RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #7


__ADS_3

Jena memilih pergi, sudah sampai pukul 3 pagi. Jena belum juga bisa memejamkan matanya. Lisa masih disana, telinganya mendengar canda tawa yg terus menghantuinya.


Untuk kesekian kalinya Gadis itu menutup rapat kedua telinganya namun suara mereka terus terdengar.


Ini benar benar menyiksa,


"Lisa!


Pada akhirnya kesabaran Jena telah habis, ia keluar dari kamarnya dan menghampiri mereka yg sedang asik berpelukan.


"Kenapa kak?


"Ibu dan ayah menelpon, Pulanglah.. ini sudah hampir pagi" jelas Jena berbohong.


"Nath,aku takut kalo harus pulang jam segini?..",manja Lisa sembari memainkan dada Nathan dengan gerakan erotis.


"Ahh~ baiklah, kamu tidur disini saja.",

__ADS_1


"Aaa makasih sayangggg~~~,"Lisa tersenyum puas. Ia melihat kearah Jena seperti sedang mengejeknya bahwa ia pasti akan menang dariya, Jena terlihat menahan tangisannya. Matanya sudah jelas berair, ia mengigit bagian dalam pipiny untuk menahan semua itu .


"Kalo begitu, Ayo tidur dengan Kaka Lisa.. "Ajak Jena,agar Gadis itu tak tidur dengan suaminya. Jena tau mereka sepasang kekasih. Tapi ini salah!. Nathan telah menjadi miliknya sejak hari itu,sejak hari pernikahan mereka.tidak pantas Kekasih dari masa lalunya tidur bersama suaminya. Bahkan istrinya sendiri saja belum pernah tidur bersama


"Aku tidak mau, aku mau tidur dengan Nathan,Iya kan sayang?.."


Lagi lagi Jena kalah dari adiknya, kemauan Lisa diangguki cepat oleh Nathan .Pria itu satu paket dengan Lisa. Mereka berdua sengaja menyiksa Jena agar mundur dari permainan gila ini.


Keduanya melewati Jena menuju kamar. Ini benar benar sudah keterlaluan.. Lisa seperti bukan adiknya lagi semenjak hari itu.


Jena memilih pergi keruang tengah untuk menonton tv, pikirannya mulai mengerayang kemana mana. Ditambah hujan dijam pagi membuat pikiran kotor itu semakin menjadi jadi. "Semoga mereka tidak melakukan hal yang tidak seharusnya mereka lakukan".. pertama Jena tetap khawatir pada adik semata wayangnya, kedua ia khawatir dengan suaminya..


___________


Pukul 06 pagi,


Nathan dan Lisa masih tertidur pulas, Jena berperan ganda seperti seorang pembantu juga istri dari pria yg tengah tidur bersama perempuan lain.

__ADS_1


Seperti biasah, Jena menyiapkan sarapan pagi bagi mereka.


Hari ini hujan masih berlalu, Seperti terjebak dalam situasi yg sulit. Jena mengharuskan libur cuti dan mengabari Irene sahabatnya agar menutup kedai kopi mereka. Hujan kali ini begitu deras. Sangat sulit untuk pergi keluar.


Jena mengambil secangkir kopi dan berdiri diteras rumah mereka, menyeruput kopi sembari mengusap lengannya sendiri. Menikmati suasana pagi hari yg begitu dingin.


Tanpa pikir panjang,Jena meletakkan cangkir kopi yg ia bawa diatas meja, tidak peduli sedingin apapun nanti,tidak peduli jika badannya sakit nanti. Ia akan pergi. Lebih baik membuka kedai untuk mencari aktivitas daripada harus menjadi saksi kemesraan mereka yg begitu menyakitkan. Apakah Jena sudah mulai mencintai kekasih adiknya?


Selangkah demi selangkah. Jena menikmati air hujan yg begitu deras mengguyur seluruh badanny. Ia berdiri seperti patung disana . Tidak akan ada orang yg tau bahwa Jena sedang menangis .


2detik kemudian, pikirannya kembali tersadar. Hujan masih turun namun badannya tidak lagi menerima tetesan air hujan. Sesosok pria muncul dengan payung merah dalam genggamannya. Pria itu memayungi Jena .


Jena menatapnya dg penuh.


",Kau mau melukai dirimu sendiri?",


Pria itu, Sean. dia memberikan payung merah untuk Jena . Memayungi gadis yg saat ini mengisi hatinya. Sejak beberapa tahun lalu,

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2