RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #30


__ADS_3

Kini keduanya berjalan pulang, Jena dalam keadaan tidak baik baik saja, Nathan menuntunnya sampai kedalam mobil. Memayungi Jena dan Araya ditengah hujan yg lebat dan langit yg mulai gelap.


Mereka kembali kerumah Jena bersama ,Pria itu meletakkan putrinya dg hati hati ditempat tidur kemudian mendekat kembali ke tempat dimana istrinya masih merenung


"Diluar hujan deras.. jadi kuputuskan untuk menginap.. "


Jena tak menanggapi ucapan suaminya,ia memilih diam dikala hatinya tengah tak karuan. Wanita itu malah beranjak bangun dari tempat duduknya untuk meninggalkan Nathan. Sayangnya Pria itu peka dan langsung menariknya kedalam pelukannya


Jena menangis sejadi jadinya disana,dalam pelukan Nathan .


Nathan memejamkan matanya memeluk erat Jena, merasakan kesedihan mendalam istrinya saat ini,


"Maafkan aku Jena,maafkan aku.. "batinnya


Flashback


Nathan mendatangi rumah Sean pada hari itu, hari dimana setelah ia dipukui oleh pria itu karena membuat Jena ketakutan.


"Kembalikan istriku, Tolong jangan ganggu kehidupan kami.sebelumnya Aku sangat berterimakasih padamu ,karena selama ini kau mau membantunya juga menjaga putriku.. tapi sekarang, dengan baik baik aku meminta. Aku ingin kembali dengannya. Jadi tolong pergilah .. pergilah dari kehidupannya,"


Keduanya bersitatap tajam ,


"Tanpa kau memintanya, aku akan selalu menjaganya. Termasuk Araya. Anak itu tidak bersalah . Seharusnya kau malu pada dirimu sendiri, dimana kau ?saat Jena bertaruh nyawa melahirkan putrimu?dimana kau saat Jena merasakan kesakitan saat dikehamilan besarnya ia harus tetap bekerja? Dimana kau?, Saat Jena mengikat erat perutnya agar tidak diketahui denganmu.. dimana kau-"


"Cukup... Hikshikshiks.. Kumohon cukup.. "Jungkook melirih,pria itu menunduk menyesali perbuatannya

__ADS_1


"Sekarang kau mau mengambilnya?apa kau bisa membahagiakannya?,kau bisa mengembalikan senyum indahnya?. Dengar.. Saat kau membuangnya kau harus ingat baik baik bahwa sesuatu yg sudah kau buang tidak dapat kau ambil kembali.."


Nathan kembali menatap Sean untuk memohon, "aku bersungguh-sungguh.. tolong . Hanya kau satu satunya orang yg berada disisinya ,mengertinya bahkan memberikan semuanya saat aku tidak ada untuknya.. sekarang, aku mohon kembalikan Jena.. kembalikan dia padaku, Berikan aku kesempatan.. Ini janjiku, "


Sean tampak berfikir keras, ia tidak ingin Jena disakiti kembali . Tapi , Nathan?pria itu masih suaminya.. haruskan dia mengalah kembali?


Walaupun mereka berpisah cukup lama, status pernikahan mereka masih suami istri. Tidak ada kejelasan dalam hubungan seperti tanda perpisahan(cerai),.


"Baiklah, aku akan memberikanmu kesempatan untuk membahagiakan Jena . Tapi ingat.! Ini yg terakhir! Jika kau sampai menyakitinya untuk yg kesekian kali.. aku akan mengambilnya kembali darimu ! Dan kupastikan kau juga kehilangan Putri kecilmu !. Ingat baik baik !",


Nathan mengangguk paham, "terimakasih. Terimakasih atas kepercayaan mu..",


Back to story,


Terlalu lama ,lelah Jena menangis,ia sampai tertidur dalam pelukan Nathan,. Pria itu membawanya kekamar Jena . Menidurkannya dg perlahan.. mengusap wajah sendunya serta mengecup keningnya..


_________________


Pagi ini, Nathan telah rapi bersiap untuk mengantar Araya kesekolah, namun sayangnya putri kecil yg ia tunggu tunggu tak juga kunjung datang.


"Nathan !!


Jena berteriak, puncak kekhawatirannya mulai menggelayuti pikiran pria itu. Nathan berlari masuk kembali..


"Knp Jena,?

__ADS_1


",Arraya sakit.. badannya panas sekali.. "


Jisoo terus mengecek kening putrinya


"Ayo bawa kerumah sakit.."


Jena terdiam . Ia hanya menurut. Nathan juga sama dengannya mengecek kening putrinya lalu menggendongnya ala bridal style, membawanya keluar menuju mobil mereka..


"Tunggu,


Jena terdiam tak bergerak, didepan pintu mobil . Entah ada apa dg wanita itu. Keraguan apa yg membawanya menghentikan langkahnya


"Ada apa lagi Jena?


"Aku tidak mempunyai uang Jung,


Nathan terdiam, ia memejamkan mata sejenak memijat pelipisnya. " Jen, kan ada aku? Aku ayahnya..aku yg akan membiayai pengobatanny.. ayo sayang, jangan terlalu lama membiarkan araya dalam keadaan sakit. Panasnya tinggi"


Jena mengangguk,ia langsung masuk kedalam mobil bersama suaminy,


Bukan apa, wanita itu hanya takut jika Nathan tak mau membiayai pengobatan putrinya. Sekarang tidak ada seseorang lagi yg bisa Jena andalkan selain Sean .


",Maaf, aku merepotkanmu.


"Km bicara apa sih Jen, ..

__ADS_1


Nathan berfokus menyetir sesekali melihat kearah Jena yg tampak cemas


Bersambung.. .


__ADS_2