
Bab 11
Setelah beberapa waktu Rose dan Snow keluar bersama, Andrew dan Grace keluar dari mobil dan melambaikan tangan pada Rose dan Snow.
"Ayah". Rose langsung menghampiri Andrew.
Melihat Andrew datang, Snow langsung memasang wajah yang sangat gembira. "Paman".
Melihat sepeda Andrew tidak ada, Rose kemudian bertanya dengan bingung. "Ayah, dimana sepedamu?".
Andrew menjawabnya. "Sepeda Ayah ada di perusahaan, Ayah kesini bersama dengan bibi Grace".
Rose mengangguk. "Jadi seperti itu".
Snow bertanya kepada Andrew dengan gembira. "Paman, apakah paman juga datang menjemputku?".
Andrew mengelus kepala Snow dan berkata sambil tersenyum. "Ya, paman di sini juga untuk menjemput Snow".
"Yay, Snow sangat senang mendengarnya". Snow melompat gembira.
"Baiklah, ayo kita kembali sekarang". Grace berkata pada mereka.
Mereka kemudian masuk kedalam mobil, Rose dan Snow duduk di belakang. Dan Andrew duduk didepan dengan Grace.
Grace kemudian mengajak mereka untuk makan bersama. "Bagaimana kalau kita pergi makan bersama dulu?".
Rose dan Snow berkata dengan gembira. "Oke, kita akan makan bersama".
Andrew kemudian menjalankan mobilnya menuju sebuah tempat makan, kemudian mereka tiba di sebuah tempat makan pinggir jalan.
"Kita akan makan bersama disini". Andrew berkata pada mereka semua.
Kemudian mereka turun dari mobil, dan duduk di tempat kosong.
Andrew kemudian berkata kepada pemilik warung. "Bos, tolong berikan 4 makanan terbaikmu".
Bos itu berkata. "Oke, tunggu sebentar".
__ADS_1
Sambil menunggu makanan mereka siap, Andrew bertanya kepada Rose. "Bagaimana belajarmu hari ini?".
Rose menjawab dengan bahagia. "Ayah, aku mendapatkan nilai yang bagus hari ini".
"Oh benarkah? bolehkah Ayah melihatnya?". Andrew bertanya sambil tersenyum.
"Baik". Rose membuka tasnya dan mengambil buku tugasnya, lalu dia menyerahkan buku tugasnya pada Andrew.
Andrew mengambilnya dan melihat nilai Rose. "Wah Anak Ayah sangat pintar".
Rose tersenyum bahagia mendengar pujian Ayahnya. "Ehehehe".
Andrew kemudian bertanya pada Snow. "Bagaimana dengan kamu Snow? bagaimana belajarmu hari ini?".
Snow menjawab dengan sedikit malu. "Yah, i.. itu aku lupa dimana menaruh bukunya".
"Ayah, nilai Snow hari ini buruk". Rose memberitahu Andrew.
Snow langsung melakukan pembelaan. "Itu aku hanya malas mengerjakannya, nanti juga nilaiku akan lebih tinggi".
Andrew tersenyum. "Ya, kamu harus belajar dengan rajin agar dapat membahagiakan orang tuamu".
Beberapa saat kemudian Bos datang dengan membawa makanan yang sudah siap. "Ini makanan kalian, selamat menikmati".
Bos kemudian kembali dan meninggalkan Andrew dan yang lainnya makan makanan mereka.
Mereka berempat akhirnya makan bersama dengan bahagia. Beberapa saat kemudian mereka akhirnya selesai makan.
Andrew kemudian membayar kepada Bos pemilik warung, lalu mereka masuk ke mobil dan pergi menuju perusahaan.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya tiba di perusahaan, Andrew memarkirkan mobilnya dan mereka keluar menuju ke dalam perusahaan.
Grace kemudian berbicara. "Anak anak bisa bermain diruanganku dulu, kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu".
Andrew mengangguk. "Baik". Kemudian dia berkata pada Rose. "Rose akan bermain dengan Snow dan bibi Grace dulu, Ayah akan bekerja dulu".
"Baik Ayah". Rose mengangguk, Kemudian dia pergi bersama Snow dan Grace.
__ADS_1
"Baiklah, saatnya bekerja". Andrew kemudian menuju ke tempat penjaga keamanan.
Diruangan Grace, Rose yang saat ini bermain dengan Snow tiba tiba menghampiri Grace. "Bibi, apakah aku boleh bertanya?".
"Katakanlah". Grace menjawabnya sambil tersenyum.
Rose bertanya dengan sedikit ragu. "Apakah, Bibi dan Ayah mempunyai hubungan yang spesial?".
Mendengar itu Grace merasa sedikit gugup, dia kemudian bertanya kepada Rose sambil tersenyum. "Apa yang membuat Rose berpikir seperti itu?".
Rose kemudian menjawabnya. "Aku hanya melihat seperti kalian memiliki hubungan Spesial".
Grace kemudian mengelus kepala Rose dan bertanya. "Apakah Rose marah?".
Rose menggelengkan kepalanya dan berkata. "Tidak, Rose tidak marah".
Grace kemudian bertanya kembali. "Jadi, apakah Rose tidak keberatan jika Bibi dan Ayahmu memiliki hubungan?".
Rose menggelengkan kepalanya. "Tidak".
Grace kemudian memeluk Rose dengan bahagia. "Terima kasih".
Dalam pelukan Grace Rose bertanya. "Apakah Rose boleh memanggil bibi Grace Ibu?".
Mendengar itu Grace langsung mengangguk dan berkata dengan bahagia. "Ya, kamu boleh memanggilku ibu".
Rose berkata dengan bahagia. "Ibu".
Ketika Snow melihat Rose dan Grace sangat bahagia, dia menghampiri mereka dan bertanya. "Apa yang membuat kalian begitu bahagia?".
Grace kemudian menarik Snow ke pelukannya bersama dengan Rose, lalu dia berkata dengan bahagia. "Mulai sekarang kalian akan menjadi Saudari".
"Saudari? kenapa begitu tiba tiba?". Snow bertanya dengan bingung.
Rose kemudian memberitahunya. "Karena ibumu sekarang adalah ibuku juga".
"Ya". Grace mengangguk dengan bahagia.
__ADS_1
"Oh, jadi seperti itu". Snow mengangguk mengerti, namun dia sedikit merasa ada yang salah, tapi dia tidak terlalu memikirkannya.