RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #26


__ADS_3

Nathan masih stay disana, ia terus menggedor gedor pintu rumah Jena,


Araya memperhatikannya dari dalam jendela.. ia menatap polos kearah ayahnya.dan Nathan menyadari itu


Pria itu beralih kearah jendela tempat araya berdiri . "Sayang!buka pintunya . Ini ayah.. " Jungkook terus memberi kode araya untuk membuka pintunya.. terlebih pria itu melihat Jena yg terkapar dilantai dalam keadaan tak sadarkan diri,wajahnya cantikny tertutup rambut terurai panjang.


"Sayangg.. Bu ka pin tu nya . Ini a yah . " Ia berkali kali mengeja ucapannya agar putri kecilnya tau.. tapi araya tak menggubrisnya.. ia justru beralih menatap seseorang dibelakang Nathan .


"Pamannn.. !"


Nathan menoleh, Dipukulnya dari arah belakang yg membuatnya terjatuh . Araya menyaksikan hal itu.. gadis kecil berusia 5 tahun itu menangis ketakutan melihat Sean terus memukuli pria brengsek dihadapannya. Sadar akan araya yg terus menangis seokji nmenghentikan aktivitasnya dan segera meninggalkan Nathan,


Ia membuka pintu rumah Jena dg sebuah kunci cadangan..


"Arrayaa...


"Paman... Araya takut.. kenapa paman memukulinya.."


Gadis kecil itu berkata sembari sesegukan ,Sean langsung menggendongnya mengusap punggung Arraya,


Ia kemudian menurunkan gadis itu untuk segera menolong ibunya,Jena


"Araya turun dulu ya.. paman coba lihat ibu araya dulu.. "


Gadis kecil itu mengangguk, ia mengusap air matanya perlahan.


Nathan bergegas bangun walau keadaannya penuh luka memar diwajahnya.. ia masuk kedalam rumah Jena dg keadaan sempoyongan.. mengangkat Jena dalam pangkuannya,Dan menyingkirkan rambut rambut halus Jena yg menutupi wajahnya

__ADS_1


"Jena..


"Minggir!.. "Sean berusaha mengambil alih Jena namun Nathan menghentikannya..


"Aku masih suaminya.. ! Kau siapa?!ku tanya kau siapanya?jangan terlalu menikmati peranmu untuk lebih jauh mencampuri urusan rumah tanggaku!.."pria itu berucap lirih . Ia bahkan seperti tak mempunyai tenaga lagi untuk menggendong Jena setelah berkali kali dipukuli oleh Sean..


Mendengar ucapan Nathan,Seokjin tersadar memang benar dirinya bukan siapa siapa diantara mereka,pada akhirnya pria itu hanya bisa diam tanpa melangkah kembali untuk mendekati Jena


Araya mendekat memegang celana Sean. Ia mengintip Nathan dari belakang sana yg tengah berusaha menyadarkan Jisoo dari pingsannya.


"Jangan hanya diam!Ambilkan aku minyak angin!" Perintah Nathan menatap Sean tajam.


Sean yg sudah terlanjur membatu, akhirnya mengambilkan pria itu minyak angin dari kotak p3k yg Jena simpan.


Nathan mengoles2kanny pada leher Jena,menggunakan telunjuknya yg dibauri minyak angin sebagai aromaterapi dihidung istrinya


Sean terus memperhatikan pria itu, mungkinkah Nathan sudah berubah?


"Arraya...


Nama putirnya yg pertama kali Jena sebut ,membuat hati kecil Nathan kembali tersentuh..


"Ibuuu...


Araya berlari berhambur memeluk Jena, putri kecilny itu sangat khawatir pada ibunya.. Jena kembali menangis dalam diam. Keduanya berpelukan dalam pangkuan Nathan. Dan Jena masih belum menyadari itu.


Nathan tersenyum lega melihat Jisoo telah sadar kembali, ia memberanikan diri untuk memeluk istri dan anaknya.mengusap Surai araya juga Jena .

__ADS_1


"Maafkan ayah..


Wanita itu menatap pria yg ikut memeluknya secara perlahan.. "maafkan aku Jena..


Air mata pria itu ikut keluar bersamaan dg permintaan maafnya..


Ia mencium kening Jena bersamaan dg air mata Jena yg ikut luruh..


Sean berbalik badan,ia mengusap air matanya yg belum sampai terjatuh, inikah akhirnya?Seokjin harus kembali mengalah?pria itu menjauh . Pergi meninggalkan mereka


Saat keadaan sudah mulai tenang,


Nathan sedang bersama Arraya diruang tamu, gadis kecil itu duduk dilantai Dengan meja didepannya . Tangannya sibuk menggambar dan mewarnai . sementara Nathan tak henti hentinya ia memperhatikan putri kecilnya yg begitu aktif dari atas. Pria itu duduk disofa dsamping putrinya


"Ini ? " Nathan menunjuk gambar 3 orang yg salah satunya adalah gambar seorang laki laki yg hanya mempunyai rambut 5 helai.. araya menoleh ."ini siapa araya?"..


"Ini ayah.. yg ditengah araya, dan ini ibu yg berambut panjang.. " jawabnya polos..ia kembali mewarnai baju ayahnya dg warna hitam.


"Kenapa baju ayah berwarna hitam?"


"Kata ibu, ayah suka warna hitam.. semua pakaiannya berwarna hitam.."jawabnya lagi


Pria itu tersenyum kecil, seandainya dulu ia memilih Jena ,mungkin kehidupannya akan sebahagia ini.. betapa bodohnya Dirinya dulu..ternyata Jena tak pernah menjelek2kan dirinya sebagai ayah anaknya.. bahkan Jena mengajari anaknya untuk tetap menyayangi ayahnya


"Ini ,silahkan diminum.. " Jena membawa 3 gelas dan beberapa cemilan yg ia punya,gadis itu kemudian ikut duduk bersama dengan mereka.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2