
Bab 20
Andrew dan Olive kembali ke perusahaan dengan menggunakan mobil, di perjalanan Olive bertanya.
"Kenapa kamu tau bahwa minuman itu ada obat perangsangnya?"
Andrew kemudian menjawabnya dengan menggoda. "Apakah kamu ingin tau?".
Olive mengangguk. "Ya".
"Maka berikan aku ciuman". Andrew berkata sambil meunjuk pipinya.
Mendegar itu Olive merajuk. "Ya sudah kalau kamu tidak mau memberitahuku".
"Hahaha, aku hanya tidak sengaja melihatnya memasukan botol obat perangsang ke kantongnya". Andrew memberitahu sambil tertawa.
"Jadi seperti itu". Olive mengangguk.
"Terima kasih karena telah menyelamatkanku, jika kamu tidak ada, mungkin aku akan bunuh diri jika mereka berhasil memperkosaku". Tambahnya.
"Apakah hanya ucapan terima kasih saja yang aku dapatkan?". Andrew bertanya dengan menggoda.
"Apa yang kamu inginkan?". Olive balas bertanya dengan bingung.
Andrew kemudian menujuk pipinya, melihat itu pipi Olive memerah. "B..baiklah, i.. ini hanya sebagai rasa terima kasih".
Kemudian Olive mencium pipi Andrew dan melepaskannya kembali dengan cepat.
"A.. apakah itu cukup". Olive bertanya dengan malu.
"Sebenarnya ini masih kurang, tapi aku akan menerimanya untuk saat ini". Andrew berkata dengan menggoda.
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya tiba di perusahaan, Andrew menurunkan Olive dan memarkirkan mobil setelahnya.
Setelah itu Andrew kembali ke tempat berkumpulnya penjaga keamanan.
Begitu dia tiba di sana, semua penjaga keamanan menyapanya dengan ramah.
"Yo Bro Andrew, bagaimana pekerjaan pertamamu?"
"Ya, apakah itu mudah?".
Andrew mengangguk. "Ya, pekerjaan pertamaku berhasil dengan sempurna".
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu"
"Ya, dulu waktu pekerjaan pertamaku sangat susah, tapi aku beruntung karena ada kolega yang membantuku untuk tetap bekerja"
"Jadi kamu menggunakan orang dalam?"
"Ssstttt, jangan sampai terdengar oleh yang lain"
"Hahaha"
Semua orang saling berbicara dan tertawa bersama sama.
Begitu Andrew melihat jam, hari sudah siang dan sekarang waktunya menjemput Rose dan Snow.
Andrew kemudian berjalan ke kantor Grace untuk mengajaknya menjemput Rose dan Snow bersama.
*Tok* *Tok* *Tok*
Andrew mengetuk pintunya ketika dia tiba didepan kantor Grace.
"Masuk"
Suara Grace terdengar dari dalam ruangan, ketika Andrew mendengar itu, dia langsung membuka pintu dan langsung masuk.
"Memangnya ada apa?". Andrew bertanya.
Grace menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku kira itu adalah pekerja yang lain, soalnya aku ada banyak pekerjaan hari ini".
"Jadi begitu, aku mengerti". Andrew mengangguk.
"Ngomong ngomong, kenapa kamu datang kemari?". Grace bertanya.
"Aku kemari ingin mengajakmu untuk menjemput anak anak dari sekolah". Andrew berkata dengan santai.
Mendengar itu Grace melihat jam tangannya, kemudian dia menepuk dahinya dan berkata. "Astaga, aku sampai lupa kalau anak anak sudah hampir selesai sekolah".
"Baiklah, mari kita menjemputnya bersama". Grace berjalan menuju Andrew.
Andrew menggelengkan kepalanya. "Tidak tidak, kamu masih banyak pekerjaan, lebih baik kamu selesaikan saja itu, biar aku saja yang menjemput anak anak".
"T.. tapi, aku merasa tidak enak denganmu". Grace berkata dengan khawatir.
"Tidak perlu merasa tidak enak denganku, lagipula kita sering enak enakan". Andrew berkata sambil bercanda.
__ADS_1
Mendengar itu pipi Grace memerah. "A.. apa yang kamu katakan? bagaimana kalau ada yang mendengarnya?".
Andrew kemudian berkata sambil tersenyum. "Biarkan saja jika mereka mendengar, biarkan mereka tau kalau kamu adalah wanitaku".
Andrew kemudian memeluk Grace dan memberikan ciuman lembut di bibirnya.
Setelah beberapa saat, akhirnya Andrew melepaskan ciumannya.
"A.. apakah kamu tidak apa apa menjemput anak anak sendirian?". Grace bertanya dengan khawatir.
"Tenang saja". Andrew berkata dengan percara diri.
"Baiklah jika begitu, ini kunci mobilku". Grace memberikan kunci mobil kepada Andrew.
Ketika Andrew melihat kunci mobil itu, dia berkata dengan takjub. "Wow, tidak kusangka kamu memiliki mobil Ferrira".
Mendengar itu Grace tersenyum. "Yah, apapun akan aku berikan untukmu".
Mendengar itu Andrew langsung berpikir. 'Sepertinya aku dianggap sebagai gigolo'
"Aku merasa malu jika kamu bilang begitu". Andrew berkata sambil tersenyum.
Mendengar itu Grace langsung meminta maaf. "M.. maaf a.. aku tidak bermaksud menjadi Sugar Mommy, a.. aku hanya ingin kamu memiliki mobil sendiri".
Mendengar itu Andrew sedikit terkejut. "Apakah maksudmu mobil ini untukku?".
Grace mengangguk. "Ya".
Mendengar itu Andrew berpikir. 'Sepertinya aku harus mencari cara untuk menghasilkan uang dengan lebih cepat agar aku tidak terlihat seperti memanfaatkannya'.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menjemput anak anak dulu, kamu fokus saja dengan pekerjaanmu". Andrew berkata dan kemudian pergi keluar dan menuju tempat parkir.
Di tempat parkir dia melihat sebuah mobil mewah berwarna merah dengan merek Ferrira.
"Woah, tidak kusangka mobil ini mirip dengan Ferrari yang ada di bumi". Andrew berkata dengan terkejut.
Kemduian dia masuk dan menyalakan mesin mobilnya.
*Brooom*
"Suara mesinnya pun sangat bagus". Andrew mengangguk.
Dia kemudian menjalankan mobil menuju ke sekolah Rose dan Snow dengan cepat.
__ADS_1