
Bab 10
Beberapa saat kemudian mereka tiba di tempat parkir dan menuju ke mobil milik Grace.
Grace kemudian bertanya. "Apakah kamu memiliki SIM?".
Andrew mengangguk. "Ya, aku memilikinya".
'Syukurlah pemilik tubuh lama sudah melakukan setiap hal dasar dalam hidup'. pikirnya
"Kalau begitu kamu yang membawanya". Grace menyerahkan kunci mobilnya.
Andrew mengambil kunci mobilnya, lalu duduk di kursi pengemudi. Grace juga duduk di kursi depan.
Andrew menyalakan mesin mobil dan langsung menginjak gas, akhirnya mobil berjalan keluar dari tempat parkir.
Dalam perjalanan menuju ke sekolah untuk menjemput anak anak, di tengah jalan mereka tiba tiba dihadang oleh sebuah mobil mewah.
*Ciiit*
Andrew langsung saja menginjak remnya, kemudian orang yang menghalangi mereka keluar dari mobilnya.
Dia adalah seorang pria yang terlihat seperti berumur awal 30-an, dia mempunyai rambut hitam pendek, mata hitam, wajahnya cukup tampan.
Ketika Grace melihat pria itu, dia langsung menjadi sangat marah. Andrew yang melihat itu langsung menyentuh tangannya dan mencoba menenangkannya. "Tenang dulu".
Grace kemudian tenang dan keluar dari mobil, Andrew juga mengikutinya keluar.
Ketika pria itu melihat Grace keluar dia langsung berkata. "Grace, aku ingin kamu dan Snow kembali bersamaku".
Mendengar itu Grace menjadi sangat marah. "Jangan mimpi, kami tidak akan pernah kembali kepadamu, kau sudah sering memukul kami jika kau kesal dengan sesuatu, aku sudah tidak sanggup lagi denganmu".
Pria itu menghampiri Grace dengan marah dan mengambil tangannya. "Kau harus ikut denganku".
Grace mencoba menarik kembali tangannya. "Lepaskan aku Steven, aku tidak akan pernah mau kembali lagi denganmu".
__ADS_1
Steven tetap memaksa Grace untuk ikut dengannya dengan menarik tangannya dan membawanya ke mobilnya.
Namun Andrew langsung mencengkeram tangan Steven dan menghentikannya. "Jangan terlalu kasar dengan wanita".
Steven dengan marah berkata kepada Andrew. "Siapa kau? berani sekali menghentikanku".
Andrew balik bertanya dengannya. "Kau yang siapa? aku adalah pacar Grace".
"Aku adalah mantan suaminya". Steven berkata dengan marah.
Andrew sedikit tersenyum. "Kau sudah berpisah dengannya, kenapa kau sekarang ingin membawanya bersamamu?".
"Kau bertanya kenapa aku ingin membawanya bersamaku? tentu saja sesuatu yang sudah pernah menjadi milikku akan selalu menjadi milikku". Steven menjawab dengan sombong.
Andrew kembali bertanya. "Kau ingin membawa mereka kembali bersamamu karena tidak ada orang yang kau lampiaskan amarahmu kan?".
Steven menjadi sangat marah. "Kau tidak berhak mengetahui apa yang ingin aku lakukan".
Andrew juga menjadi tidak sabar. "Tentu saja aku berhak, karena dia sekarang adalah wanitaku".
"Apa yang bisa kau lakukan padaku? Aku adalah putra kedua dari pemilik SG Grup".Tambahnya
"Kekayaanku saat ini memang tidak sebanding denganmu, namun suatu hari nanti aku akan melampaui SG Grup mu". Andrew berkata dengan santai.
Mendengar itu Steven langsung tertawa dan berkata dengan menghina. "Hahaha, Kau ingin melampaui SG Grup? mimpi!".
Andrew berkata lagi dengan santai. "Kita lihat saja suatu hari nanti".
Mendengar itu Steven sangat kesal. "Dari tadi aku sudah kesal denganmu, kau mungkin akan pergi setelah diberi beberapa pelajaran".
Steven langsung melancarkan pukulannya kepada Andrew, Namun Andrew menangkap tangan Steven dengan mudah.
*Kretak*
Andrew langsung memutar tangannya hingga membuat tangan Steven mengalami keretakan pada tulangnya.
__ADS_1
"Arrgghh"
Steven menjerit kesakitan. "Bajingan, beraninya kau menyakitiku, aku akan menyuruh orang untuk membunuhmu".
"Panggilah mereka, aku tidak takut". Andrew berkata dengan percaya diri.
Andrew kemudian membawa Grace kembali ke mobil. "Ayo kita tinggalkan dia sendiri".
Mereka kemudian kembali ke mobil dan Andrew langsung menjalankan mobilnya dan meninggalkan Steven yang kesakitan sendirian.
Di dalam mobil Grace bertanya dengan khawatir. "Kenapa kamu mematahkan tangannya?".
Andrew menjawab dengan santai. "Karena dia sangat berani menyentuh wanitaku"
"Aku senang kamu membelaku seperti itu, namun aku takut SG Grup akan mencelakaimu". Grace berkata dengan khawatir.
Andrew menyentuh tangan Grace dan berkata sambil tersenyum. "Tenang saja, Mereka tidak akan dapat mencelakaiku".
"T.. tapi". Grace mencoba untuk berbicara kembali.
Namun Andrew menghentikannya dengan menyentuhkan jari telunjuknya ke bibir Grace. "Kamu tidak perlu khawati".
Sementara itu Steven menelepon seseorang dan dia berkata kepada orang yang ada di sisi lain telepon. "Aku ada pekerjaan untukmu".
"Apa itu Tuan Muda?". Orang di sisi lain telepon bertanya.
"Aku ingin kau dan anak buahmu untuk menyingkirkan seseorang untukku". Steven berkata kepada orang yang ada di sisi lain telepon.
Orang yang ada di sisi lain telepon bertanya. "Siapa yang harus kami singkirkan Tuan Muda?".
Steven kemudian memberitahu ciri ciri Andrew dan menutup teleponnya.
"Aku tidak akan membiarkan orang yang menghinaku tetap hidup". Steven berkata dengan senyum kejam.
.....
__ADS_1
Sementara itu Andrew dan Grace sudah tiba di sekolah Rose dan Snow, mereka menunggu Rose dan Snow keluar dari sekolah di depan gerbang sekolah.