RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #28


__ADS_3

"Aku sudah memutuskannya akan membawa putriku kemari,"


"Keputusanmu sudah benar nak,semoga kau kali ini benar benar berubah.. Ayah sangat mendukung keputusanmu" Beliau merangkul bahu Nathan menaruh senyum bangganya


____


"Benarkah? Nathan sudah menemukan keberadaan Jena?"


Ibu Jena cukup senang mendengar kabar hal itu.jujur saja ,selama ini bukan hanya Nathan yg selalu mencari keberadaan putri angkatnya . Wanita itu juga terus mencari cari keberadaan Jena bersama suaminya.


Mereka tersenyum senang,Nathan mengatakan bahwa ia sudah menemukan Jena bersama putri mereka , bahkan Nathan juga menceritakan banyak mengenai Araya,gadis kecil bermata sipit yg menjadi pusatnya saat ini. Wajahnya kecil imut dengan pipi yg tembem juga rambutnya yg hitam panjang . "Gadis krcil itu sangat manis sekali,persis seperti Jena.. "


Kedua orang tua Jena terharu ,sampai tak menyadari jika keduanya sama sama meneteskan air mata keharuan,"syukurlah Nath.. Ibu ikutt senang mendengarnya.. semoga kau menepati janjimu untuk merubah semua perilaku sikapmu menjadi lebih baik lagi.."harap penuh ibu mertuanya

__ADS_1


"Tentu saja Bu, ibu jangan khawatir.Kali ini aku tidak akan menyia-nyiakannya kembali..kuakui aku memang sangat bodoh ,maafkan aku Bu.. "


Pria itu cukup menyesali perbuatannya.


Jika diingat kembali,setelah kepergian Jena dari rumahnya.sikapnya mulai banyak berubah. Mungkin pria itu baru menyadari bahwa pentingnya seorang Jena dalam hidupnya


Hari pertama saat Jena telah pergi,


Pria itu duduk lesu didepan televisi,pandangannya kosong. Hatinya terasa hampa. Sedikit penyesalan mungkin baru ia rasakan . Terutama ia merindukan saat saat dimana istrinya menyiapkan air hangat untuk ia mandi,


Ibunya berkali kali mengatakan bahwa Jena tengah mengandung bayinya,tapi apa yg pria itu lakukan?ia hanya menikmati waktu bersenang-senang bersama perempuan lain yg tak lain adalah adik istrinya sendiri,Lisa .


Kali ini,Pria itu ingin memastikan jika memang benar Jena tengah hamil anaknya.. Nathan menemui dokter Rose . Dokter kandungan yg merawat Jena selama kehamilannya

__ADS_1


Setelah keluar dari ruangan Dokter, Nathan menangis tersedu sedu,ia tak peduli jika orang yg berlalu lalang memperhatikannya. Pria itu menelungkup wajahnya pada kedua lengan yg ia senderkan pada dinding disana.. berkali kali memukul dinding ,betapa brengseknya dirinya . Kehamilannya yg seharusnya menjadi kabar bahagia baginya justru harus Jena tutup tutupi karena sebuah ketakutan


Seharusnya disaat gadis itu memeriksakan kondisi kehamilannya Nathan ada disana,menemaninya. tapi ia apa ?


"Arrgghhhhhh!." Pukul itu terus melayang ke dinding membuat kepalan tangannya berdarah akibat hantaman berkali kali


"Betapa brengseknya aku, Harusnya aku menemaninya bahkan memberikan perhatianku padanya tapi apa!!?dimana aku saat itu!! Aku malah pergi bersama Lisa... Arggghhhh!!!.."


"Penyesalan memang selalu datang diakhir Tuan Nathan, sebaiknya anda segera mencari keberadaan istri anda sebelum semuanya terlambat"


Nathan mengusap air matany, benar apa yg dokter rose katakan. Ia harus bergegas mencari Jena dan putrinya sekarang.ia harus menebus segala dosanya pada gadis itu..


Nathan berlari,ia tak peduli dengan kakinya lagi ,seberapa lelah ia melangkah,seberapa lelah ia berlari.walau hujan tetap akan ia lalui semua itu demi Jena .

__ADS_1


Bersambung


Sebentar,kata katanya masih acak acakan, nanti ku revisi🙏🏻


__ADS_2