Reincarnated Into A Parallel World(Dropped)

Reincarnated Into A Parallel World(Dropped)
Kesekolah Rose


__ADS_3

Bab 2


Setelah beberapa saat akhirnya Andrew selesai mandi dan berpakaian, dia kemudian menemui Rose.


"Baiklah Rose, ayo kita berangkat menuju sekolahmu"


"Ehm". Rose mengangguk dengan penuh semangat.


Andrew kemudian meletakkan Rose di keranjang sepedanya, lalu dia menaiki sepeda dan mengayuhnya menuju ke sekolah.


Dalam perjalanan menuju ke sekolah Rose, Andrew bersepeda sambil bernyanyi.


~Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Up above the world so high


Like a diamond in the sky


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are~


Rose yang mendengar lagu yang dinyanyikan ayahnya menjadi sangat tertarik dan bertanya dengan rasa ingin tahu."Ayah, lagu apa yang sedang kamu nyanyikan itu?".


Mendengar pertanyaan Rose membuat Andrew bingung dan kemudian dia bertanya."Apakah kamu belum pernah mendengar lagu itu?".


Rose menggelengkan kepalanya dan berkata. "Tidak, Rose belum pernah mendengar lagu itu, bisakah ayah mengajarkannya?".


Andrew mengangguk. "Tentu saja, ayah akan mengajarkan semua lagu yang ayah tahu untukmu".


~Twinkle, twinkle, little star~


"Cobalah ikuti ayah"


Rose mencoba mengikutinya dan setelah beberapa saat akhirnya dia berhasil menghapalnya.


Mereka berdua kemudian bernyanyi bersama.


~Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are


Up above the world so high


Like a diamond in the sky

__ADS_1


Twinkle, twinkle, little star


How I wonder what you are~


Sambil terus bernyanyi bersama, Andrew terus mengayuh pedal sepedanya menuju ke sekolah Rose.


Setelah beberapa saat mereka akhirnya tiba di sebuah sekolah yang cukup besar, murid sekolah itu kebanyakan adalah anak dari orang kaya, hanya beberapa yang kurang mampu seperti Rose.


Andrew kemudian memarkirkan sepedanya di tempat parkir, di tempat parkir dia melihat banyak mobil mewah terparkir.


Andrew menurunkan Rose dari keranjang sepedanya, dan kemudian dia membawa Rose menuju ke kelasnya.


Setelah berjalan beberapa saat, Akhirnya mereka tiba di depan kelas Rose. Andrew kemudian membawa Rose masuk.


Setelah masuk, Andrew melihat sudah banyak orang tua yang hadir. Dia kemudian melihat sebuah kursi yang kosong, Lalu Andrew membawa Rose berjalan ke kursi itu dan mendudukinya.


Setelah mereka duduk, ada seorang gadis kecil yang memanggil Rose.


Gadis kecil itu bertanya kepada Rose. "Rose, apakah dia ayahmu?".


Rose mengangguk dengan bangga. "Ya".


"Wow, dia terlihat sangat tampan". Mata gadis kecil itu berbinar.


Rose kemudian berkata dengan bangga. "Tentu saja ayahku sangat tampan".


Ketika ibu gadis kecil itu mendengar putrinya berbicara omong kosong, dia langsung menutup mulutnya dan meminta maaf. "Maaf tuan, anak saya ini memang suka bercanda".


Gadis kecil itu mencoba untuk lepas dari lengan ibunya, setelah terlepas dia berkata dengan serius. "Aku sungguh sungguh ingin menikah dengan paman tampan ini".


Mendengar itu Andrew hanya bisa tersenyum dan berkata sambil mengelus kepala gadis kecil. "Apakah kamu tau apa itu menikah?".


Gadis kecil itu mengangguk dengan penuh percaya diri. "Tentu saja aku tau, bukankah menikah itu adalah ketika sepasang pria dan wanita hidup bersama dan saling mencintai?"


Andrew tersenyum dan mengangguk.


"Ya, kamu memang benar. Tapi menikah lebih dari itu, kamu harus bisa mencuci, memasak, dan kamu juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga"


Andrew kemudian bertanya kepada gadis kecil itu. "Apakah kamu bisa melakukan semua itu?".


Gadis kecil itu menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa melakukan semua itu, tapi jika aku sudah dewasa nanti. Aku pasti bisa melakukan semua itu".


Andrew mengelus kepalanya lagi dan tersenyum. "Maka aku akan menikahimu ketika kamu sudah dewasa nanti".


Mendengar perkataan Andrew gadis kecil itu menkadi bersemangat. "Apakah paman berjanji?".


Andrew tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


Gadis kecil itu kemudian berkata dengan bahagia. "Yay, aku tidak sabar menunggu dewasa, pada saat itu aku akan menikah dengan paman. Paman, ingatlah namaku Snow".


Andrew mengangguk. "Baiklah Snow, aku akan mengingatmu".


Ibu gadis kecil itu meminta maaf lagi. "Maafkan kelakuan anak saya tuan, dan perkenalkan nama saya Grace, dan ini kartu nama saya".


Grace memberikan kartu namanya kepada Andrew, Kemudian Andrew menerimanya dan berkata. "Terima kasih Nona Grace, dan saya adalah Andrew".


Andrew kemudian melihat kartu nama milik Grace dan di kartu nama itu tertulis bahwa Grace adalah CEO dari perusahaan SJ, mereka melakukan bisnis perhiasan.


Ketika mereka masih berbincang, tiba tiba seorang pria tua masuk dan duduk di kursi tempat guru, pria tua itu kemudian berdiri memperkenalkan dirinya.


"Untuk para orang tua yang hadir di sini, saya sebagai wali kelas di sini mengucapkan terima kasih banyak"


pria tua itu kemudian duduk kembali, lalu menyampaikan niatnya kepada semua orang tua yang hadir.


"Saya mengundang kalian semua untuk membahas tentang perjalanan anak anak ke pantai, beberapa bulan lagi kita akan mengadakan perjalanan ke pantai. Jadi saya ingin semua orang tua untuk membayar 500 dollar untuk setiap anak"


Mendengar itu Andrew terkejut. 'Begitu mahal? uangku saat ini tidak akan cukup untuk membayarnya'. pikirnya


Orang tua yang lain mengangguk dan memberikan bayaran untuk anak anaknya, Namun Andrew menunggu semua orang pulang terlebih dahulu.


Setelah semua orang sudah membayar, pria tua itu menyampaikan beberapa pidato, dan setelah beberapa saat akhirnya dia selesai.


Semua orang tua akhirnya membawa anak anaknya pulang dari sekolah, Grace menyapa Andrew. "Tuan Andrew, apakah kamu akan pulang sekarang?".


Andrew tersenyum dan menjawab dengan sopan. "Tidak, kalian boleh pulang duluan".


Grace mengangguk. "Baiklah kalau begitu, kami akan pulang lebih dulu".


Snow melambaikan tangannya kepada Andrew dan Rose. "Rose, dadah. Paman, jangan lupa dengan janji kita oke!".


Grace dan Snow akhirnya pergi keluar dari kelas. Andrew kemudian berkata kepada Rose. "Rose tunggu disini sebentar, ayah ingin berbicara dengan guru dulu".


"Ehm". Rose mengangguk dengan patuh. Andrew kemudian mendekati guru yang sedang duduk di kursinya sambil melihat daftar orang yang sudah membayar.


Andrew mendekatinya dan bertanya. "Permisi pak guru, saya orang tua Rose, saya ingin bertanya apakah pembayaran boleh dilakukan nanti?".


Guru itu memandang Andrew dan mengangguk. "Boleh saja, tapi paling lama adalah satu bulan, jika selama satu bulan itu tidak bisa membayar, maka anak anda tidak bisa ikut perjalanan ke pantai".


Andrew kemudian berkata dengan sopan. "Terima kasih, kalau begitu saya permisi dulu".


Guru itu mengangguk. "Silahkan".Kemudian dia kembali melihat daftar.


Andrew kemudian membawa Rose keluar dari kelas dan membawanya ke tempat parkir.


Beberapa saat kemudian mereka tiba di tempat parkir, Andrew langsung menuju tempat sepedanya terparkir.

__ADS_1


Andrew kemudian mengangkat Rose dan meletakkannya di keranjang sepedanya. Dan dia kemudian menaiki sepedanya dan mengayuh pedal sepedanya menuju ke rumah sewaan Andrew.


__ADS_2