
Jena terbangun, seluruh badannya terasa berat. Matanya juga begitu berat untuk terbuka, ia cukup lelah hari ini.. ia tersenyum sekilas saat mengingat kejadian siang tadi. Kegiatan panas yg sudah lama ia nantikan bersama suaminya diatas namanya sendiri. Bukan diatas nama adiknya seperti kala itu , betapa sakitnya jika mengingat nama Lisa yg terucap berulang kali dari mulut suaminya saat Pria itu melakukan hubungan intim bersama Jena,
Suara tertawa begitu menggelegar memenuhi ruang tengah, Jena berjalan berserak serak menuju pintu. Ia mengintip sebelum dirinya keluar penuh dari kamarnya.
Jena tersenyum kembali, pemandangan indah yg sudah lama ia inginkan akhirnya dapat terpenuhi hari ini, Nathan araya dan bersama keempat orang tua mereka sedang berkumpul bersama bercanda ria bermain bersama putri kecilnya, melempar bola juga boneka beruang kesukaan araya.
Pria yg sedang bercengkrama itu menyadari istrinya,"Jena.. ?".panggilny seluruh pasang mata menyorot kearah Jena , wanita itu keluar dari kamarnya.mendekat kearah mereka..
"Jena.. kemari nak.. " ibu Jena merentangkan kedua tangannya seolah meminta untuk dipeluk, walaupun Jena bukan darah daging mereka, beliau sudah sangat menyanyangi Jena melebihi apapun.
Tangis haru pecah, Jena memeluk erat ibunya.. Ayahnya juga ikut mendekap mereka.. Nathan tersenyum lega. Akhirnya ia dapat menyatukan istrinya kembali ke keluarganya.
______
Seorang pria tengah sibuk memutar mutar arah ponselnya dalam genggaman e, "haruskah kuhubungi?"..
"kau harus segera move on dari Jena, " tekan Irene
Wanita itu membawa secangkir kopi hangat dan mengahantarkannya kearah Sean .
Ia ikut duduk bersama dengan pria itu
__ADS_1
"Jujur saja , aku masih sangat menyukainya.. bahkan aku memikirkan araya.. Dia pasti sangat kehilanganku.."
"Araya bukan putrimu, gadis kecil itu sudah kembali kepangkuan ayah kandungnya.. sudah cukup kau ikut campur dengan urusan mereka."Sewotnya
"Iren!"tatap Sean tajam
"Hm?"
Irene merasa gugup, Ia merasa Sean mencurigainya Sekarang dengan sikap kelabakannya
"Kau..?
"Hikshikshiks.." Irene bersandar pada pintu kamarnya dari dalam sana, ia berusaha menahan perasaannya yg kembali menggebu ,"maafkan aku Sean.. maafkan aku Jena... Tapi aku juga ingin bahagia sama sepertimu.. aku menginginkan Sean untukku .hiks".
________
Tak terasa kebersamaan mereka sampai pada malam hari, semua telah selesai menyantap makan malam bersama, kini adalah waktu santai bagi semua orang. Mereka berkumpul bersama dihalaman rumah dengan sebuah api unggun yg hangat bak seperti orang 🏕️ berkemah
"Bagaimana kabar Lisa ibu?
Ibunya menoleh kearah Jena yg duduk disampingnya. Keduanya bersitatap dengan Jena yg berharap ibunya mau menjawab pertanyaan mengenai adiknya ,Lisa
__ADS_1
"Lisa.. dia pergi bersama Sehun, sudah 1tahun lebih dia tidak kembali.."
"Jena akan menghubunginya,"lekas dengan cepat Jena mengambil ponselnya dalam saku celananya
"Nak..
Ibunya mencekal tangan Jena sesaat yg membuat gadis itu menghentikan pergerakannya
"?
Ibuny menggeleng,mengartikan untuk tidak menghubungi Lisa untuk sementara waktu
"Tapi kenapa Bu?ibu merindukan Lisa kan?
"Ibu tidak berharap banyak darinya,setelah semua yg ia lakukan padamu juga Pada Nathan . Ibu merasa ibu telah salah mendidik putri ibu sendiri.."
Jena tersenyum tipis, mengusap punggung tangan milik ibunya,menggengam kedua tangan yg telah merawatnya selama ini.
"Sebenarnya apa yg terjadi pada Lisa.. ?"Batinnya
Bersambung
__ADS_1