Reincarnated Into A Parallel World(Dropped)

Reincarnated Into A Parallel World(Dropped)
Ibu-ibu


__ADS_3

Bab 21


Beberapa saat kemudian Andrew akhirnya tiba di sekolah anak anak.


Ketika para orang tua yang menjemput anak anak melihat mobil mewah berwarna merah datang. mereka langsung terpana, Terutama para wanita.


"Wow, bukankah itu Ferrira versi terbatas? kudengar itu hanya ada 10 di dunia"


"Ya, orang kaya mana yang datang untuk menjemput anaknya?"


"Apakah itu seorang pria tampan?, jika itu pria tampan, maka aku rela menjadi gundiknya"


"Bukankah kamu sudah mempunyai suami"


"Tenang saja, jika suamiku tidak tau, itu tidak apa apa"


Para wanita saling berbisik di antara mereka sendiri, sementara para pria hanya bisa melihatnya dengan iri.


Kemudian mereka melihat pintu mobil terbuka, dan seorang pria yang sangat tampan keluar dari mobil.


Ketika para wanita melihat pria itu, mereka langsung menjerit.


"Wow sangat tampan"


"Sepertinya aku sedang jatuh cinta pada pandangan pertama"


"Rahimku anget mas"


Andrew kemudian mengalihkan perhatiannya kepada wanita yang melihatnya, lalu dia tersenyum dengan ramah.


"Wow, dia tersenyum kepadaku"


"Tidak, dia tersenyum kepadaku"


"Kalian jangan berkhayal, jelas jelas dia terpesona oleh kecantikanku"


Para wanita itu saling mengaku dengan bangganya.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita menghampirinya?"


"Sepertinya idemu bagus juga"


"Baiklah, ayo kita menghampirinya"


Mereka kemudian menghampiri Andrew, dan salah seorang wanita bertanya padanya.


"Pria tampan, apakah kamu menjemput anakmu juga?"


Andrew mengangguk dan berkata dengan senyum ramah di wajahnya. "Ya, apakah kalian di sini menjemput anak kalian juga?".


"Ya, kami di sini untuk menjemput anak kami"


Seorang wanita tiba tiba menjawab dengan antusias.


Kemudian seorang wanita yang terlihat seperti berumur 35-an, Namun masih cantik. Wanita itu bertanya dengan nada menggoda.


"Pria tampan, apakah kamu tertarik untuk minum bersama kami?"


"Tentu saja, kami akan sangat senang jika kamu mau ikut minum bersama kami"


Wanita itu menjawab dengan senyum menggoda.


Andrew tersenyum dan menjawab. "Sebuah kehormatan bagiku untuk bisa minum bersama dengan wanita secantik kalian".


"Maka sudah di putuskan, kita akan minum suatu hari nanti". Wanita itu berkata sambil tersenyum.


Wanita itu berkata lagi. "Bisakah aku minta Nomor WA mu?".


"Tentu saja". Andrew kemudian memberikan nomor WA nya kepada wanita itu.


Saat mereka sedang asik berbincang, anak anak akhirnya sudah selesai dengan sekolah mereka.


Kemudian Rose dan Snow juga keluar dari sekolah. setelah melihat mereka, Andrew melambaikan tangannya. "Di sini".


Rose dan Snow melihatnya dan mereka langsung menghampiri Andrew.

__ADS_1


"Ayah, apakah ini mobil baru milikmu?". Rose bertanya dengan antusias.


Andrew mengangguk dan tersenyum. "Ya".


"Wah, ini sangat luar biasa". Rose berkata dengan sangat bahagia.


'Yah, sebenarnya ini adalah mobil Grace, tapi apa yang menjadi miliknya maka itu miliku juga'. Pikir Andrew.


"Seperti yang di harapkan dari paman". Snow berkata dengan gembira.


"Baiklah, ayo masuk kedalam, kita akan kembali ke perusahaan". Andrew mengajak mereka kembali.


"Baik". Rose dan Snow akhirnya masuk ke dalam mobil.


Andrew kemudian menyapa semua wanita yang mengerumuninya. "Baiklah, para wanita cantik, aku akan kembali dulu, hubungi aku jika kalian ingin minum minum".


"Baiklah, jangan lupa untuk datang". Semua wanita berkata dengan senyum di wajah mereka.


Andrew akhirnya masuk ke dalam mobil dan menyalakannya, akhirnya mereka kembali menuju perusahaan.


Di tengah perjalanan Rose bertanya kepada Andrew. "Ayah, apakah ayah akan pergi minum dengan semua wanita tadi?".


"Apakah kamu tidak menyukainya? jika begitu ayah tidak akan pergi dengan mereka". Andrew berkata dengan santai.


Rose menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku hanya ingin ikut denganmu, apakah boleh?".


"Tentu saja boleh". Andrew mengangguk.


"Yey, ayah adalah yang terbaik". Rose berkata dengan gembira.


"Apakah kamu ingin ikut juga Snow?". Andrew bertanya.


"Aku akan ikut jika ibu juga ikut". Snow berkata dengan suara khasnya.


'Jika ibumu ikut, aku tidak bisa melakukan apa apa dengan mereka'. Pikir Andrew.


Namun Andrew berkata dengan senyum di wajahnya. "Yah, semoga ibumu tidak sibuk saat itu".

__ADS_1


__ADS_2