
Bab 18
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya tiba di sekolah, Rose dan Snow turun dari mobil.
"Belajarlah dengan sungguh sungguh". Andrew berkata pada mereka berdua.
"Baik, Ayah". Rose berkata dengan lucu.
"Baik, Paman". Snow juga membalasnya.
Rose dan Snow kemudian melambaikan tangannya kepada Andrew dan Grace. "Ayah(Paman), Ibu, dadah".
Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam sekolah, Andrew dan Grace kemudian pergi ke perusahaan.
Ketika tiba di perusahaan, Andrew langsung ke tempat penjaga keamanan berkumpul.
Karena tidak ada yang dikerjakan untuk saat ini, dia akhirnya memainkan HPnya dan membuka Grup WA SMAnya.
"Teman teman, bagaimana malam ini?". Seseorang bertanya.
"Katanya Edie yang akan mentraktir kita semua". Seseorang menjawab.
"Benarkah? seperti yang diharapkan dari orang kaya". Seseorang berkata.
"Kudengar Katherina juga akan hadir malam ini". Seseorang memberitahu.
"Benarkah? dia sekarang sudah jadi penyanyi terkenal, kukira dia akan lupa dengan kita". Seseorang berkata.
"Dimana tempat kita Reunian?". Seseorang bertanya.
"Teman teman, malam ini kita akan mengadakan Reuni di salah satu hotel bintang lima". Orang yang berkata itu adalah Edie.
Edie kemudian mengirimkan Lokasi hotelnya.
"Wow, seperti yang di harapkan dari Edie, dia bisa menyewa di hotel mewah ini". Seseorang menjilat.
"Ya, Edie adalah orang yang hebat". Kata seseorang lagi.
"Itu bukan apa apa, aku melakukannya untuk kalian semua". Edie berkata dengan santai.
__ADS_1
Andrew kemudian mematikan HPnya setelah dia mengetahui dimana tempat Reuni SMA mereka.
"Andrew, ada pekerjaan untukmu". Seorang penjaga keamanan berkata padanya.
"Apa itu?". Andrew bertanya.
"Kamu akan menemani Nona Olive menemui Klien". Penjaga keamanan itu menjawab.
Andrew mengangguk dan pergi menuju tempat Olive menunggu, Ketika dia melihat Olive. Andrew berkata dengan terkejut. "Ternyata itu kamu!".
Olive kemudian melihatnya dan berkata dengan terkejut juga. "Aku tidak menyangka orang yang menemaniku adalah kamu".
Andrew kemudian berkata sambil tersenyum. "Terakhir kali aku belum sempat menanyakan namamu".
"Aku Olive, dan siapa namamu?". Olive bertanya.
"Panggil saja Andrew". Andrew menjawab dengan singkat.
Andrew kemudian bertanya. "Baiklah Olive, kemana kita akan pergi kali ini?".
"Aku akan bertemu Klien di sebuah Restoran di jalan Mangga". Olive menjawabnya.
Kemudian Andrew dan Olive pergi dengan menggunakan mobil perusahaan, Dalam perjalanan Andrew bertanya. "Kamu terlihat sangat muda, dan kamu sudah mempunyai jabatan yang cukup tinggi di perusahaan".
Mereka terus berbicara hingga akhirnya tiba di Restoran yang sudah di tentukan.
Andrew memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam Restoran bersama Olive.
Di dalam mereka di sambut oleh pelayan. "Apakah Anda Nona Olive?".
"Ya saya". Olive mengangguk.
"Kalau begitu ikut dengan saya, seseorang sudah menunggu di kamar pribadi". Pelayan itu berkata dan mengarahkan mereka ke sebuah kamar pribadi.
Olive dan Andrew mengikutinya, kemudian mereka tiba di depan pintu ruangan, pelayan itu berkata ke dalam. "Tuan, Nona Olive sudah datang".
"Biarkan dia masuk". Terdengar suara dari balik pintu.
"Silahkan masuk". Pelayan mempersilahkan Andrew dan Olive masuk.
__ADS_1
Begitu mereka masuk, didalam kamar pribadi mereka melihat dua orang pria paruh baya.
Salah satu dari mereka berdiri dan menyapa. "Nona Olive, silahkan duduk".
Olive mengangguk, kemudian duduk. Orang itu melihat Andrew dan bertanya dengan bingung. "Ini?".
"Ini adalah rekanku". Olive memperkenalkan.
"Jadi begitu, silahkan duduk". Orang itu mepersilahkan.
Setelah mereka semua duduk, Pria itu memperkenalkan pria paruh baya yang datang bersamanya. "Nona Olive, ini adalah Tuan Greg, dialah yang akan berbisnis denganmu kali ini".
"Halo, Tuan Greg". Olive menyapanya dengan sopan.
Greg menjilat bibirnya dan berkata. "Seperti yang dikatakan rumor, Nona Olive memang sangat cantik".
"Baiklah, ayo silahkan minum dulu". Greg menyerahkan secangkir minuman.
Olive mengambil cangkir itu dan ingin meminumnya, Namun Andrew menghentikannya. "Tunggu".
"Tuan ini, kenapa kamu menghentikannya? saya berniat baik menawarkan minum". Greg berkata dengan kesal.
'Sial, jika dia meminumnya, maka kami akan memperkosanya dan menyingkirkan pria bau ini'. Pikirnya
"Tidak, saya hanya ingin mengingatkan bahwa Tuan harus minum terlebih dahulu, karena Tuan adalah yang menawarkannya". Andrew berkata sambil tersenyum.
Greg kemudian berkata dengan sedikit kesal. "Baiklah jika memang begitu".
'Sial, apakah dia tahu aku memasukkan obat perangsang ke cangkirku juga?'. pikirnya
Greg kemudian menoleh ke arah pria paruh baya satunya dan memberikan kode, pria itu mengerti dan langsung berkata dengan marah. "Kami sudah berbaik hati mau meluangkan waktu untuk berbisnis dengan kalian, tapi kalian meragukan kami?".
Andrew menggengkan kepalanya. "Tidak, kami tidak meragukan kalian, kami hanya menyuruh Tuan Greg untuk minum terlebih dahulu, karena dia adalah Tuan rumah".
Greg kemudian berkata. "Ya, ya, saya akan minum terlebih dahulu".
Greg kemudian meminum minumannya, lalu dia berkata. "Sekarang aku sudah meminumnya, sekarang giliran Nona Olive yang meminumnya".
Sebelum Olive meminumnya, Andrew menghentikannya lagi. "Tunggu, Olive, sepertinya aku melupakan sesuatu, ikutlah denganku keluar sebentar".
__ADS_1
Tanpa menunggu reaksinya Andrew langsung menyeretnya keluar dan meninggalkan Greg dan pria paruh baya di dalam.
Andrew juga meninggalkan HPnya untuk memvideo mereka di dalam.