
Bab 15
"Membersihkan sampah? sampah apa yang harus kamu bersihkan?". Linda bertanya dengan bingung.
Andrew menggelengkan kepalanya. "Ini adalah sampah yang tidak perlu kamu ketahui, kamu tunggu saja aku di sini".
Andrew kemudian menghampiri seorang pelayan dan bertanya. "Apakah Bosmu ada?".
"Bos tidak ada di sini saat ini". Pelayan itu menjawab dengan sopan.
"Jangan berbohong, katakan padanya Andrew datang untuk berbisnis dengannya". Andrew berkata dengan dingin.
Pelayan itu kemudian pergi ke lantai atas Bar dan memberi tahu Macan tutul, beberapa saat kemudian dia kembali dan berkata. "Bos sedang menunggumu, mari ikut dengan saya".
Andrew mengikuti pelayan itu menuju ke tempat Macan tutul berada.
Di dalam ruangan Khusus, Macan tutul saat ini sedang menerima telepon dari seseorang.
"Hei, aku sudah memerintahkan kalian untuk menyingkirkannya, tapi kenapa aku masih belum mendapatkan kabar bahwa dia sudah di singkirkan?". Suara di sisi lain telepon terdengar marah.
"Tuan Muda, tenang saja, saya akan segera menyingkirkannya". Macan tutul menjawab sambil tersenyum.
"Aku ingin besok pagi aku sudah mendengar dia sudah kalian singkirkan". Suara di sisi lain terdengar kesal.
"Baik tuan muda, saya akan memberikan kabar malam ini juga". Macan tutul menjawab dengan sopan.
"Tuut"
Orang di sisi lain menghentikkan panggilannya. Orang itu tidak lain adalah Steven.
Setelah beberapa saat ada ketukan pintu terdengar.
*Tok* *Tok* *Tok*
"Bos, saya sudah membawanya kemari". Suara pelayan terdengar dari balik pintu.
"Suruh dia masuk". Macan tutul berkata dengan santai.
Beberapa saat kemudian pintu terbuka, dan Macan tutul mengamati Andrew yang baru saja masuk.
"Apakah kamu tidak takut datang ke sini sendiri?". Macan tutul bertanya sambil tersenyum.
"Aku tidak perlu membawa orang lain untuk menyingkirkan satu sampah". Andrew berkata dengan santai.
*Bam*
Macan tutul menghantam meja dan berteriak dengan marah. "DASAR BAJINGAN SOMBONG".
__ADS_1
Andrew kemudian berkata dengan dingin. "Aku tidak sombong, aku mengatakan yang sebenarnya".
Mendengar itu Macan tutul menyuruh pelayan untuk pergi. "Pergilah dari sini dan kunci pintunya. Jangan biarkan siapapun menggangguku menyiksanya".
Pelayan itu kemudian pergi dengan cepat dan mengunci pintu.
"Sekarang tidak akan ada siapapun yang dapat membantumu". Macan tutul berkata dengan kejam.
Andrew berkata dengan menghina. "Ck ck, aku takut kalau kaulah yang akan meminta bantuan pada akhirnya".
Mendengar itu Macan tutul sangat marah dan maju untuk memukul Andrew.
Dia melayangkan tinjunya, namun Andrew dapat menghindarinya dengan mudah.
*Bang*
Andrew memberika pukulan ke perut Macan tutul hingga membuatnya mengeluarkan darah dari mulutnya.
Macan tutul kemudian mencoba menyerangnya lagi, Namun Andrew menangkisnya dan menendangnya.
*Buk*
*Gubrak*
Macan tutul membentur meja miliknya, Melihat itu Andrew berkata dengan menghina. "Apakah hanya ini yang kamu mampu? kemana kesombonganmu tadi?".
Macan tutul berkata dengan marah. "KARENA KAMU SANGAT INGIN MATI, MAKA AKU AKAN MENGABULKANNYA".
*dor*
Macan tutul menarik pelatuknya, dan peluru terbang menuju ke arah Andrew.
*Swosh*
Andrew berhasil menghindarinya, kemudian dia langsung berlari ke arah Macan tutul.
Andrew langsung mencekik lehernya dan menghempaskannya ke meja.
*Bam* *Bam* *Bam*
Macan tutul langsung merasakan sakit yang luar biasa, Andrew kemudian bertanya padanya. "Siapa yang menyurumu?".
"Oh, tidak perlu memberitahuku, mungkin aku sudah tahu siapa dalang di balik semua ini". Andrew berkata dengan dingin.
Andrew mengamati Macan tutul dan berkata dengan main main. "Hmm, apakah kamu ingin langsung mati atau pelan pelan saja?".
Mendengar itu Macan tutul langsung meminta maaf dengan lemah. "T.. tolong le.. paskan.. a.. ku".
__ADS_1
"Aku tidak bisa mendengarmu dengan jelas". Andrew mendekatkan telinganya ke mulut Macan tutul.
Macan tutul mencoba untuk memohon lagi, Namun Andrew sudah tidak ada niat untuk menyiksanya lagi. "Kau sudah begitu tidak berdaya, jika aku menyiksamu kau mungkin tidak bisa berteriak lagi. dan itu akan membosankan".
Andrew kemudian mengambil pistol milik dan melihatnya. "Tidak kusangka Gangster juga mempunyai pistol".
Andrew kemudian mengarahkan pistol ke kepala Macan tutul, kemudian Andrew menarik pelatuknya.
*dor*
Peluru langsung menghantam kepala Macan tutul dan dia langsung mati seketika.
Setelah membunuh Macan tutul, Andrew langsung pergi keluar ruangan. Di luar dia melihat banyak bawahan Macan tutul berkumpul.
Ketika para bawahan Macan tutul melihat Andrew keluar dengan keadaan baik baik saja, mereka menjadi bingung. dan salah satu dari mereka bertanya. "Dimana Bos kami?".
"Kalian bisa melihatnya sendiri di dalam". Andrew menunjuk ke belakang.
Kemudian mereka melihat ke dalam ruangan dan melihat Bos mereka sudah tergeletak tak bernyawa.
Kemudian mereka meraung dengan marah. "Apa yang kau lakukan pada Bos kami?".
"Apakah kalian tidak melihatnya?". Andrew bertanya dengan bingung.
Mendengar itu mereka semua marah dan menyerang Andrew. Namun Andrew dapat mengalahkan mereka semua dengan mudah.
Andrew kemudian berkata dengan dingin. "Mulai sekarang, Geng Macan tutul ada di bawah perintahku, jika ada yang menyangkalnya maka aku akan membunuhnya sendiri".
Andrew kemudian kembali ke bawah dan menemui Linda.
"Apakah kamu sudah selesai membuang sampah?". Linda bertanya begitu Andrew kembali.
Andrew mengangguk. "Ya, lumayan lama juga".
"Apakah kamu ingin pulang?". Andrew bertanya.
"Ya". Linda mengangguk.
Andrew kemudian menawarkan. "Bagaimana kalau aku mengantarmu pulang?"
"Apakah tidak masalah?". Linda bertanya.
"Tentu saja tidak masalah bagiku untuk mengantarkan seorang wanita cantik pulang kerumahnya". Andrew berkata sambil tersenyum.
"Mulutmu sangat manis, baiklah jika kamu tidak masalah". Linda mengangguk.
Kemudian mereka berdua pergi keluar dari Bar bersama sama.
__ADS_1