
Bab 32
Setelah mentransfer sejumlah uang kepada Tino, Steven langsung ingin menyiksa Andrew. Dia berkata dengan kejam.
"Andrew, bukankah saat itu kau memukulku? sekarang aku akan membuatmu memohon padaku untuk tetap hidup, Hahahaha"
Namun sebelum dia bisa menyiksa Andrew, semua bawahan Tino melepaskan Andrew dan mereka langsung menepi.
Steven yang melihat itu langsung berteriak dengan panik. "A.. apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian melepaskannya?".
Tino menjawabnya sambil tersenyum. "Kami hanya berjanji membawanya kesini, tidak untuk menghajarnya".
"Bukankah dulu aku memberikan misi untuk menghajarnya?". Steven bertanya dengan panik.
"Misi itu untuk Macan Tutul, namun karena dia sudah mati. Maka perintah itu tidak berlaku lagi untuk kami". Tino menjawabnya dengan santai.
Kemudian Andrew berkata dengan kejam. "Hahaha, siapa yang tadi ingin menyiksaku? kemana keberanianmu tadi menghilang?".
Andrew mendekati Steven dengan perlahan, Steven langsung menjadi sangat takut. Dia pun mundur beberapa langkah ke belakang.
*Bruk*
Dia terus mundur hingga menyentuh dinding, lalu dia terduduk dan memohon kepada Andrew.
"A.. Andrew, t.. tadi itu hanya bercanda A.. aku sebenarnya tidak ada niat untuk membalasmu"
"Semua itu hanya bercanda, tolong maafkan aku"
"Bercanda? maka aku juga akan bercanda denganmu". Andrew berkata dengan dingin.
*Plak*
Andrew menampar Wajah Steven dengan keras. wajah Steven langsung memiliki tanda lima jari.
*Plak*
Andrew menampar wajah bagian sebelah Steven hingga menampilkan tanda lima jari.
__ADS_1
"To.. tolong ampuni aku". Steven memohon sambil menangis.
Dia juga mengencingi celananya karena sangat ketakutan.
"Sial, dia kencing di celananya"
"Ini bau sekali". Andrew menutup hidungnya.
*Plak* *Plak* *Plak*
Andrew terus menampar wajah Steven hingga membengkak seperti di gigit tawon.
"Beraninya kau kencing di sini, ini bau sekali"
*Plak*
Setelah beberapa saat, Steven sudah tidak sadarkan diri karena sakit yang di deritanya.
Andrew kemudian memberikan perintah kepada Tino.
"Foto dia dan kirimkan kepada pemimpin SG Grup. dan bilang padanya kalau dia ingin anaknya bebas, dia harus memberikan kita 50 juta Dollar"
"Baiklah, sekarang kurung dia di markas"
Mereka kemudian pergi meninggalkan pabrik kosong itu.
Andrew tidak kembali ke markas, tapi dia menuju ke rumah sewaannya untuk memberitahu pemilik rumah bahwa dia sudah tidak menyewa lagi.
Tino juga sudah mentransfer uang 50 ribu Dollar kepada Andrew.
.....
SG Grup, Kantor Presiden.
Saat ini seorang pria tua sedang menanda tangani bisnis di ruangannya. Pria tua ini adalah Martin, Ayah Steven.
Saat dia sedang menanda tangani bisnis, tiba tiba sebuah pesan masuk di ponselnya.
__ADS_1
*Ding*
Dia kemudian membukanya, setelah dia melihat pesan itu. Dia menjadi sangat marah dan berteriak.
"Sialan, Bajingan mana yang berani menangkap anakku? apakah itu adalah saingan bisnisku?"
Dia kemudian menghubungi Sekretarisnya. Setelah beberapa saat seorang pria paruh baya datang ke ruangannya.
"Ada yang perlu saya lakukan Tuan?"
Martin kemudian menampilkan pesan yang dikirim kepadanya.
"Aku ingin kau menyelidiki siapa yang menangkap anakku, dan aku ingin kau menghancurkannya"
"Baik Tuan"
Sekretaris itu kemudian pergi dari ruangan itu untuk mencari Informasi tentang orang yang menangkap Steven.
"Beraninya dia menangkapa anakku, aku akan membuatnya menyesal dilahirkan ke dunia". Martin berkata dengan kejam.
.....
Sementara itu Andrew telah tiba di rumah sewaannya, kebetulan di sana dia bertemu dengan pemilik rumah.
Pemilik rumah itu adalah seorang pria gendut yang terlihat serakah. ketika dia melihat Andrew, dia langsung menghampirinya.
"Andrew, akhirnya aku menemukanmu, aku kira kau lari karena tidak bisa membayar sewa rumah"
"Tenang saja, aku tidak akan lari, aku kesini untuk membayarnya dan berhenti menyewa disini". Andrew berkata dengan santai.
"Kau ingin berhenti menyewa? baguslah aku tidak perlu menagih uang padamu lagi". Pemilik rumah itu berkata dengan jengkel.
Kemudian Andrew mentransfer biaya sewa 3 bulan tunggakkannya.
"Hahaha, akhirnya aku mendapatkan uangmu juga. Sekarang kamu bawa semua barangmu, aku ingin besok rumah ini sudah kosong"
Pemilik rumah itu kemudian pergi dengan suasana hati yang gembira.
__ADS_1
Andrew kemudian menghubungi Jasa pengangkutan dan memberitahu mereka untuk mengangkut barang di rumah sewaannya ke rumah Grace.
Andrew juga memberikan alamat rumah sewaannya dan alamat rumah Grace.