
Malam hari,
"Cepat kemasi barang barangmu dan segera pindahkan dikamarku!" Nathan menekan ucapannya berbisik pada gadis disampingnya.Tangan kekarnya menarik pinggang Jena untuk mendekat
Jena hanya diam, dia menurutinya
Semua telah selesai . Keempatnya kembali kekamar masing masing. Nathan dan Jena , ayah dan ibunya
Jena duduk ditepi ranjang,ia bingung harus bagaimana dan harus bersikap apa untuk saat ini. Jujur saja sebenarnya dia sudah sangat lelah dan mengantuk, tapi dia takut untuk tidur diranjang Suaminya.
Tiba tiba Jena teringat akan Lisa yg semalam tidur bersama suaminya dikamar ini, menyakitkan.
Nathan keluar dari kamar mandi setelah membersihkan badannya, pria itu mengusap rambut basahnya menggunakan handuk kecil,ia melihat Jena telah terlelap sembari bersandar pada nakas meja disamping ranjangny.dg posisi terduduk
Sebenarnya, Nathan juga kasihan pada gadis itu, ia adalah calon kakak iparnya. Tapi pandangan mengenai calon kaka ipar musnah sudah saat Nathan sadar bahwa gadis itu sekarang ialah istrinya.
Nathan mendekat, mengusap Surai Jena yg menutupi wajah cantiknya.
"Ini belum seberapa Jena, kau masih harus merasakan kesakitan seperti apa yg kurasakan!.."
Benar benar gila pria itu, Jena jelas mendengar semuanya.
Air matanya kembali menetes,saat Nathan telah berbalik badan untuk mengambil pakaian gantinya
____
Sampai pagi tiba, Jena masih tertidur dengan posisi yg sama. Seluruh badannya merasa sakit . Suhu badannya juga sedikit panas. Ini pasti karena kemarin ia hujan hujan-hujanan ditambah semalam tidur dengan posisi yg kurang nyaman.
Nathan,pria itu telah bangun pagi pagi sekali sengaja untuk membuat citra yg baik didepan orang tuanya
Pagii ini setelah sarapan bersama, Nathan mengantar keduanykrang tuanya kembali kerumah mereka
Jena juga ikut bersama, keduanya melambaikan tangan perpisahan hangat.
Saat semua telah pergi. Situasi kembali seperti semula. Tidak ada yg namanya kehangatan. Semuanya palsu. Bahkan pria itu menurunkan Jena ditengah jalan
"Nath?disini jalanan sepi."
"Aku tidak peduli, pikirkan sendiri!"
"Nath , setidaknya tungguilah aku samapai taxi datang.."
"Massa bodoh ! Memang itu kemauanku, penderitaanmu Je..Na!
__ADS_1
Mobil Nathan melaju begitu cepat meninggalkan Jisoo seorang diiri
Disana , Jena benar benar kebingungan. Ia tak tahu harus menghubungi siapa. Disaat yg bersamaan ponselnya lowbat. Sungguh memang ini puncak penderitaannya .
Nathan tertawa puas setelah meninggalkan gadis itu sendirian disana,
Ia mencari ponselnya dan berniat menghubungi Lisa saat itu juga.
Kegembiraannya ada pada Lisa..
"Sayanggg? Ayo ketemu.. kita habiskan waktu bersama . Ibu dan ayahku sudah pergi.."
Gadis disana tersenyum puas, "kau tidak bekerja sayang?bukannya kau meliburkan diri sejak hari pernikahanmu?"
"CK, aku ini bosnya sayang.. aku hanya tinggal menyuruh bawahanmu untuk melakukan tugasku.. selesai"
"Baiklah, ayo .. aku tunggu didepan yaaa
"Siap sayanggg
Panggilan mereka berakhir, Nathan tersenyum gembira .
_________
Sudah 3 bulan berlalu,keduanya masih terikat akan status pernikahan yg jelas.
Walaupun hubungan keduanya masih sama, saling menjaga jarak .
Malam ini Jena membiarkan Nathan pergi begitu saja dengan Lisa , sebelumya keduanya sudah membuat kesepakatan bahwa tidak akan mencampuri urusan mereka masing masing. Bahkan menaruh perasaan mereka satu sama lain. Tapi sepertinya Jena telah melanggar janjinya .
Gadis itu mulai menyukai Nathan, suaminya sendiri .
Musim dingin, selalu hujan dimalam hari. Suara sepatu yg terdengar masuk dengan keadaan basah kuyup.. ditambah mati lampu saat Jena didapur. Benar benar mengejutkannya seseorang memeluknya dari belakang dengan keadaan basah dan mabok,
"Jena.. tolonggg aku.. hiks..
"Nathan?
Jena segera berbalik badan, masih dengan posisi yg sama. Pria itu memeluknya kembali dengan posisi yg berbeda.
"Jena.. hiks hiks hiks..
"Nath, badan kamu basah?kamu kehujanan. Ayo kekamar. Ganti pakaianmu."
__ADS_1
Jena berusaha melepaskan pelukan pria itu, Jena tau Nathan sedang dalam keadaan mabuk, mulutnya jelas berbau alkohol.
Tubuh besar dan kekarnya mengelayut manja pada tubuh Jena. Pria itu memanas. Memeluk istrinya sendiri..
"Sejak kapan kau seseksi ini Lisa.."
Omongannya mulai mengelantur.
"Nath !aku Jena bukan Lisa.. tolong lepaskan aku.. badanmu sangat dingin Nath.."
"Tidak, aku ingin bermain denganmu Lisa.. "
"Nathan!hentikan!aku Jena!
Tangan pria itu mulai menggerayangi tubuh Jena , bahkan ia mulai mencium i leher Jena dengan penuh semangat.
"Hentikan Nat h!!!
Jena kembali mendorong tubuh Nathan dengan penuh tenaganya.. ia berusaha memapah tubuh suaminya untuk membawanya kekamar. Setelah sampai dikamar, Jena melempar tubuh Nathan bersamaan dirinya yg jatuh bersama karena tertarik olehnya
Susah payah Jena memapah tubuh suaminya itu, hingga kini nafasnya mulai terengah-engah.
Gadis itu beranjak bangun dan terduduk, Nathan kembali memeluknya dari belakang. Pria itu kembali menangis dalam pelukannya
"Jena, tolong aku... Lisa berselingkuh.. hiks.. . Aku mencintainya Jena.. tapi dia.. dia pergi bersama pria lain ..hiks"
Jena terdiam, ia mendengarkan semua ocehan suaminya.. hatinya benar benar seperti teriris.sangat perih.. Sudah 3 bulan berlalu tapi suaminya belum juga mempunyai rasa dengannya .
kini pria itu mulai menggila,ia tertawa dalam tangisannya.. mengucapkan nama Lisa berkali kali
Jena tak mau mendengarnya lagi, ia memilih untuk pergi . Namun terhenti, Nathan berhasil menarik tangannya dan menindihnya
"Nath,, sadarlah.. aku bukan Lisa.. Aku Jena . Aku istrimu Nath.. "Ucapan Jena mulai melemah saat tangan dan bibir Nathan mulai menggerayangi tubuh mulus miliknya.
Pria itu melepas semua pakaiannya.. Jena hanya bisa menangis saat semuanya harus terjadi, pakaian Jena sudah terlepas akibat ulah suaminya. Lalu bisa apa diriny?sudah tidak ada tenaga untuk melawannya. Nathan terus berbisik ketelinga gadis itu dan menyebut nama Lisa berkali kali saat mereka melakukan hubungan intim.
Sangat sakit bukan?,air mata Jena terus mengalir dalam diam.bukannya pasrah. Jena sudah berusaha melawan dan mencegahnya tapi tenaganya kalah
Pagi harinya , pria itu masih dalam keadaan telanjang, dadanya tertutup selimut putih . Sementara Jena sudah pergi meninggalkannya. Hanya meninggalkan sarapan paginya seperti biasah diatas meja makan.
Nathan terbangun mendapati dirinya dalam keadaan telanjang, kepalanya terasa berat dan matanya juga terasa sangat mengantuk. Ia berusaha mengingat kembali kejadian tadi malam,dengan siapa ia tidur
Bersambung
__ADS_1