
Tak terasa hari semakin sore , Kedua orang tua Jena juga kedua orang tua Nathan datang secara bersamaan membawa bingkisan bingkisan buah serta makanan cemilan yg lainnya.
Nathan terbangun,ia keluar dari kamarnya. Pria itu menekan lehernya menggoyangkannya kekiri serta kekanan , seperti rasa kebas . Mungkin terlalu lama bergulat dalam ranjang kemesraan membuat lehernya mengalami kram
"Supriesss.. 🥳
Kedua ayahnya meniup terompet menyambut kedatangan Jena,pikirnya.. ternyata yg keluar dari kamar pertama kali ialah Nathan, pria itu tersenyum kikuk melihat keluarga besarnya telah datang. Oh iya,Jungkook hampir lupa.. dirinya malah sibuk bermain cinta dengan Jena didalam kamar.
"Nath?ibu yakin jika nanti Jena akan hamil lagi.apa kau sudah melakukannya?.."goda ibunya ,melihat putra semata wayangnya bertelanjang dada
"Ah.. maaf Bu,
"Hahahaha sudahlah Bu, jangan menggoda putra kita.. Dimana Jena? Dimana cucu ayah?.."
"Jena.. diaa... "Nathan menoleh sesaat ke kamar mereka."mungkin Jena masih lelah.. tolong pengertiannya.."
"Ahh baiklah baiklah, kami mengerti.. lalu dimana cucu ayah?
"Yaa dimana cucuku Nathan!? Aku ingin menemuinya sekarang juga"..
"Mari saya antar kekamarny..."
Keempat orang tuanya mengikuti langkah Nathan menaiki anak tangga,tempat dimana araya menempati kamarnya..
"Wahh.. ibu sangat tidak sabar, "melihat pintu kamar cucunya bernuansa pink.mereka semakin bersemangat,termasuk Ibu Jena serta ibu Nathan saling tersenyum
Cklekk..."
Nathan membukakan pintu untuk mereka..
Betapa bahagianya beberapa pasang mata itu melihat seorang gadis kecil yg sedang terlelap.
__ADS_1
"Silahkan masuk ayah,ibu.. "
Nathan mempersilahkan mereka untuk masuk ,
"Sayangggg.. "mata mereka sungguh berbinar-binar senang
Mendengar beberapa suara yg terasa asing membuat arraya terbangun dari tidurnya,ia terkejut dan langsung menangis ,mungkin ia masih asing dengan kakek neneknya. Gadis kecil itu memanggil ibuny
"Sayangg ini ayah..
Nathan mendekat,pria Itu langsung menggendong araya dan mendekapnya..menepuk pelan punggung putrinya untuk menenangkannya.Â
"Sayang. Ini nenek nak..
Araya semakin menggeratkan pelukan tangganya dileher Nathan
"Ekhem.. Bu, pelan pelan.. Araya belum terbiasah..
Keempatnya mengangguk paham.
Setelah dirasa cukup tenang, Nathan kembali menurunkan putri kecilnya keranjang..
"Araya,
"Araya mau pulang kerumah ayah.. araya gak mau disini, araya gak betah.." rengekkny
"Araya.. dengarkan ayah, Ini rumah araya.. mereka nenek dan kakek araya.. ayah tau araya belum terbiasa, tapi mereka semua baik lhoo . Araya mau apa aja pasti mereka kasih ke araya.."
"Beneran yah?
"Beneran sayang .. Sekarang ayah antar araya kebawah yaa.kita kenalan sama kakek nenek araya.. jangan takut,ada ayah bersama araya.."
__ADS_1
"Ibu dimana ?
"Ibu sedang tidur.. ibu lelah,kasihan.biarkan ibu istirahat.. araya main sama ayah sama nenek kakek dulu ya.."
Araya mengangguk. Nathan membawanya kelantai bawah
Orang tua mereka sudah ada disana menunggu,
Dengan semangat pria itu menurunkan gadis kecilnya disana,keempatnya tersenyum manis menyambut cucunya
"Haloo.. ini nenek..
Araya kembali kepelukan ayahnya, cuku asing baginya
"Araya, lihat nenek bawa apa itu. ."Nathan menunjuk kearah ibunya
"Tadaa...
Ibunya mengeluarkan mainan anak-anak yaitu sebuah boneka Barbie
"Lihat.. kakek bawa apa ini.."
Semuanya bersorak gembira, ayah Nathan membelikan araya baju baju cantik
Lalu ibu dan ayah Jena juga membawa sepatu serta mainan ,tak lupa membawa berbagai macam Snack yg membuat gadis kecil itu teralihkan..
Mereka berkumpul bersama bercanda tawa dengan bahagia.. gelak tawa begitu terdengar menyenangkan
Nathan tersenyum senang,ia beberapa kali mengusap rambut putrinya dengan bangga .
"Seharusnya kebahagiaan ini aku dapatkan dari dulu...
__ADS_1
Bersambung.. .
Sebentar, ini belum direvisi, kata2nya masih agak kakU