg Nathan tuduhkan padanya. Jena menanyainya


"Yak! Apa kau pikir dengan kau menawariku sebuah makanan,aku akan memaafkanmu!?"


"Lalu apa maumu Nath?"matanya kembali berair. Jena mulai lelah.. 3 hari telah berlalu, bukannya hidupnya semakin bahagia namun malah semakin menderita. Jena sadar dia hanyalah pengganti LISA saat itu. Tapi ,bisakah Nathan memperlakukannya dengan lebih baik lagi walaupun itu hanya sebuah kepalsuan..?


"Baguslah! Menangis lah ! Karena dengan begitu kau bisa menebus semua kesalahanmu!"


"Ada apa ini??...


Keduanya terkjut mendapati orang tua mereka berkunjung tanpa memberi kabar.


Jena segera menghapus air matanya dan Tersenyum,memaksa kedua sudut bibirnya untuk tersenyum

__ADS_1


"Ibu!? Ayah?! Ada apa kalian datang kemari?"


Pria itu jelas terkejut bukan main, untung saja Lisa sudah pergi dari sana


"Ya.. kami hanya ingin mengunjungi kalian sayang,saat ayahmu sudah sembuh kami memutuskan untuk mengunjungi kalian secepat mungkin.ini.. "


Ibunya mendekat kearah Jena dan memberikan beberapa bingkisan sayur dan buah buahan segar.


"Ini , ibu baru beli tadi saat menuju kesini Jena.. ibu harap Nathan betah makan dirumah dengan masakan istrinya.. " ibunya benar benar menaruh harap pada gadis itu. Ia bahkan menyukai Jena daripada Lisa


"Terimakasih ibu, silahkan duduk ibu,ayah.. aku kedapur sebentar.. kalian mengobrol saja dulu."


"Tidak, ibu bantu ayoo . "


Ayah Jena juga terlihat bahagia, Beliau tersenyum puas melihat putranya bersama Jena. Ayahnya mendekat lalu merangkul bahu putranya


"Bagaimana malam pertama kalian?Lancar!?" Iseng Ayahnya sembari berbisik.


Nathan tampak tidak menyukai pertanyaan itu, ia hanya menjawabnya dengan deheman semata ."Hm.."


____

__ADS_1


"Jena? Bagaimana malam pertama kalian?pasti merasa gugup ya.. ibu juga dulu seperti itu.. "


Jena tersenyum tipis, keduanya asik berbincang sembari menyiapkan cemilan dan juga minuman untuk Ayahnya juga Nathan.


"Kalo Nathan berani melukaimu , cepat beri tahu ibu .. Jangan sungkan Jena.. anak itu memang kadang juga membuat ibu kesal.. tapi sebenarnya dia baik kok.. " ibunya tersenyum hangat , dari sorot matanya terlihat sebuah ketulusan yg Jena lihat.


"Silahkan Ayah.. Nath-.. "gadis itu melirik Nathan sekikas . Nathan tentu saja memperhatikan Jena dengan tatapan tajamnya.


Mungkin pria itu kesal dengannya ,tapi masa bodoh, sekarang ada ibu dan ayahnya Diisni. Pria itu tak akan berani memaki bahkan memarahinya untuk saat ini.


"Ngomong ngomong, Ayah dan ibu akan menginap disini,


"Apa!?


Nathan terlihat tidak senang. Tentu saja, dengan menginapnya orang tuanya dirumah mereka akan menyusahkannya termasuk ini akan merugikan Nathan yg harus tidur sekamar dengan gadis itu


"Kenapa terkejut seperti itu Jung, ibu tau kau pasti malu kan karena ada ibu dan ayah disini.. "goda ibunya


Ibu Nathan memang pandai menggoda anak dan menantunya sekaligus,


"Hanya semalam ayah disini, jangan khawatir.kalian tenang saja.. "

__ADS_1


Keduanya menikmati cemilan hasil buatan Jena dan ibunya, sementara Nathan menatap Jena tajam, sebalinya Jena menatapnya dalam diam. Sekaan berbicara lewat mata bahkan pria itu tak menyukainya sama sekali tak menyukainya apalagi keadaan ini !


Bersambung


__ADS_2