
"Jena?
Sean segera berlari menuju kamar mereka , ia khawatir terjadi sesuatu pada istrinya saat ini..terlebih lagi Jena sedang Hamil besar sekarang.
"Jena?kau baik baik saja?.."
"Sean.. ", rintih Jena
"Ya?badanmu panas sekali Jena. ".Sean segera mengecek suhu tubuh Jena dan benar saja ,istrinya tengah demam tinggi
"Sean.. sebenarnya.. ada sesuatu yg ingin aku katakan denganmu.."
"Nanti saja, aku bawa kau kerumah sakit ... "
"Ughhh..
San segera membopong tubuh Jena keluar.. membawanya kerumah sakit untuk dirawat..
Skip
Pria itu kini masih belum bisa duduk dengan tenang. Dirinya terus mondar mandir kesana kemari memikirkan Jena didalam sana.. dokterpun belum kunjung keluar.. pikiran tidak tidak Sean semakin menjadi jadi
"Semoga Jena baik baik saja.."
"Keluarga nyonya Jena?".. dokter keluar
"Iya dokt.. saya suaminya..
"Tuan, saya harus menyampaikan kabar ini.. Bayi anda harus segera dikeluarkan, kemungkinan besar bayi anda akan lahir prematur."
"Tapi dokt?usia kehamilan istri saya baru 7 bulan?.."
"Iyaa tuan, tapi jika tidak dikeluarkan sekarang. Ini akan mengancam nyawa ibunya.. Kemungkinan besar bayi anda keracunan air ketuban yg sudah pecah selama 3jam.. jadi-
"Baiklah.. lakukan yg terbaik Dokt.. saya hanya bisa berharap dan mendoakan untuk kebaikan mereka.. tolong selamatkan dua duanya dokter.. "
"Baik tuan.. Saya akan berusaha semaksimal mungkin..permisi.."dokterpun kembali masuk untuk menyiapkan segala keperluan operasi
___________
2jam berlalu
__ADS_1
Suara bayi terdengar begitu keras dari dalam ruangan operasi.. mereka segera membawa bayi Jena kedalam tabung inkubator dan memberikan perawatan sepenuhnya.
Sementara Jena Masih belum sadar..
Semuanya telah berlalu.. kini Jena telah dipindahkan keruang rawat inap VVIP, disana sudah ada araya dan Sean yg menemaninya.
"Ibu.. aku mau lihat adikku..
"Sabar ya Sayangg.. adik kamu masih dalam perawatan.. jadi tunggu sebentar yaa.."
Araya mengangguk paham
"Bi.. tolong ajak araya keluar untuk membeli makanan.. "
Pinta Sean, sengaja agar mereka dapat berbicara empat mata
"Tapi tuan?diluar hujan?"
"Tenang saja, saya sudah menyuruh supir untuk mengantar kalian.. Ada payung juga disana.. "
"Baik tuan.. ,ayo non.. kita pergi jajan dulu.. "
"Ayah mau makan apa?nanti araya belikan..ibu juga.."
"Iyaa ayah.."
Mereka telah pergi, kini tinggal Jena dan Sean yg berada di ruangan itu.keduanya bersitatap penuh seakan tahu ada sesuatu yg ingin mereka sampaikan bersama
"Jena?
"Sean?
"Kau duluan.. "Sean mengalah
"Sean.. ada yg ingin aku katakan denganmu
"Apa itu?
"Semoga itu tidak menyakiti hati ku Jena."batin Sean berharap
"Sebenarnya.. hal yg memutuskan aku untuk menikahimu ialah karena aku sudah tau bahwa Nathan yg menyuruhmu pergi dari kehidupan ku..mungkin aku terkesan murahan karena menikah dengan dua orang . Aku terkesan egois dan aku sadar itu.. tapi Sean.. aku benar benar minta maaf denganmu karena hal itu membuatmu sakit. Aku sadar kebahagiaan araya terletak pada dirimu.. dan aku mencoba untuk mengalah dari putriku.. "
__ADS_1
Lolos sudah air mata Sean saat itu,
"Lalu bagaimana dengan kebahagiaan mu? Kau mencintaiku atau mencintainya?
Jena terdiam,
"Aku tau, aku hanya pelarianmu.. tapi aku benar benar mencintaimu Jena.. aku mencintaimu.. "
"Satu hal lagi yg ingin kusampaikan.. mungkin ini akan lebih menyakitimu Sean.. hiks.. " Jena menangis sejadi jadinya saat itu.. dan saat itu juga Sean mengerti bahwa hatinya masih terletak pada Nathan bukan dirinya..
______
Sean berjalan secepat mungkin dikiri jalan trotoar,ia mengabaikan hujan yg membasahi tubuhnya. Hatinya sudah terlanjur berkecamuk sakit.. ia pergi menuju kerumah Nathan untuk menemuinya..
"Nathan!keluar !!"teriak pria itu dari halaman rumah Nathan
"Mau apa kau kemari ?.."
Nathan keluar dengan begitu santainya , walau ia sebenarnya sudah kepalang malas menemui Sean saat itu
"Brengshake!!!.." Sean maju untuk lebih mendekat, menarik bajunya dan membawanya ikut juga dibawah air hujan yg begitu deras..
Keduanya berkelahi tanpa lelah, namun kali ini berbeda.. Nathan kalah.. ia sudah berada diposisi bawah . Satu pukulan terakhir membuat Nathan hampir tak sadarkan diri.. wajah tampannya terhantam tetesan air hujan
"Arrgghhh!!!!"
Sean mengurungkan niatnya untuk memukul Nathan kembali.. ia bergegas bangun dan menari Nathan untuk bangun juga,
"Cepat bangun! Temui Jena . Dia sekarang dirumah sakit.. Bayimu lahir prematur.. Cepat pergi.. sebelum semuanya terlambat"Sean berbalik badan memunggunginya
Pria itu paham sekarang, mengapa Sean memukulinya.. ia menangkap kata kata Sean dan segera berlari pergi
___
Flashback
"Maafkan aku Sean.. hiks.. dia bukan putramu.. Dia.. -
Sean mengusap air matanya untuk kesekian kali, ia paham apa yg Jena katakan. ternyata Jena sudah lebih dulu hamil sebelum menikahinya. Dan itu lagi lagi hasil dari buah cinta Jena dan Nathan .
Betapa bodohnya Sean untuk yg entah keberapa kali.. pria itu terus berharap bahwa Jena akan mencintainya... berharap kehamilan Jena adalah miliknya.. namun-
__ADS_1
Bersambung...
Satu atau dua eps lagi tamat ya.. Bye bye