
Bab 12
Andrew pergi menemui rekan sesama penjaga keamanannya yang lain. Mereka saling mengobrol, tiba tiba seorang penjaga keamanan bertanya.
Penjaga keamanan itu bertanya dengan senyum aneh di wajahnya. "Hehehe, Bro Andrew, sepertinya kamu mempunyai hubungan yang spesial dengan Nyonya Grace".
Andrew mengangkat alisnya dan bertanya. "Oh, mengapa kau berpikir seperti itu?".
Penjaga keamanan itu tersenyum. "Hehe, tidak perlu menyembunyikannya dari kami, tadi kami melihat kamu dan Nyonya Grace pergi bersama".
Andrew menjawabnya dengan santai. "Putriku kebetulan satu sekolah dengan putrinya, Jadi Nyonya Grace mengajakku untuk menjemput mereka bersama".
Penjaga keamanan itu terus berbicara. "Oh, ayolah, ceritakanlah pada kami bagaimana rasanya bersama dengan orang kaya?".
"Fiuh". Andrew menghela nafas dan kemudian dia berbicara. "Baiklah aku akan memberitahu kalian".
Andrew kemudian menjelaskan. "Rasanya sangat luar biasa, jepitannya sungguh sangat memanjakanku".
"Gluk". Semua penjaga keamanan yang hadir menelan ludah mereka.
Kemudian salah satu dari mereka bertanya. "Bro Andrew, bagaimana caramu merayu seorang wanita kaya seperti Nyonya Grace?".
Andrew menggelengkan kepalanya. "Aku tidak bisa memberitahu kalian, ini adalah rahasia".
"Oh, Ayolah". Semua penjaga keamanan yang hadir memaksanya memberitahu, namun Andrew tetap tidak memberitahu mereka.
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba tiba mereka mendengar suara seseorang berteriak dari luar perusahaan.
"Andrew, keluar kau bajingan"
"Keluarlah sialan"
Mendengar itu para penjaga keamanan melihat ke arah Andrew dan berkata. "Bro Andrew sepertinya ada orang yang mencarimu".
__ADS_1
Andrew langsung keluar menghampiri mereka, penjaga keamanan yang lain juga mengikutinya keluar untuk melihat apa yang terjadi.
Begitu Andrew tiba diluar, dia melihat sekelompok preman sedang menunggunya, Para preman itu melihat Andrew keluar, dan salah satu dari mereka bertanya. "Dimana Andrew? katakan padanya untuk keluar".
Andrew menjawab dengan tenang. "Aku Andrew, apa yang kalian mau?".
"Kamu Andrew?". Preman itu berkata dengan heran.
Kemudian salah satu teman preman itu membisikkan sesuatu padanya. "Menurut ciri ciri yang diberikan, dia memang cocok dengan Andrew yang kita cari".
Preman itu kemudian berkata kepada Andrew. "Kami datang kesini adalah untuk membuatmu tidak bisa lagi berkeliaran di kota C ini".
Mendengar itu Andrew mengangkat sedikit alisnya dan bertanya. "Oh, memangnya apa yang mau kalian lakukan?".
Preman itu langsung memerintahkan teman temannya untuk menyerang. "Semuanya, patahkan semua anggota badannya, dan usir dia dari kota ini".
"Hiyyya"
Semua preman langsung berlari menyerang Andrew, Mereka semua melayangkan pukulan kepada Andrew.
*Buk* *Buk* *Buk* *Buk*
Mereka semua langsung terpental dan terjatuh ke tanah, Andrew kemudian memandang orang yang tadi berbicara dengannya. "Apakah hanya itu yang kalian punya?".
'Sialan, ternyata dia sangat kuat'. Preman itu berpikir.
Dia kemudian berkata mengancam. "Apakah kau tidak takut dengan balas dendam dari Bos kami?".
"Bos kalian? Siapa Bos kalian?". Andrew bertanya.
Mendengar pertanyaan Andrew, preman itu berpikir. 'Sepertinya dia takut dengan Bos'.
Preman itu kemudian berkata dengan sombong. "Sebaiknya kau berlutut dan memohon ampun, mungkin aku akan memaafkanmu".
__ADS_1
Mendengar itu Andrew bergerak ke arah preman itu dengan cepat dan memukulnya.
*Buk*
Preman itu terpental dan jatuh di tanah, preman itu kemudian bangun dan berkata dengan marah. "Apa yang kau lakukan? apa kau tidak takut dengan Bos kami?".
Andrew kemudian berkata dengan kesal. "Dari tadi aku bertanya siapa Bos kalian bajingan".
"Bos Kami adalah Bro Macan tutul, pemimpin dari geng Macan tutul, bagaimana? apa kau sekarang takut?". Preman itu berkata dengan sombong.
Andrew kemudian berkata dengan kejam. "Sampaikan padanya untuk mencuci lehernya, karena aku akan menemuinya malam ini".
Mendengar perkataan Andrew yang sombong dan mendominasi, preman itu ingin mengutuknya dengan kata kata kasar.
*Buk*
Namun Andrew langsung memukulnya dan berkata. "Jika kalian tidak pergi sekarang, maka aku akan membunuh kalian dalam hitungan ketiga. 1,2".
Preman itu kemudian berlari bersama dengan teman temannya menuju ke tempat Bos mereka.
Setelah mereka pergi para penjaga keamanan yang melihat itu langsung memuji Andrew.
"Wow, Bro Andrew kamu sangat kuat"
"Iya, bagaimana kamu bisa begitu hebat"
"Tolong ajari kami"
Andrew tersenyum dan menjawab. "Aku hanya melakukan yang aku bisa sebisa mungkin".
"Baiklah, sebaiknya kita kembali bekerja, nanti kapten akan marah jika dia melihat kita seperti ini". Andrew kemudian masuk kembali ke perusahaan bersama penjaga keamanan yang lainnya.
.....
__ADS_1
Sementara itu di suatu tempat, preman yang tadi menemui Andrew sedang melaporkan kejadian yang dialaminya kepada Bosnya, yaitu Macan tutul.
Macan tutul yang mendengar itu langsung berkata dengan kesal. "Bagus, berani sekali dia memandang rendah aku, aku akan membuatnya membayar ketika dia datang".