RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #38


__ADS_3

Araya tinggal dimana ?


"Araya tinggal disana paman..


Gadis itu menunjuk sebuah perumahan besar yg tak lain milik ayahnya, Nathan


"Ternyata mereka masih menempati tempat yg dulu.. tak heran jika aku sudah menebak araya akan disekolahkan ditempat yg tak jauh dari tempat tinggal mereka.." batin Sean


"Paman? Ternyata.. Araya punya nenek dan kakek lhoo.. ~ mereka sangat baik paman, sama araya.. araya dibelikan banyak Boneka sama banyak baju, araya juga dibelikan sepatu.. ayah Nathan juga membelikan araya boneka beruang,tapi bonekanya kecil . Kata ayah walaupun kecil boneka itu ayah dapatkan dengan susah payah paman.."


Ya begitulah araya, gadis kecil itu terus mengoceh banyak hal tentang kehidupan barunya pada Sean, menceritakan semuanya. Tentu saja Sean menjadi pendengar yang baik baginya


Sean tersenyum senang melihat araya yg begitu antusia menyambutnya bahkan berencana mengatur kejutan untuk ibunya


"Pasti ibu senang kalo lihat paman,paman jangan pergi lagi yaa. Gimana kalo paman nanti ngumpet dulu disamping rumah araya.. kita kasih kejutan untuk ibu .."


Sean menjadi pendengar yg baik,Ia kembali tersenyum menoleh ke arah araya sesekali, tangannya juga berfokus menyetir mobil


Sesampainya mereka dirumah Nathan ,


Rumah terasa sepi seperti tidak berpenghuni,

__ADS_1


"Sepertinya ibu dan ayah araya sedang tidak ada dirumah"


"Kalo gitu, kita gak bisa masuk kedalam dong paman?.." araya cemberut . Ia sangat ingin menemukan antara ibunya dengan ibunya. Ya maklum saja sejak kecil memang mereka selalu bersama ,bahkan Araya sempat salah mengira bahwa Sean adalah ayahnya bukan Nathan.


Mereka segera turun dari mobil mendekat kearah rumah yg cukup megah dan besar, Sean dan araya memutuskan menunggui Jena dan Nathan diteras rumah mereka . Terdapat beberapa bangku tunggu disana. Keduanya menghabiskan waktu untuk mewarnai buku gambar Araya


Setelah 1jam berlalu, araya tertidur dalam pangkuan Sean,gadis kecil itu sepertinya sudah sangat lelah terlebih tadi ia sudah berkeliling mall bersama pamannya untuk mengobati rasa rindu yg cukup lama


Waktu berlalu cukup lama, sekitar 1 jam lebih mereka menunggu kepulangan Nathan bersama Jena.


Mereka kembali, atensi Jena tak lepas melihat Sean bersama putrinya yg tengah duduk diteras rumah mereka.. ia segera berlari setelah turun dari mobil menghampiri mereka. Nathan?pria itu juga ikut mengejar Jena menghampiri mereka . Wajahnya sudah sangat kesal melihat sosok yg sebelumnya sudah ia pinta untuk menjauh namun kembali tanpa terduga,


Bukannya sebuah terimakasih yg Sean dapatkan dari pria itu, justru sebuah pukulan keras dari Nathan yg sengaja dilayangkan untuk seorang yg telah menjaga putri kecilnya.. mereka terjatuh . Nathan benar benar dalam balutan amarah sampai sampai tak memperdulikan situasi sekarang. Padahal putrinya sendiri sedang dalam penjagaan pria itu.


"Ibuuu.. hikssshikshiksss..


Araya terkejut saat mendengar suara gaduh membara dari ayahnya yg mencoba memukul wajah pamannya berulang kali..


Gadis kecil itu sampai takut dan menelungkupkan wajahnya diceruk leher ibunya


"Nathan hentikan!!!!"

__ADS_1


Layangan itu terhenti, kepalan yg sudah penuh dengan bercak darah itu melayang hampir saja memukulinya sekali lagi


Keduanya bersitatap kearah Jena


"Tolong hentikan!!!!. Nathan kendalikan emosimu!!! "


"Ibuuu... Hikshikshiks.. "araya memeluk erat leher ibunya karena ketakutan yg luar biasah..


Nathan segera bangun , ia merapihkan bajunya yg cukup berantakan. Mengatur nafasnya yg cukup tidak beraturan.. disisi lain Sean juga berusaha untuk bangun sambil mengelap darah disudut bibirnya


Sean berusaha mendekat kearah mereka untuk menenangkan araya yg masih menangis, namun Nathan menghalanginya.. tubuhya lagi lagi terhuyung kebelakang akibat dorongan dari suami Jena .


"Araya.. maafkan ayah.. " Nathan berusaha mengusap rambut araya,namun araya menolak.. gadis kecil itu berulang kali menyingkirkan tangan Nathan dari dirinya


"Hikshikshiks.. aku gak mau sama ayah.. ibu aku takut.. "


Jena menahan amarah untuk yg kesekian kalinya,"iya sayang . Kita masuk sekarang.. Sean?" Ia menatap Sean sekilas.. "ayo masuk,aku obati.."


Mereka melenggang pergi meninggalkan Nathan seorang diri,begitupun Sean yg berlalu pergi menyusul Jena melewati Nathan


Bersambung...

__ADS_1


Hallo readers, maaf ya upnya lama akhir akhir ini, author lagi sibuk banget . Makasih yg udah selalu kOmen dan Vote.. Makasih juga buat Silent readers yg sudah mampir🤐😌


__ADS_2