
Bab 35
Setelah beberapa saat Tino kembali dengan membawa Komputer yang canggih untuk Andrew.
Andrew kemudian menyuruhnya untuk kembali Sebelum Tino kembali, Andrew memberinya perintah.
"Potong salah satu telinga telinga Steven dan kirimkan pada SG Grup dan katakan pada mereka kalau tidak ingin melihat bagian tubuh yang lain lagi, maka segera bayar"
"Baik Bos". Tino mengangguk.
'Kejam sekali'. Pikir Tino sambil berkeringat dingin.
"Oh dan naikan biayanya menjadi 100 ribu Dollar". Andrew berkata dengan santai.
'Apa yang akan dilakukan Bos dengan uang sebanyak itu? uang itu cukup untuk biaya hidup beberapa tahun'. Pikir Tino
"Akan segera saya lakukan Bos, kalau begitu saya permisi".
Tino kemudian keluar dari ruangan Andrew dan meninggalkan Andrew sendirian di ruangannya.
Setelah Tino pergi, Andrew membuka Komputernya dan menyalakannya. Lalu dia menginstal apa yang diperlukan untuk mengoperasikan komputer.
Setelah selesai membuat komputernya bisa beroperasi, Andrew membuka Website gelap dan mencari sebuah situs untuk pembunuh bayaran.
Setelah beberapa saat mencari, Andrew akhirnya menemukannya.
Situs itu dimiliki oleh Anonim yang sangat rahasia, situs itu memposting misi kepada pembunuh bayaran dengan menarik 20% dari hadiah yang di berikan oleh orang yang memberikan misi.
Andrew kemudian mendaftarkan akunnya dan memberikan No. Rekeningnya, dia juga memberikan ID yang akan digunakannya.
ID Andrew adalah Last Wolf, nama itu juga digunakannya di kehidupannya sebelumnya. Nama itu juga yang membuatnya sangat terkenal di dunia pembunuh bayaran saat di Bumi.
Andrew tidak langsung mengambil misi setelah mendaftarkan akunnya, sebaliknya dia pergi keluar dari Bar.
Dia melihat jam sudah saatnya anak anak untuk pulang sekolah, jadi dia akan menjemput Rose dan Snow dulu.
__ADS_1
Andrew ke tempat parkir dan masuk ke dalam mobilnya, kemudian dia berkendara menuju ke sekolah Rose dan Snow.
.....
SG Grup, Kantor Presiden.
Saat ini Martin sedang mendengarkan informasi dari Asistennya.
"Kami belum mengetahui dimana Tuan Muda kedua berada saat ini, Namun kami mendapat informasi bahwa Tuan Muda menuju ke sebuah pabrik kosong sebelum akhirnya menghilang"
"Kirim seseorang untuk menyelidiki tempat itu, aku ingin kau menemukannya sesegera mungkin". Martin memberi perintah dengah marah.
"Baik Tuan". Asisten itu membungkuk dan ingin pergi meninggalkan kantor. Namun sebelum dia keluar, tiba tiba seseorang mengetuk pintunya.
*Tok* *Tok* *Tok*
"Permisi, saya Staff admin yang bertugas menerima tamu, Saya kesini ingin memberikan sebuah paket untuk Presiden". Suara terdengar dari luar.
"Masuk". Martin langsung memberi perintah.
Ketika Martin membuka paket itu, dia melihat sepotong telinga dan sebuah surat. Kemudian dia membuka surat itu.
*Bam*
Martin membanting meja setelah membaca surat itu.
"Kalau boleh tau, Apa yang tertulis di surat itu Tuan?". Asistennya bertanya dengan penasaran.
Martin kemudian memberikan surat itu kepada Asistennya dan berkata. "Aku ingin kau secepatnya menemukan pelakunya".
Setelah Asisten itu membaca surat yang diberikan Matrin, dia kemudian memberikan sebuah saran. "Bagaimana kalau kita ikuti saja kemauan mereka? dan kita akan menyergap mereka setelah transaksi selesai".
"Sepertinya apa yang kau katakan ada benarnya juga". Martin mengangguk, Kemudian dia mengirim pesan kepada orang yang memberikannya foto Steven yang babak belur.
Martin memberikan pesan untuk menyetujui apa yang mereka inginkan.
__ADS_1
"Jika aku mendapatkan pelakunya, aku akan membuatnya menyesal dilahirkan ke dunia". Martin berkata dengan wajah kejam.
.....
Di sisi lain Andrew saat ini sudah membawa Rose dan Snow untuk kembali ke Perusahaan Grace.
Andrew juga telah membayar biaya untuk perjalanan ke pantai saat di sekolah tadi.
Dalam perjalanan menuju ke perusahaan, tiba tiba Telepon Andrew bergetar dan yang menelponnya adalah Rosalina, Ibu kandung Rose.
"Rose, ibumu melakukan panggilan video". Andrew berkata dan menyerahkan Teleponnya kepada Rose.
"Benarkah? sudah lama aku tidak melihat ibu". Rose berkata dengan gembira dan mengambil Telepon dari tangan Andrew.
Kemudian Rose menerima panggilan dari Rosalina, dan wajah wanita yang sangat cantik terlihat di layar Telepon.
Melihat wanita itu Rose langsung berteriak gembira. "Ibu".
Wanita itu juga berkata dengan gembira. [Rose, ibu sudah lama tidak bertemu denganmu, apakah kamu baik baik saja?].
"Ehm, Rose baik baik saja, bagaimana denganmu Ibu?". Rose mengangguk dan bertanya dengan suaranya yang lucu.
[Ibu juga baik baik saja, dan juga Ibu akan ke kota C besok untuk bertemu denganmu]. Rosalina berkata sambil tersenyum.
Mendengar itu Rose langsung sangat gembira. "Benarkah? Rose sudah tidak sabar untuk menunggu hari esok tiba".
Kemudian dia teringat sesuatu dan berkata dengan sedih. "Bukankah Ibu punya banyak pekerjaan?".
Rosalina menjawab setelah mendengar pertanyaan Rose. [Tenang saja, Ibu sudah menyelesaikan semua pekerjaan Ibu].
Kemudian Rosalina melihat Snow yang duduk di samping Rose, dia pun akhirnya bertanya. [Rose gadis imut di sebelahmu itu?].
"Ini Snow temanku, Ibu". Rose memperkenalkannya dengan senang hati.
"Halo Bibi". Snow menyapanya dengan suara imutnya.
__ADS_1
[Halo juga Snow]. Rosalina tersenyum menanggapinya.