RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA 42


__ADS_3

Tunggu!"


Jungkook menghentikan aktivitas mereka


"Oeee Oeee Oee.. " Suara tangisan bayinya semakin keras, Tentu saja bayi itu pasti sudah kehabisan oksigen karena terlalu lama berada diluar tanpa perawatan


Irene berjalan mundur tanpa melihat kebelakang. Dua langkah lagi mereka hampir terjun bebas dari atas sana.


"Irene !!! Hentikan !!!" Seokji berteriak keras pada wanita itu.


"Seokjin, jika kau tidak memilihku dan bahkan lebih memilih Jisoo, maka bayi ini harus mati !"


"Irene !.tenanglah! Berhenti bergerak!kalian bisa jatuh jika kau terus berjalan mundur!.. " Seokjin mencoba mendekat perlahan kearah Irene


Disisi lain, Jisoo semakin tak sanggup melihat keadaan putranya yg hampir celaka ditangan sahabatnya itu.. alhasil Jisoo pingsan saat itu juga karena kondisinya yg masih lemah ,belum stabil


Jungkook berlari mendekat untuk menangkap tubuh istrinya yg mulai tak sadarkan diri, pria itu bahkan ikut melemas melihat putranya yg bahkan ia belum jelas melihat wajahnya harus mendapatkan serangan dari Irene seperti ini.


"Berhenti disitu Seokjin!


"Oke, aku berhenti. Tapi kumohon kau juga berhenti disitu!


"Baiklah


"Irene,berikan bayi Jisoo. Kembalikan. Kau jangan sampai mau dihasut oleh setan Irene.. Bayi itu tidak bersalah . Kembalikan.."


Tangan seokjin berusaha menengadah memintanya,namun Irene memeluk bayi Jisoo dengan begitu erat

__ADS_1


"Aku akan mengembalikan bayi mu tapi kau harus meninggalkan Jisoo


"Irene.. dia bukan bayiku.. kembalikan.."rayu Seokjin berulang kali


"Apa maksudnya dia bukan bayimu?


"Dia putra Jungkook, putra mereka.. percayalah.. "Seokjin perlahan kembali mendekat untuk mengambil bayinya secara perlahan menunggu kelengahan Irene


"Aku tidak percaya!kau hanya berusaha mendapatkan bayimu kembali ! Iya kan? Agar aku mau mengembalikan bayimu kau mencoba membohongiku! Kau begitu jahat Seokjin! Apa bagusnya Jisoo dariku!mengapa kau lebih memilihnya daripada aku!!.."


"Dengarkan aku baik baik, Aku memang ayah mereka. Namun mereka bukan putra putriku.. kumohon Irene kembalikan, Jangan jadi pembunuh yg kau belum tau siapa orang yg akan kau bunuh Irene.."


"Jungkook!katakan!apa benar dia putramu?.." Irene melihat kearah Jungkook yg masih memeluk Jisoo dengan tatapan tak berdayanya


Jungkook mengangguk pasrah..


"Irene.. jika kau mengembalikan putra mereka. Maka aku akan menikah denganmu. .aku berjanji . "


"Kau janji?


"Ya..


"Maafkan aku Jisoo.. "batin Seokjin


"Baiklah, tapi sayangnya sekarang aku sudah sangat membencimu Seokjin!kau sudah memberikan segalanya termasuk tubuhmu juga cintamu untuk Jisoo!jadi, sekarang biarkan aku mati bersama putramu.. "Irene tersenyum kecut. Ia mundur beberapa langkah dan terjun bersama bayi Jisoo


"Tidaakkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!

__ADS_1


Teriakan Seokjin begitu menggelegar ,tangannya berusaha meraih Irene namun terlambat..


Keduanya terjun bebas dari atas gedung


Suara Ambulance terdengar begitu keras memekik telinga kedua pria dengan tatapan kosong dan penuh air mata..


Bayi mereka terpaksa harus dirawat dalam Ruang ICU selama beberapa jam, ditambah lagi Jisoo yg masih belum tersadar akibat luka dibagian perutnya


Irene mengalami patah tulang dibagian tangan juga kakinya,kepalanya bercucuran darah dan membuatnya kritis hampir kehilangan nyawa..


Kedua belah pihak dari keluarga Jisoo juga Jungkook berada disana , polisi dan dokter berlalu lalang tanpa henti. Araya menangis dalam pelukan Seokjin,


Semuanya tampak kosong ,hingga dokter kembali menyapa mereka


"Keluarga pasien atas nama Irene ?


Seokjin tersadar,ia segera berdiri sembari menggendong araya


"Saya dokt?


Dokter terlihat lesu dan beberapa kali menghela nafas panjangnya


"Maaf tuan, dengan berat hati saya harus sampaikan kabar duka ini. Nona Irene sudah tidak ada.. "


Seokjin terhuyung lemas kebelakang ,ia benar benar shock mendengar kabar duka, matanya berlinang air mata.. Seperti ada sebuah penyesalan


Jungkook dengan sigap mengambil alih araya dari gendongan Seokjin . Pria itu mencoba menenangkan putrinya yg masih terus menangis

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2