
Bab 37
Aksi kejar kejaran terjadi di jalan raya antara Andrew dan polisi. Andrew terus menambah kecepatan dan meliuk liuk dengan indah menghindari mobil mobil yang dilewatinya.
'Sial, kenapa kenapa mobil polisi bisa secepat ini?'. Andrew mengutuk dalam hatinya.
Andrew terus melaju dengan kecepatan penuh. Kecepatan mobil itu mencapai 300 Km/Jam.
Akhirnya mobil polisi itu tertinggal sangat jauh. "Phew, untung saja banyak mobil dan kendaraan di jalan raya, jadi aku yakin polisi itu tidak akan bisa mengejarku". Andrew bergumam.
Beruntung Andrew adalah seorang Driver yang hebat di kehidupan masa lalunya. Jika tidak dia pasti akan mengalami kecelakaan dan modar.
Andrew kemudian melaju ke Bar High Heaven dengan cepat.
.....
Sementara itu di dalam mobil polisi, Ada seorang wanita cantik yang sangat marah saat ini.
Wanita itu adalah polisi yang baru saja mengejar Andrew, dia menginjak gasnya dengan marah. "Sialan, aku kehilangan target".
"Lihat saja, aku pasti akan menangkapmu. Aku sudah mengingat plat mobilmu, saat itu tiba aku akan menghukummu dengan berat". Polisi wanita itu tersenyum dengan dingin.
Wanita itu adalah Bunga Polisi dari Kota C, dia lulusan baru dari Akademi polisi. Dengan nilainya yang bagus, dia langsung direkrut untuk menjadi polisi yang mengurus perkelahian dan kejahatan lainnya.
Namun beberapa waktu lalu dia melawan perintah dari atasan dan di hukum menjadi polisi lalu lintas. Oh dan juga namanya adalah Clara.
Clara kembali ke kantor polisi dengan marah, dia ingin mengecek siapa orang yang baru saja dikejarnya tadi.
.....
Di sisi lain Andrew sudah sampai di Bar High Heaven, saat ini dia sedang menunggu Tino untuk datang ke ruangannya.
__ADS_1
*Tok* *Tok* *Tok*
"Bos, ini saya Tino"
Suara Tino terdengar dari balik pintu.
"Masuk". Andrew langsung saja menyuruhnya masuk ke ruangannya.
Tino masuk dan berdiri di depan Andrew dengan hormat dan bertanya. "Apa ada yang perlu saya lakukan Bos?".
"Kita akan berangkat sekarang, jangan lupa buat Steven tidak bisa berbicara dan menggerakan tangannya sebelum itu". Andrew memerintahkan kepada Tino.
"Baik Bos, Kalau begitu saya permisi dulu". Tino mengangguk dengan hormat dan berbalik untuk keluar.
"Jangan lupa bawa banyak anak anak, mungkin kita akan bertarung malam ini". Andrew menambahkan.
"Baik Bos". Tino kembali mengangguk dan keluar dari ruangan Andrew.
Andrew juga keluar dan menyapa Thomas. "Hey Thomas, apakah ada mobil yang tidak digunakan di sini?".
"Bawa mobil itu kesini". Andrew memberi perintah.
"Baik Bos". Thomas mengangguk dan segera mengambil kunci mobil milik Macan Tutul, lalu dia menuju ke parkiran setelahnya.
Setelah beberapa saat di kembali dengan membawa mobil hitam yang sangat luar biasa keren.
Bodynya yang mantap dan bentuknya yang elegant. Kemudian Andrew memperhatikan bahwa merek mobil itu adalah Lamborghitu.
Mirip dengan Lamborghini yang ada di bumi, Namun lebih bagus yang ada di bumi daripada yang ini. Tapi ini juga mobil yang sangat luar biasa keren.
Thomas turun dari mobilnya dan menyerahkan kunci kepada Andrew. "Ini dia kuncinya Bos".
__ADS_1
Andrew menggelengkan kepalanya. "Aku tidak membawa mobil itu, kau yang akan menyupirkannya".
'Yes, akhirnya aku naik pangkat'. Pikir Thomas dengan bahagia.
"Ya Bos, silahkan masuk". Thomas berkata dengan sangat gembira. Kemudian dia membuka pintu untuk Andrew.
Andrew langsung masuk di kursi Co-Pilot, Kemudian Thomas dengan senang hati duduk di kursi supir.
Kemudian Thomas bertanya kepada Andrew. "Kemana kita akan pergi Bos?".
"Kita akan ke sebuah pabrik kosong di jalan Kelapa No. 12 bersama dengan Tino dan yang lainnya". Andrew menanggapi dengan santai.
Beberapa saat kemudian mobil Tino keluar dari tempat parkir dan diikuti oleh beberapa mobil di belakangnya.
"Tino membuka jendela mobilnya dan bertanya kepada Andrew. "Apakah kita akan langsung berangkat Bos?".
"Ya, Pimpin jalan". Andrew mengangguk.
"Baik Bos". Tino mengangguk dan mobilnya melaju di depan lebih dulu.
Dia di ikuti oleh satu mobi lagi dan berjalan bersebelahan. Thomas mengendarai mobilnya dan mengukuti di belakang mobil Tino.
Kemudian Dua mobil lagi mengikuti di belakang mobil Andrew. Mobil berada ditengah, dia diapit seperti mobil pejabat penting.
Para pejalan kaki yang melihat itu langsung bertanya tanya dengan bingung.
"Siapa itu? apakah artis datang ke sini?"
"Tidak mungkin artis akan dikawal seperti itu, menurutku itu adalah pejabat"
"Mungkin saja, bisa jadi itu adalah presiden"
__ADS_1
Mereka terus melaju tanpa menghiraukan tatapan setiap orang di jalan. Tidak butuh waktu lama, mereka akhirnya tiba di tempat yang dijanjikan.
Andrew keluar dari mobilnya dengan mengenakan topeng tengkorak. Dia kemudian mendekati Tino dan menyuruhnya untuk menghubungi Ayah Steven.