Reincarnated Into A Parallel World(Dropped)

Reincarnated Into A Parallel World(Dropped)
Membersihkan sampah


__ADS_3

Bab 30


Dalam perjalanan kembali ke rumah Grace, Andrew bertanya kepada Rose.


"Rose, apakah kamu mau ikut menonton konser bibi Katherina?"


"Tentu saja, Rose sangat menyukai lagu lagu bibi Katherina".Rose berkata dengan penuh semangat.


"Baiklah, kita akan menontonnya nanti bersama dengan Ibu Grace dan Snow". Andrew berkata dengan senyum diwajahnya.


"Ya"


Saat Andrew dan Rose saling berbicara, tiba tiba sebuah mobil menghentikan mereka.


*Ciiit*


Andrew langsung menginjak rem dengan mendadak.


"Rose tunggu di sini dan tutup matamu, ayah ingin menyingkirkan beberapa sampah dulu"


Andrew kemudian turun dari mobilnya dan bertanya kepada orang yang menghadangnya. "Siapa yang mengirim kalian?"


Kemudian pintu mobil terbuka dan muncul 4 orang bertubuh kekar, pemimpin kelompok itu berkata dengan mengejek.


"Kau tidak perlu tau siapa yang mengirim kami, kamu bisa menanyakannya kepada Hades nanti"


Andrew mengangkat alisnya dan bertanya. "Oh, apakah itu Edie?".


Pemimpin kelompok itu memasang ekspresi terkejut, kemudian ekepresinya kembali normal. "Kau tidak perlu tau".


"Semuanya, bunuh dia dan kita bisa menjual putrinya"


"Hiyyyaaa"


Mendengar mereka ingin menjual putrinya, Andrew menjadi sangat marah dan menyerang mereka.


*Swosh*

__ADS_1


Sekelompok orang itu menyerang Andrew secara bersamaan dengan menggunakan pisau di tangan mereka.


Namun Andrew berhasil menghindarinya dengan mudah, kemudian dia mematahkan tangan salah satu penyerangnya.


*Preekk*


"Arrgghh"


Orang itu menjerit dengan sangat keras setelah Andrew mematahkan tangannya.


Andrew mengambil pisau milik orang itu dan menyayat wajahnya.


Kemudian dia mengayunkan pisaunya kepada kelompok penyerang yang lain.


*Sret* *Sret* *Sret*


Andrew menyayat tangan mereka hingga tidak bisa digerakkan lagi.


"Apakah hanya ini kemampuan kalian? dimana kesombongan kalian tadi?". Andrew berkata degan tatapan menghina.


'Sial, aku tidak menyangka dia akan sekuat ini'. pikir pemimpin kelompok itu.


Andrew terus menggores tubuh mereka dengan pisaunya hingga membuat mereka sangat kesakitan.


"Hahaha, Rasakan, rasakan, rasakan"


Andrew terus menusuk mereja tanpa ampun, kemudian Andrew berkata dengan kejam. "Sampaikan Salam kepada Hades".


*Sret* *Sret* *Sret* *Sret*


Andrew memotong kepala mereka semua satu persatu, kemudian memasukkan semua kepala itu ke sebuah karung yang ada didekatnya.


Beruntung lokasi mereka dekat sungai, Andrew menghilangkan jejaknya dan membuang tubuh mereka ke sungai.


Lalu dia menghubungi Jasa pengiriman barang. Setelah beberapa saat akhirnya orang dari jasa pengiriman barang tiba.


"Saya, orang yang akan mengirimkan barang anda tuan"

__ADS_1


Andrew kemudian menyerahkan karung yang berisi dengan kepala dari orang orang yang dia bunuh tadi.


"Kirimkan ini ke alamat ini, dan bilang kalau ini untuk Edie"


Andrew memberikan alamat rumah Edie dan memberikan uang kepada orang itu.


"Baiklah, saya akan mengirimkannya segera"


Orang dari jasa pengiriman barang itu kemudian pergi dengan membawa karung yang berisi kepala itu.


Setelah itu Andrew kembali ke mobilnya dan berkata kepada Rose dengan lembut. "Sekarang kamu boleh membuka matamu".


Rose membuka matanya dan bertanya. "Sampah apa yang Ayah singkirkan sehingga aku tidak boleh melihat?".


"Itu adalah sampah yang sangat menjijikan, jadi Ayah tidak ingin mata Rose yang suci ternodai olehnya". Andrew berkata dengan senyum di wajahnya.


"Jadi begitu". Rose mengangguk.


Kemudian Andrew mengemudikan mobilnya menuju rumah Grace.


Setelah beberapa saat mereka akhirnya tiba, Rose juga sudah tertidur karena mengantuk.


Andrew memarkirkan mobilnya dan membawa Rose ke kamar Snow.


Di dalam kamar Snow Andrew melihat bahwa Snow sudah tidur di ranjangnya, yang berarti Grace sudah ada di rumah.


Andrew kemudian meletakkan Rose di samping Snow, setelah itu dia keluar dan menuju ke kamar Grace.


Setelah tiba di kamar Grace, Andrew melihat Grace tertidur dengan sangat pulas.


'Sepertinya dia sangat lelah bekerja'. pikir Andrew.


Kemudian dia memasangkan selimut ke tubuh Grace, dan dia akhirnya berbaring di sebelahnya dengan hati hati agar tidak membangunkannya.


Andrew memperhatikan wajah Grace yang sedang tidur. 'Sungguh pria yang tidak tau berterima kasih, wajah secantik ini di sia siakan'.


'Karena dia menyianyiakan wanita ini, maka aku yang akan mengambilnya'. pikir Andrew.

__ADS_1


Setelah beberap saat Andrew kemudian tertidur dengan sangat pulas di sebelah Grace.


__ADS_2