Reincarnated Into A Parallel World(Dropped)

Reincarnated Into A Parallel World(Dropped)
Emily


__ADS_3

Bab 23


Melihat preman itu menghungi seseorang, pemilik warung itu menjadi sangat khawatir. Dia akhirnya menyuruh Andrew untuk pergi.


"Tuan, sebaiknya anda pergi saja, saya takut terjadi apa apa dengan anda"


Mendengar itu Andrew tersenyum lembut dan berkata. "Tenang saja, aku akan menunggunya di sini".


Beberapa saat kemudian datang sebuah mobil hitam yang cukup besar, mobil itu terlihat seperti mobil yang biasa digunakan oleh para penjahat untuk menculik.


Kemudian pintu mobil terbuka, keluar seorang pria yang terlihat seperti Mafia yang kejam.


Preman yang tadi dihajar Andrew langsung menghampirinya. "Salam Kakak Tino".


Tino kemudian mengalihkan pandangannya ke arah preman itu dan bertanya. "Dimana orang yang berani menganggu anggota Macan Tutul?".


Preman itu menunjuk ke arah Andrew dan berkata. "Itu dia, dia adalah orang yang sudah berani menganggu bisnis kita".


Tino mengalihkan pandangannya ke arah yang di tunjuk oleh preman itu, ketika dia melihat orang yang di tunjuk oleh preman itu. Dia langsung berkeringat dingin.


Tino langsung bertanya kepada preman itu dengan nada marah. "Kau bilang dia orangnya?".


Preman itu merasa bahwa Tino akan mengahajar Andrew, jadi dia berkata dengan percaya diri. "Ya, dialah orangnya".


Preman itu kemudian berkata dengan sombong ke arah Andrew. "Hahaha, lihat sekarang, Kakak Tino akan segera menghajarmu".


Namun tiba tiba dia merasakan tamparan langsung menhantam wajahnya.


*Buk*


Seketika tubuhnya langsung terpental ke tanah, dia langsung bertanya dengan takut sambil memegangi wajahnya yang sakit. "Kakak Tino, kenapa kakak memukulku?".


Tino kemudian berkata dengan sangat marah. "Kau bilang kenapa aku memukulmu? apakah kau tau siapa dia?".


Mendengar Perkataan Tino, preman itu berkata dengan bodohnya. "Bukankah dia orang tolol yang sudah menganggu bisnis kita?".


*Buk*

__ADS_1


Tino menghajarnya kembali setelah mendengar perkataan preman itu.


"Apakah kau ingin mati? Dia adalah pemimpin baru dari Macan Tutul". Tino berkata dengan marah sambil menghajar preman itu.


Kemudian dia menghampiri Andrew dan berkata dengan sangat hormat. "Bos, maafkan kelakuan bawahan saya, saya akan mengajarinya sopan santun lain kali".


Andrew melambaikan tangannya. "Pergilah, aku tidak ingin ini terjadi lagi".


"Ya Bos, saya akan memastikan ini tidak akan terjadi lagi". Tino membungkuk dengan hormat.


Kemudian dia ingin langsung pergi, namun sebelum dia pergi Andrew berkata kembali. "Dan aku ingin kalian melindungi tempat ini tanpa membayar pajak, MENGERTI?".


Tino langsung berkeringat deras dan cepat cepat menjawab. "Ya Bos, saya akan memastikan keamanan tempat ini".


Kemudian dia teringat sesuatu. "Bos, sebenarnya beberapa waktu ini Steven terus menanyai tentang misi yang diberikannya kepada Macan Tutul".


"Dia bilang kapan Geng kita menyingkirkan Anda"


Mendengar itu Andrew merenung. "Hmm"


Kemudian dia menemukan sebuah ide. "Katakan padanya besok kita akan membawakan Andrew ke hadapannya".


"Kamu tidak perlu memikirkannya, cukup lakukan saja apa yang aku katakan". Andrew berkata dengan santai.


"Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu". Akhirnya Tino pergi dan membawa para preman yang tadi di hajar oleh Andrew.


Preman yang tadi di hajar Tino bergumam sendiri. "Berarti aku adalah orang tololnya".


Melihat semua yang terjadi, pemilik warung itu tidak tau harus berkata apa. Dia terkejut orang yang ada dihadapnnya adalah seorang pemimpin dari para penjahat.


Melihat itu Andrew berkata dengan senyum diwajahnya. "Bukankah sudah aku bilang itu tidak apa apa?".


Pemilik warung itu menjadi sedikit takut dengan Andrew. "T.. tuan, tolong jangan sakiti saya, saya pasti akan membayar pajak tempat ini".


Andrew menggelengkan kepalanya. "Kamu tidak perlu membayarnya, aku melakukan semua itu tulus untukmu".


"T.. tapi-". Pemilik warung itu masih khawatir.

__ADS_1


Andrew kemudian berkata. "Bagaimana kamu memberitahu aku nomor WA mu dan juga namamu sebagai gantinya?".


"I.. ini-". Pemilik warung itu bingung harus bagaimana.


Di satu sisi Andrew telah membantunya menghadapi preman yang mengganggunya. Namun disisi lain Andrew adalah pemimpin mereka.


Melihat pemilik warung yang masih ragu, Andrew akhirnya berkata. "Jika kamu tidak mau memberikannya itu tidak apa apa, aku tidak akan memaksamu".


Pemilik warung itu akhirnya memberanikan diri untuk memberitahu. "Emily, Namaku adalah Emily".


"Emily? itu adalah nama yang sangat indah". Andrew memberikan pujian padanya.


Pipi Emily langsung memerah mendengar pujian dari Andrew, kemudian dia mengucapkan terima kasih kepada Andrew.


Lalu dia juga memberikan nomor WA nya kepada Andrew.


Andrew kemudian ingin membayar bubur yang tadi di makannya. "Berapa total semuanya?".


Emily buru buru berkata. "Ti.. tidak perlu membayar, anggap sebagai ucapan terima kasihku karena telah membantu".


Mendengar itu Andrew mencoba untuk memaksanya untuk menerimanya, Namun Emily tetap bersikeras tidak mau menerimanya.


Akhirnya Andrew menyerah dan berkata. "Baiklah jika begitu, maka aku akan pergi dulu".


Andrew kemudian pergi membawa Rose dan Snow kembali ke perusahaan, Namun sebelum pergi dia menaruh beberapa uang di wadah uang milik Emily tanpa sepengetahuannya.


Di dalam mobil Rose dan Snow berkata dengan antusias. "Wow, Ayah bertarung dengan sangat hebat".


"Iya, Paman sangat luar biasa".


Mendengar pujian dari Rose dan Snow, Andrew tersenyum dan berkata. "Ayah akan mengajari kalian nanti jika kalian sudah dewasa".


"Benarkah?". Mata Rose dan Snow langsung bersinar.


"Tentu saja". Andrew mengangguk.


"Horeee". Rose dan Snow melompat dengan gembira.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian mereka akhirnya tiba di perusahaan.


__ADS_2