RED UMBRELLA

RED UMBRELLA
RED UMBRELLA #29


__ADS_3

Jena berlari, membawa payung merah bersama putri kecilnya..


Ia menuju kerumah Sean . Sesampainya disana ia tak mendapati siapapun,bahkan rumah pria itu tampak sepi tanpa seorang penghuni.


Jena menanyakan keberadaan Sean dengan beberapa orang yg berlalu lalang disana.. Wanita itu menggendong putrinya yg kini sudah terlelap ikut bersamanya..


Banyak orang mengatakan tidak tahu menahu tentang keberadaan pria itu, tapi untunglah Jena dapat menemukan Sean berkat bantuan dari orang kantor yg tak lain tempat Sean . Benar! Gadis itu menaiki sebuah taxi menuju kekantor Sean dengan araya yg sudah terlelap dalam gendongannya.


Sebenarnya, teman kantor Sean tak mau memberitahukan dimana Sean saat ini atas permintaan pria itu. Tapi melihat wanita itu berlari dalam keadaan basah kuyup dengan seorang anak kecil yg tertidur. Ia menjadi tak tega hingga memberitahukan dimana keberadaan Sean padanya


Jena kembali berlari, ia tak memperdulikan keadaan dirinya saat ini. Bahkan baju ditubuhnya sampai mengering sendiri . Gadis itu hanya memayungi putrinya agar tidak sakit terkena air hujan.


"Sean!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Pria itu menoleh, satu tangannya membawa sebuah koper besar dan tas punggung yg ia gendong


Jena berjalan cepat sedikit berlari menyusul pria itu,


Pria itu menghampirinya,ia menaruh rasa kasihan pada Jena yg berlari membawa putrinya dalam keadaan lusuh


",Yak!kau mau pergi!? ",.nafasnya terengah engah . Sudah sejauh ini


Jena sampai disini. Apakah pria itu tidak kasihan padanya?

__ADS_1


"Yak!Sean!Kim Sean! Kau mau pergi?kau mau kemana?Kau mau meninggalkanku!? kau mau meninggalkan kami? Kauu! ".,tak sampai hati Jena untuk berbicara kembali.. "tega sekali kau meninggalkan keponakanmu?!Araya.." lolos sudah air matanya.. wanita itu berkali kali mengusap air matanya dg tersenyum kecut..


Selama ini hanya Sean yg setia menemaninya ,bahkan ia rela mengurangi waktunya demi bisa menemui putirnya bermain.


"Jena.. aku harus pergi"


Jena terdiam, hatinya terasa begitu sakit.. kenapa ia pergi sampai tak berpamitan padanya.. apakah Jena tak penting baginya?


"Ada pekerjaan yg harus kuselesaikan diluar kota, maaf. Aku tak sempat memberitahumu.. "


Sean kembali mendekat ,namun Jena justru melangkah mundur menjauh.bukan apa, jujur saja ia sangat kecewa saat ini dengannya.  Jena menelponya berkali kali bahwa ia rela berhujan hujannan demi mencari keberadaanya dan sekarang apa?pria itu hanya mengatakan maaf untuk akhir perpisahan mereka


"Nomormu..- "Jena mengatakan itu setelah menarik  nafasnya untuk menetralkan hatinya yg sedang tak karuan.


Sean merogih saku celananya dan mengambil benda pipih tersebut,ia menunjukkan nya pada Jena bahwa ponselnya saat ini sedang tidak aktif


"Ponselku mati , Mungkin batrai ku Low Jen.. "


Sebenarnya pria itu tak tega melihat gadis yg ia cintainya sampai menangis seperti ini, apalagi Jena menangisi kepergiannya.


"Jadi, kau mau kemana?kapan kau kembali?kau masih mau berteman denganku kan?kau masih mau menjadi paman bagi Araya kan?nomormu harus aktif.. kau harus tetap menghubungiku!kau mengeri kan!?"


Sean tersenyum tipis,pria itu mengulum bibirnya menahan tangis. lalu mendekat,memeluk Jena bersama Araya.. mengusap berkali kali Surai Jena dg lembut..

__ADS_1


"Hikshikshiks"


"Percayalah.. suatu saat nanti, aku akan kembali.. Jangan menangis.. Kembalilah bersama suamimu.. Dia sudah menunggumu disana.."


Seokjin menatap lurus kearah Nathan yg ternyata sedari tadi ada disana dan menyaksikan semuanya. Keadaan pria itu juga sama seperti Jena . Hancur .


Sean melepas pelukannya,Mengusap air mata Jena dg ibu jarinya.


Gadis itu memegang erat tangannya sungkan untuk berpisah, Tapi jam sudah menunjukkan Pesawat yg akan ditumpangi Sean harus segera berangkat.. Pria itu berjalan mundur berpamitan pada Jena sebelum kembali berbalik badan untuk pergi.. yg mau tidak mau Jena harus melepaskan genggaman tangannya..


"Seann... hikshikshiks.."


Ia melambaikan tangannya tanda perpisahan


Nathan mendekat,memeluk dan menyangga tubuh Jena yg hampir terjatuh karena tubuhnya mulai melemas.. untung saja putirnya tak jatuh,


Sean menjauh semakin menjauh dan sudah tak terlihat.. pria itu memasuki tempat untuk penerbangan


"hikshikshiks"Jena benar benar melemas.. Jungkook sampai harus mengambil alih araya dari gendongan Jena ,


Dan sejak saat itu, Nathan semakin merasa bersalah, Istrinya mungkin sudah terlalu nyaman bersama Sean.


Bersambung...

__ADS_1


Sialan gue nangis ngebayanginnya.·´¯'(>▂<)´¯'·.


__ADS_2