
Pagi hari,
Sebulan telah berlalu,
Jena kembali hamil . Ini adalah anak kedua mereka. Kabar ini seharusnya membuatnya senang. Namun Jena kembali merasa pusing berlipat ganda saat memikirkan Nasip Lisa disana .
Flashback
"Nath ! Jika kau tidak mau mengatakan apa yg terjadi pada adiikku!maka...
"Jena, aku bingung harus mulai mengatakannya dari mana . "
"Apa maksudmu Nat?
Jena semakin mendekat kearah suaminya yg terlihat begitu cemas jika ia mengungkit masalah Lisa.
"Nat?
"Lisa.. Lisa... ."ucapannya terus terhenti. Seakan takut untuk melanjutkan ucapannya
"Kemari, duduk..
Jena menepuk ranjang empuk disampingnya.
Wanita itu seakan tau kecemasan suaminya yg semakin menjadi jadi,
"Jena, berjanjilah untuk tidak menjauhiku
Nathan menatap penuh harap pada Istrinya,
Sebenarnya ada apa ini? Mengapa seakan akan hilangnya Lisa ada sangkut pautnya dengan suaminya yg ada didepannya saat ini.
"Apa begitu berat?sehingga kau tidak sanggup memberitahuku Nath?apa Lisa tidak baik baik saja?apa yg telah kau perbuat dengan adikku? Apa kau melukainya?
__ADS_1
Pertanyaan beruntun itu terus terucap dari bibir mungil Jena, dengan raut wajah yg mulai datar
Nathan menyadarinya, ia peka akan sikap Jena sekarang. Dengan cepat ia berlutut memohon maaf dari istrinya
Jena terkejut bukan main,mendapati suaminya berlutut didepannya sekarang ini
"Maafkan aku Jena, maafkan.. aku benar benar seorang penjahat!ini semua salahku..
"Apa yg terjadi?
"Aku tidak berani mengatakannya Jena, aku takut.. aku sangat takut..
"Baiklah, sudah cukup. Simpan saja rahasiamu sendiri.. aku keluar
"Tidak Jena, jangan!
Nathan kembali terbangun untuk menahan istrinya yg hendak keluar
Perlahan tapi pasti, Nathan menjelaskan semuanya pada Jena,
"Jadi?ini semua ulahmu!
"Tidak Jena, tidak.. aku tidak berniat seperti itu.. aku hanya-
"Hanya apa?kau jelas merencanakannya Nath!aku kecewa denganmu!kupiKir kau sudah berubah menjadi lebih baik,ternyata... Kau masih sama seperti dahulu!bedanya sekarang Lisa menempati posisiku dulu dan aku menempati posisi Lisa yg dulu"
"Jena aku tidak berniat melukainya.. ! Aku hanya merasa sakit hati akan perbuatannya padaku.. aku akui aku memang gelap mata . Aku menyuruh orang orangku untuk membawa mereka secara paksa, namun Lisa justru lari dan menghilang.."
"Lalu kau tidak pernah mendapat kabar lagi darinya?apa kau sudah memberitahukan masalah ini pada ibu?belum kan!?kau pengecut Jung!
Jena memukul dada Nathan berulang kali mengatainya sebagai pengecut,pria itu hanya pasrah pada istrinya. Mau bagaimana lagi memang ini kesalahannya. Lisa menghilang selamanya dari mata Nathan setelah kejadian itu.
"Aku tidak ada keberanian untuk mengatakannya pada ibumu Jena,aku takut.. sangat takut..
__ADS_1
Jena kecewa , ia pergi meninggalkan Nathan seorang diri . Pria itu tau dirinya salah. Ia masih merenungi perbuatannya saat ini.
________
"Pamannn...
Araya berlari kecil mendekati Seorang pria disebrang jalan, rupanya Sean telah menantinya selama beberapa jam sampai dikota tempat mereka tinggal.
Ya, pria itu menunggu sampai araya keluar dari tempat sekolahnya
Sean tersenyum,ia memeluk erat putri kecil yg telah bersamanya selama beberapa tahun belakang. Rasanya seperti membesarkan putri kandungnya sendiri
"Paman?paman darimana saja?araya menunggu paman menelfon, menunggu paman datang.tapi paman tidak datang. Araya sakit paman juga tidak ada ,araya marah sama paman" gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya dengan raut wajah yg ditekut sedih
"Maafkan paman ya.. paman harus meninggalkan araya karena suatu urusan, sekarang paman kembali.. araya masih marah sama paman?"
Araya mengangguk, mungkin harinya terluka karena kepergian Sean yg mendadak tanpa berpamitan dengannya ditambah lagi pria itu tidak pernah memberi kabar padanya. Gadis kecil itu memang pantas jika kecewa dengannya
"sebagai gantinya.. bagaimana kalau paman membelikan araya eskrim ?"tawar Sean mencoba mengambil hati gadis kecil itu kembali
Araya kembali mendongkak,ia menatap wajah pamannya dengan raut wajah yg senang.araya menganggukinya. Dan Sean kemnali tersenyum senang.
Mereka telah sampai disebuah pusat perbelanjaan, Sean benar benar memanjakan araya layaknya putri kandungnya sendiri. Apapun yg gadis kecil itu minta dengan sigap Sean membelikannya. Sampai tak sadar barang belanjaan mereka sudah cukup banyak yg tentunya berisi hanya sebuah mainan mainan dan jepit rambut pilihan araya sendiri
___
"Apa?araya menghilang!?" Suara dari sebrang sana terdengar begitu cemas dalam sebuah benda pipih
"Hikshikshiks ,aku benar benar tidak tau Jung dimana putriku . Bahkan gurunya juga tidak melihat kepergian araya.."
"Oke.. kamu tenang dulu.. aku kesana sekarang.kamu tunggu"
"Iya ..
__ADS_1
Panggilan mereka berakhir