RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #33


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu,


araya berlari mengitari rumah ayahnya sembari menenteng boneka Teddy bear kecil yg Nathan belikan untuk, boneka itu Nathan dapatkan dari salah satu temannya yg sedang tour diparis.. tentu saja Harganya hampir membuat dompet menangis dengan tag limited edition. Tapi masa bodoh demi putri kecilnya, Nathan mengabaikan harga ratusan juta demi membeli boneka tersebut.


"Ibu.. ini siapa?.."tanya gadis kecil itu menunjuk pada foto pernikahan Jena dan Nathan yg terpampang besar didinding


Jena mendekat, bibirnya tersenyum haru. "Bukankah foto ini tidak pernah pria itu pajangkan disini?sejak kapan Nathan me-


"Jena, bagaimana?kau suka?" Pria itu merangkul Jena dan mendekapnya dari samping


Senyumnya kembali pudar. Mengingat dulu ia pernah diperlakukan tidak adil oleh suaminy, bahkan saat Jena kembali kerumah ini . Perasaannya kembali gusar mengingat dulu ia pernah menahan sakit melihat suaminya bermesraan dengan adiknya sendiri.


"Maaf Nath, aku beres beres kedapur dulu.. ". Jena melepaskan pelukan Nathan secara mendadak, pria itu terkejut . Apakah salah?jika Nathan memajang foto pernikahan mereka.. apakah Jena tidak menyukainya?. Pikiranny terus bertanya tanya. Atensinya masih terus mengawasi Jena yg berlalu lalang membereskan barang barang urusan dapur..


"Ayah..


Panggil Arraya membuat lamunan pria itu buyar,


"Ya sayang?


"Ayah , araya mau tidur.. araya capek.. "


"Oh iya, ayah antar kekamar araya ya.. "


Araya mengangguk

__ADS_1


Nathan langsung menggendongnya menaiki anak tangga , tangan gadis kecil itu berpegangan erat pada leher ayahnya,menuju kamar putri kecilny yg sudah ia hias secantik mungkin sebelum mereka kembali kerumah.


Nathan menidurkan Araya dg sangat hati hati.. gadis kecil itu cukup kelelahan dalam perjalanannya menuju kekota


Jena masih sibuk merapikan barang barang urusan dapur ,ia sampai tak sadar jika suaminya sudah sejak tadi berdiri disana bahkan seperti menata matainya..


Nathan mendekat,.ia merindukan Jena . Ini kesempatan baginya untuk bergeleyot manja pada istrinya saat putri mereka telah tidur


"Kau begitu sibuk?sampai melupakanku Jena?.."


Jena tersentak, kala mendapati Nathan yg memeluknya dari belakang.menancapkan dagunya pada ceruk leher jenjang milik istrinya


"Mau sampai kapan kau mengabaikanku?.. aku sangat merindukanmu.."


"Tolong menyingkirlah Nath.. aku belum selesai.. "


"Ahhh~


Pria itu mulai membalikkan tubuh Jena,kembali memeluknya . Mencium leher istrinya.. bahkan tangannya mulai menggerayang kemana mana


"Nath!


Peringatan keras dari Jena


"Aku sangat merindukan aroma ini Jena,.aroma yg pernah membuatku mabuk disaat itu.. disaat aku tdk sadar.."

__ADS_1


"Jadi kau mau tdk sadar lagi?"


Pergerakan Nathan terhenti. Ia kembali menatap mata istrinya.


"Tentu saja tidak, kali ini aku sadar."


Nathan kembali mendekat untuk berbisik. "Ini kesempatan, araya masih tidur.. "


Senyum nakal itu membuat Jenq bergidik geli


Pikiran kotor keduanya membuat Jena menghela nafas panjang.


"Aku belum siap..


"Nanti malam ibu dan ayah akan datang kesini.. mereka mungkin akan menginap beberapa hari untuk menemani cucu mereka.. "


"Lalu?


Jena menaikkan satu alisnya keatas..


"Lalu.. ?lalu.. jangan abaikan aku..


"Yak!!!


Nathan menggendong paksa Jena menuju kamar mereka ,pria itu benar benar gila . Merindukan Jena katanya.. pergulatan panas terjadi kembali . Pelan tapi pasti, Nathan mencium Jena dengan penuh kelembutan. ******* bibir indah istriny dengan penuh nafsu semangat.. tidak seperti dahulu,Kasar

__ADS_1


Bersambung


bersambung


__ADS_2