Reincarnated Into A Parallel World(Dropped)

Reincarnated Into A Parallel World(Dropped)
Rosalina ingin menemui Rose


__ADS_3

Bab 36


[Sekarang biarkan Ibu berbicara dengan Ayahmu]. Suara Rosalina terdengar dari Telepon.


"Baik". Rose menyerahkan Teleponnya kepada Andrew.


Andrew mengambil telepon itu dari tangan Rose, Namun sebelum itu dia memarkirkan mobilnya dulu dipinggir jalan.


(Note : Keselamatan berkendara adalah yang utama).


Kemudian Andrew melihat seorang wanita yang sangat cantik dari layar teleponnya. 'Wow, wanita ini harus masuk kedalam Haremku'. Pikir Andrew.


"Halo, ada perlu apa kamu denganku?". Andrew bertanya sambil dengan senyum ramah.


[Aku hanya ingin mengatakan padamu kalau terjadi apa apa pada tubuh Rose saat aku melihatnya nanti, aku akan membuat perhitungan denganmu]. Rosalina berkata dengan acuh terhadap Andrew.


"Tenang saja, aku selalu mengutamakan kesehatannya". Andrew berkata dengan santai.


[Baiklah... itu saja untuk saat ini, besok jemput aku di bandara]. Rosalina berkata dengan santai, lalu dia mengakhiri panggilannya.


Setelah selesai berbicara dengan Rosalina, Andrew menelpon Tino dan menyuruhnya untuk membelikan sebuah rumah dan mobil untuknya.


Kemudian dia membawa Rose dan Snow ke perusahaan Grace. Tidak perlu waktu lama, mereka akhirnya tiba di perusahaan Grace.


Sebelum dia keluar dari mobil, Tino kembali meneleponnya. [Bos, Ayah Steven setuju membayar tebusan untuk anaknya...dia juga meminta kita untuk menentukan tempat pertukarannya].


"Katakan padanya untuk datang malam ini ke tempat kita menangkap Steven kemarin". Andrew berkata dengan santai.


[Baik, Bos... saya juga sudah membelikan rumah untuk anda di komplek Citra]. Tino berkata.


'Komplek Citra? bukankah rumah Grace juga di sana?'. Pikir Andrew

__ADS_1


"Baiklah... Terima Kasih, nanti aku akan mengambil mobil beserta kunci rumahnya malam ini". Andrew berkata dengan santai.


Kemudian dia mematikan teleponnya dan membawa Rose dan Snow ke dalam perusahaan dan menuju ruang Grace.


Begitu tiba di depan pintu ruang Grace, Andrew langsung saja membukanya tanpa mengetuk terlebih dahulu.


"Selamat datang kalian bertiga". Grace menyapa mereka begitu dia melihat Andrew masuk membawa Rose dan Snow.


"Ibu". Rose dan Snow berlari dan memeluk Grace dengan gembira.


Andrew mendekati Grace dan berbisik padanya. "Mulai besok kami akan tinggal di rumah baru dan juga Ibu Rose akan datang besok".


Mendengar itu Grace sedikit sedih, Namun dia tetap mempertahankan senyum di wajahnya dan berkata. "Begitu... kalau begitu aku dan Snow akan menunggu kalian untuk berkunjung".


Andrew melihat kalau Grace bersedih, jadi dia menenangkannya. "Tenang saja, aku tidak akan meninggalkan kalian setelah apa yang kita berdua lakukan".


"Dan juga rumah baruku ada di komplek yang sama denganmu".


'Kalaupun dia dan Ibu Rose saling jatuh cinta, aku hanya akan bersikap baik dengan Ibu Rose dan mungkin dia akan menerimaku jika dia tahu'. Pikirnya.


"Tenang saja, aku akan membertitahunya kalau aku punya pacar". Andrew kembali berkata.


Mendengar Itu Grace menjadi sangat bahagia dan mencium pipi Andrew dengan cepat.


Snow yang melihat itu bertanya dengan heran. "Ibu... kenapa kamu mencium pipi paman?".


"Tidak apa apa...Ibu sedang sangat bahagia". Grace menjawab dengan senyum ceria di wajahnya, dia juga mencium pipi Rose dan Snow setelahnya.


Andrew melihatnya hanya bisa tersenyum dan berkata dalam hatinya. 'Aku hanya mengatakan punya pacar... Namun aku tidak mengatakan berapa pacarku'.


Kemudian dia meninggalkan mereka bertiga dan menuju ke pos berjaga.

__ADS_1


Namun di perjalanan dia bertemu dengan Olive, Andrew langsung mendekatinya dan menggoda. "Halo Nona cantik".


Olive memandangnya dan berkata sambil tersenyum. "Aku kira siapa, hampir saja aku memarahimu".


"Apakah Nona Cantik ini sedang sendirian saja? apakah tidak keberatang kalau aku menemanimu minum minum di kantin?". Andrew bertanya sambil menggoda.


Olive menggelengkan kepalanya dan berkata. "Maaf, sepertinya aku tidak bisa saat ini, aku ingin segera pulang... ada urusan mendesak di rumah".


"Baiklah kalau begitu... hubungi aku jika kamu butuh bantuan". Andrew memberikan nomor teleponnya dan pergi ke pos jaganya.


Olive juga pergi dengan cepat setelah menerima nomor telepon Andrew dan menyimpannya.


Andrew tiba di pos jaganya, dia berjaga disana tanpa ada masalah yang terjadi hingga semua pekerja telah pulang.


Hari juga sudah mulai gelap, Andrew memberitahu Grace kalau dia ada urusan malam ini dan akan terlambat pulang.


Dia juga memintanya untuk menjaga Rose sementara dia pergi. Grace mengangguk dan dengan senang hati menunggunya dan menjaga Rose.


Andrew kemudian Mengemudikan mobilnya menuju ke Bar High Heaven dengan kecepatan penuh.


*Wiuw* *Wiuw* *Wiuw*


Tiba tiba terdengar Sirine polisi, Andrew menoleh ke kaca spionnya. Di sana dia melihat mobil polisi mengejarnya.


[Mobil di depan harap menepi]. Suara toa terdengar dari mobil polisi itu.


'Sial, jika aku menepi... akan memakan waktu lama untuk menyelesaikan urusannya'. Pikir Andrew.


Andrew langsung menginjak gasnya dan melaju lebih cepat untuk kabur dari kejaran polisi.


(Note : Jangan ditiru)

__ADS_1


__ADS_2