RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #12


__ADS_3

Nathan menyugar rambutnya yang setengah basah Kebelakang , Lelaki itu menuju kemeja makan. Disana sudah ada makanan tersedia yg masih sedikit hangat. Nathan mengigit roti sandwich buatan Jena seperti biasah. Ia melihat kesekitar seperti biasanya,tapi tidak menemukan sebuah kertas .


Biasanya Jena selalu menuliskan sebuah catatan kecil untuknya, seperti "hari ini aku pulang sore,atau aku berangkat kerja .jika perlu sesuatu hubungi aku . Dll", hari ini tampak berbeda.. gadis itu tak meninggalkan catatan apapun diatas meja makan seperti biasanya.


Setelah selesai menengguk habis susu yg Jena buat, Nathan beranjak menuju ruang kerjanya. Membuka laptop dan mulai bekerja mengontrol para pegawainya lewat laptopnya.


Lisa, berkali kali menghubungi Nathan namun terus diabaikan, bahkan sekarang ponsel Nathan telah dimatikan agar gadis itu tak menganggu aktivitas bekerjanya.


Kali ini Nathan merasa kecewa berat dengannya,terutama saat semalam Nathan memergokinya bercumbu mesra dengan klien kerjanya,Seno.


Bayangan itu bahkan terus muncul dalam benak pikiran seorang Nathan , ia sampai frustasi dan menenangkan diri dengan cara mabuk,


"Arggggghhhh!


Dibantingnya laptop yg ada dihadapannya, buku buku serta berkas berkas . semua berhamburan sampai meja kerjanya bersih.


Nathan berkali kali menjambak rambutnya , ia benar benar frustasi, gadis yg ia puja puja mengkhianatinya didepan mata. Hatinya terasa begitu sakit untuk sekarang.. kepalanya terasa begitu berat akibat terlalu banyak minum tadi malam


_____


Jena tampak kurang bersemangat hari ini, bahkan pagi ini ia tak ingin menyantap apapun yg Irene berikan untuknya

__ADS_1


"Jena?kamu kenapa sih?"


Irene mencoba mendekatinya


"Aku baik baik saja ren,.. " tangannya kembali berfokus membuat kopi untuk para pelanggan.


Jena tidak mau menceritakan hal memilukannya pada Irene, bisa saja gadis itu nekat mendatangi Nathan dan Membuat kegaduhan dirumahnya. Irene mendengar hal hal buruk dari Seokjin mengenai perlakuan Nathan pada Jena tempo lalu,


Bodohnya Jena malah menceritakan masalahnya tempo hari pada pria itu .


Saat Sean membawa Jena kekedai mereka, Jena ditanyai terus menerus tentang hubungannya bersama Nathan, awalnya Jena menolak untu menceritakannya. Tapi Sean memaksa karena ia sebagai sahabatnya perlu tau jika nanti Nathan melakukan hal hal yg diluar kendalinya seperti memukul atau menendangnya.


Jena tersenyum sembari memberikan pesanan ke pelanggannya,gadis itu tampak mengulas senyum tipis dikala sahabatnya mengkhawatirkannya.


_____


Sean terdiam,ia tak menjawab ucapan Irene . Tangannya terus mengaduk aduk minumanny dengan sedotan berwarna putih.


"Bagaimana kalo kita pergi menemui Nathan,atau Lisa?,kita labrak mereka agar mereka sadar Bahwa apa yg mereka lakukan sekarang adalah sebuah kesalahan!"


Brak!

__ADS_1


Irene tersentak, matanya membulat .


"Ada apa denganmu ? Jangan membuatku takut!"


Sean menatap lekat Pada Irene ,"Aku akan menemui Nathan sekarang!". Pria itu kemudian melenggang pergi dan meninggalkan Irene yg masih termangu


Irene dengan cepat mencari ponselnya dan mencari kontak dengan nama Jena, ia menghubungi Jena untuk memberitahukan bahwa Seokjin akan menemui Nathan sekarang.


Tringg!


"Jena, Sean pergi untuk menemui Nathan sekarang


Jena jelas membacanya,ia segera melepas Appron nya dan berlari keluar untuk pulang .


___


Jena bergegas masuk kedalam sembari berlari kecil, ia mencari keberadaan Nathan dan Sean, Jena takut jika Sean menemui Nathan sekarang yg ada mereka akan bertengkar hebat dg keadaan Nathan yg masih terbalut emosi.


"Natthh !?


Jena mencari keberadaan pria itu sampai kekamarnya

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2