RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #5-#6


__ADS_3

Mood sedang tidak baik, Nathan menghabiskan waktunya seharian dirumah hanya untuk rebahan, mengabaikan tugas kantornya dan mematikan ponselnya selama seharian penuh.


Hingga tiba saatnya sore hari, Jena kembali kerumah Nathan dengan membawa beberapa barang belanjaan . Tentu saja itu uang Jena selama bekerja dikedai kopi . Ia berinisiatif membeli barang barang makanan mentah untuk bisa dimasak esok Hari dan seterusnya . Itu semua Jena lakukan karena rumah Nathan benar benar seperti tidak berpenghuni, bahkan untuk sekedar makanan saja ia tak pernah menyetoknya dilemari pendingin .


Nathan memperhatikan Jena yg sibuk memasukkan belanjaannya kedalam lemari pendingin. Pria itu menghentikan langkahnya dipertengahan anak tangga.


"Sebenarnya tidak ada alasan untuk aku membencimu,tapi.. " batin Nathan.


Jena beralih menempelkan selembar kertas yg sudah ia isi dengan tinta hitam. Berisi daftar menu yg mungkin ia dan Nathan sukai, sebenarnya.. .


Bukan Jena menikmati keadaan ini, hanya saja . Ia kembali berfikir bahwa menyesali pernikahannya tak ada gunanya, ia harus terus berfikir maju dan melanjutkan hidupnya . Semua telah berlalu. Lalu untuk apa aku melihat kebelakang jika itu hanya akan mengorek luka, benar apa yg sahabatnya katakan tadi..


FlashBack, setelah menemui Lisa rupanya Jena kembali ke kedai kopiny. Ia terlihat menaturalkan wajahnya sebisa mungkin agar terlihat baik baik saja didepan Irene .


"Kau sudah pulang?"sapa Irene


"Hm.. "Jena tersenyum dalam anggukannya, ia kembali memakai Appron dan mengambil sapu untuk bersih bersih


"Jena, sebenarnya aku ingin mengatakan hal ini padamu, kuharap kau mengerti apa maksudku"


"Mengenai apa ? Sean?


Irene tersenyum sekilas, ia mendekat dan memeluk Jena,


"Aku tau kau sedang tidak baik baik saja, tapi biarkan aku memberimu saran sebagai sahabat mu Jena Dengarkan aku... Biarpun Nathan tidak mencintaimu biarpun kalian menikah karena keterpaksaan, biarpun kau sulit menerima semuanya .aku akan tetap bersamamu. Aku akan tetap mendukungmu. Dan satu lagi, Seburuk buruknya seorang lelaki.jika kau memperlakukannya dengan sebaik mungkin. Mungkin saja hatinya akan luluh Jena."


Back to story


Tanpa Irene yg meminta. Ia ajan tetap memperlakukan Nathan layaknya seorang suami . walaupun itu tidak akan diterimanya.


"Menikmati sekali.. ",


Nathan mengalihkan Lamunan Jena


Gadis itu tersadar,


Nathan membuka lemari pendingin untuk mengambil susu yg baru saja Jena beli,tangannya berfokus mengambil gelas dan menuangkannya lalu menengguknya sampai habis.


Jena hanya memperhatikannha dalam diam. Ia tak ingin bicara sepatah katapun pada Nathan untuk saat ini.

__ADS_1


Sadar bahwa ucapannya tak mendapat respon dari Jena, Nathan kembali bersuara


"Jangan berlagak nyonya dirumah ini, "


Jena tak mau meladeni sikap Nathan yg masih belum 100% itu,Gadis itu berjongkook memungguti sampah plastik belanjaannya tadi.


"Jena, kau tuli?atau bisu? Aku berbicara denganmu !. " Sewot Nathan


Jena mendongkak,


"Anggap saja aku hantu Nath , jika kehadiranku menganggumu.Jangan lupakan setiap janji yg kau ikrarkan dalam Pernikahan" Jena kembali berdiri dan melenggang pergi


Deggg.. " hati Jungkook  tersentil . Ia merasa ngilu mendengar ucapan Jena.


Jena terheran heran denganny, Pria itu tak menyukai kehadirannya dirumahnya tapi ia menikmati apapun yg Jena belikan untuknya. Contohny, susu yg baru saja dia teguk. Apa Nathan sadar? Jena tersenyum tipis.


"Aku pasti bisa meluluhkan hatimu, Walaupun itu membutuhkan waktu ."


___________


Tringgg!


Jena yg sedang menikmati cemilan serta televisinya merasa terganggu dengan bunyi dering ponsep itu berkali kali,kebetulan sang pemilik ponsel meletakkan ponselnya disembarang tempat. Entah pria itu kemana. Merasa terus menerus mendengar bunyi ponsel Nathan yg tiada henti. Akhirnya Jena beranjak bangun untuk memastikan siapa yg telah menghubungi suaminya terus menerus.


Betapa terkejutnya Jena mendapati nama Lisa dilayar Pipih tersebut,


"Jangan sentuh apapun itu milikku!"


Entah darimana datangnya Manusia itu , Jungkook mengambil ponselnya dg cepat dari tangan Jena .


"Maaf, sejak tadi ponselmu terus berdering. Jadi-"


"Jadi apa?ini untuk yg terakhir kalinya aku peringatkan!jangan menyentuh barang barangku apapun itu!"


Nathan menatap tajam Jena , pria itu tak suka jika miliknya disentuh Jena"baiklah.. Lakukan sesukamu "


Jena kembali ketempat dimana tadi dia bersantai, tangannya meraih remote tv dan mengganti siaran televisinya kembali.


Nathan menghela nafas panjang sebelum mengangkat telepon dari kekasihnya yaitu Lisa, kusebut kekasih karena mereka belum putus .

__ADS_1


"Hallo?


Jena melirik kepergian pria itu. Nathan sengaja menjauh agar pembicaraannya tak didengar oleh Jena.


"Ya? Baiklah. Aku tunggu"


Pria itu segera mengakhiri teleponnya dan kembali ke Jena,"Jena.. Cepat beli cemilan,"perintahnya seenak jidat sendiri tanpa memperdulikan perasaan Jena, tanpa memperdulikan keadaan sekarang dimana hari telah larut malam.


Jwna menoleh,"sekarang?".


"Iya sekarang!Lisa akan datang kesini,jadi cepat beli cemilan!dan siapkan minuman untuk kami!".


"Tapi Jung, sekarang sudah pukul 10 malam, beritahu Lisa agar datang besok saja. Ini sudah larut malam . "


"Kenapa kau membantah perintah ku! Turuti saja apa kemauanku!"


"Aku hanya mengkhawatirkan Lisa,adikku. Ibu dan ayah akan khawatir dirumah memikirkannya keluar rumah selarut ini"


Nathan memijat pelipisnya sembari terpejam sesaat,ia muak dengan ocehan Jena . "Berhenti seolah kau Ratu disini Jena! Apapun yg Lisa dan aku mau Itu bukan urursanmu! ." ,"Ini!"., Nathan mengambil uang lembaran berwarna merah dan membuangnya kewajah Jena. ",Cepat lari ! 10 menit kutunguu ! Jika kau telat! Kau harus tidur diluar!.."


"Nath ! Supermarket disi-


"Ada ! Ada supermarket yg dekat dg rumahku!, Cepat pergi!..", pria itu segera berbalik badan meninggalkan Jena yg masih terdiam,


Rasanya ingin menangis, baru dua hari tinggal dirumah pria itu,tapi dirinya sudah diperlakukan layaknya sampah.Jena memunggut uang uang yg Nathan berikan tadi padanya,lebih tepatnya uang yg ia lemparkan tepat kemukanya.


Jena jadi teringat akan ibu dan ayahnya yg selalu memperlakukanny dg baik, "aku rindu ibu dan ayah.. " , ia berdiri ,berlari dibawah sinar rembulan dengan hembusan angin malam yg dingin. Ia mengingat waktunya hanya 10 menit. Mengapa Jena harus menuruti kemauan Nathan? Betapa bodohnya gadis itu mau diperlakukan layaknya sampah. Tapi..


Ia mengusap air matanya yg keluar tanpa ia sadari,


_____


Pergerakan langkahnya semakin lambat melihat dari balik Jendela kaca yg terang benderang, Nathan sedang bercumbu mesra dengan Adiknya.


"Kenapa hati ini terasa sakit? Padahal aku tidak menyukainya.. apa karena status Kami sebagai suami istri?aku sampai tidak rela jika melihat suamiku bercumbu dengan Lisa,adikku sendiri!?,,tolong sadarkan aku ya Tuhan!.."


Jena terus memukul mukul dadanya yg terasa begitu sesak, Keresek yg ia bawa sampai jatuh hingga mengagetkan kedua sejoli yg tengah bercumbu mesra .


"Kak Jena?

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2