
Bab 16
Di luar Andrew bertanya kepada Linda. "Apakah kamu kesini menggunakan mobil pribadi?".
Linda menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku kesini menggunakan taksi".
"Baguslah kalau begitu, maka kita akan menggunakan mobilku". Andrew mengajak Linda ke mobilnya.
Di dalam mobil Andrew bertanya kembali. "Dimana rumahmu?".
Linda kemudian memberitahu alamat rumahnya, Andrew menyalakan mobil dan langsung menuju ke rumah Linda.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka tiba di rumah Linda, kemudian Linda turun dari mobil.
"Apakah ada hadiah untukku yang sudah mengantarkanmu?". Andrew bertanya dengan menggoda.
Linda mendekatinya dan mencium bibirnya, Kemudian melepaskannya dan berkata. "Apakah itu sudah cukup?".
"Sebenarnya aku ingin sesuatu yang lebih, tapi sepertinya itu untuk hari lain saja". Andrew menggoda.
Linda sedikit memerah dan berkata dengan gugup. "J.. jika kamu ingin, kita akan melakukannya di hari lain".
Andrew tersenyum. "Aku akan mengingatnya".
"Bolehkah aku minta nomor WA mu?". Linda bertanya.
Andrew kemudian memberikan nomor WA nya. "Baiklah, kalau begitu aku akan pergi dulu".
Andrew kemudian menyalakan mobilnya dan pulang ke rumah Grace.
Ketika Andrew sudah hilang dari pandangannya, Linda langsung masuk ke dalam rumahnya sambil tersenyum bahagia.
Sementara itu Andrew saat ini dalam perjalanan pulang ke rumah Grace, namun di tengah jalan dia melihat seseorang yang dikenalnya sedang di ganggu oleh beberapa preman.
*Ciit*
Andrew menghentikan mobilnya dan menghampiri orang itu. "Lucas, kau Lucas kan?".
__ADS_1
Orang itu memalingkan wajahnya dan melihat Andrew. "Andrew? apa yang kamu lakukan disini?".
"Aku tidak sengaja melihatmu, jadi aku menghampirimu, sudah lama kita tidak bertemu". Andrew berkata dengan santai.
"Siapa kau? beraninya menganggu urusan kami!". Salah seorang preman berkata kepada Andrew dengan marah.
"Siapa mereka?". Andrew bertanya pada Lucas.
"Mereka adalah preman yang ingin meminta uang padaku". Lucas menjelaskan.
"Kita sebaiknya pergi saja, aku akan memberi mereka uang". tambahnya.
"Tidak perlu, orang seperti mereka harus diberi pelajaran agar mau bekerja dengan keras". Andrew menghentikan Lucas dan berjalan menuju ke arah sekelompok preman.
Andrew kemudian berkata kepada semua preman. "Jika kalian ingin uang, maka bekerjalah".
"Siapa kau? beraninya mengatur kami". Salah seorang preman berkata dengan marah.
"Teman teman, kita habisi dia". Preman memerintahkan yang lainnya.
"Hiiyyyaa"
*Buk* *Buk* *Buk*
Andrew menyerang balik mereka, para preman itu kemudian terkapar di tanah tak berdaya.
Andrew meninggalkan mereka dan menghampiri Lucas dan mengajaknya untuk mengobrol di suatu tempat.
Lucas mengikuti Andrew ke dalam mobilnya dengan bingung.
Di dalam mobil Lucas bertanya. "Andrew, bagaimana kamu bisa begitu hebat bertarung?".
"Banyak yang terjadi selama 10 tahun ini, aku akan menceritakannya nanti". Andrew berkata dengan santai.
Beberapa saat kemudian mereka tiba di warung pinggir jalan. "Bos, berikan 1 botol Bir".
Andrew dan Lucas duduk di kursi kosong, kemudian Bos pemilik warung makan itu mengantarkan Bir kepada mereka.
__ADS_1
Andrew berbicara lebih dulu. "Sudah sepuluh tahun kita tidak bertemu, bagaimana keadaanmu sekarang?".
"Yah, tidak terlalu buruk, bagaimana denganmu?". Lucas balik bertanya.
"Aku juga tidak terlalu buruk". Andrew menjawab.
Lucas kemudian berkata. "Sekarang ceritakan padaku bagaimana kau menjadi hebat dalam bertarung".
Andrew kemudian mengarang cerita bahwa dia bertemu dengan lelaki tua beberapa tahun lalu, kemudian lelaki tua itu mengajarinya bela diri.
Mendengar itu Lucas mengangguk. "Jadi seperti itu".
Andrew kemudian bertanya. "Sekarang apa pekerjaanmu?".
"Tidak terlalu hebat, aku membuka toko serba ada". Lucas menjawab.
"Bukankah itu hebat?". Andrew memujinya.
"Tidak, milikku hanya toko kecil, tidak terlalu hebat". Lucas merendah.
Lucas kemudian bertanya. "Bagaimana denganmu?".
Andrew menjawab dengan santai. "Aku bekerja sebagai penjaga keamanan".
"Jadi begitu". Lucas mengangguk.
Mereka kemudian terus berbicara sampai Bir mereka habis, lalu Lucas berkata pada Andrew. "Besok malam ada Reuni SMA kita, apakah kamu akan datang?".
"Reuni? dimana?". Andrew bertanya.
"Aku masih belum tau, tapi nanti yang lain akan membagikan tempatnya di Grup WA". Lucas menjawab.
Lucas kemudian meminta nomor Andrew dan memasukkannya ke dalam Grup WA SMA mereka.
Andrew kemudian mengantarkan Lucas pulang ke rumahnya. Setelah beberapa saat akhirnya mereka tiba di rumah Lucas.
"Terima kasih telah mengantarkanku". Lucas berkata.
__ADS_1
"Santai saja, baiklah aku pulang dulu". Andrew melambaikan tangannya dan menjalankan mobilnya menuju rumah Grace.