
Bab 7
Ketika pagi hari, matahari sudah memancarkan sinarnya dan burung burung berterbangan di langit untuk mencari makan.
Andrew terbangun dari tidurnya, dia kemudian langsung pergi menyiapkan sarapan untuk Rose.
Setelah beberapa saat, akhirnya Andrew selesai menyiapkan sarapan, dia kemudian pergi untuk membangunkan Rose yang masih tertidur.
Begitu masuk kekamar, Andrew langsung membangunkan Rose. "Rose, bangunlah, ayo sarapan dulu sebelum pergi sekolah".
Rose perlahan membuka matanya dan menyapu matanya dengan tangannya, lalu dia melihat Ayahnya dan menyapanya. "Selamat pagi Ayah".
Andrew tersenyum. "Selamat pagi, ayo sarapan dulu".
Rose mengangguk dan bangun dari tempat tidurnya. "Baik". Lalu Rose mengangkat tangannya. "Ayah, gendong aku".
Andrew tersenyum dan menggendong Rose ke dapur lalu meletakkannya di meja makan.
"Ayo kita sarapan". Andrew menyuapkan makanan pada Rose.
Beberapa saat kemudian mereka selesai sarapan, Andrew kemudian menyuruh Rose untuk berganti pakaian. "Rose, pakailah seragam sekolahmu".
Rose kemudian menuju ke kamar dan mengganti pakaiannya, Setelah beberapa saat Rose keluar dengan mengenakan seragam sekolahnya dan juga tas sekolahnya.
Rose mendekati Andrew dan berkata. "Ayah, aku sudah siap".
"Baiklah, kita berangkat sekarang". Andrew kemudian membawa Rose keluar dan meletakan Rose di keranjang sepedanya.
__ADS_1
Andrew menaiki sepedanya dan langsung mengayuh sepedanya menuju ke sekolah Rose.
Dalam perjalanan ke sekolah Rose bertanya pada Andrew. "Ayah, semalam aku mendengar Snow mengajakmu untuk menikah, dan kamu setuju menikah dengannya ketika dia dewasa, apakah ayah bersungguh sungguh?".
Andrew tersenyum dan menjawab. "Ayah setuju agar dia tidak terus bertanya lagi, nanti kalau dia sudah tumbuh dewasa, Ayah yakin dia akan menemukan orang yang disukainya".
Rose mengangguk. "Oh, jadi seperti itu".
Rose kemudian bertanya kembali. "Lalu, Apakah ayah ada orang yang ayah cintai?".
Andrew menjawab sambil tersenyum. "Tentu saja".
"Benarkah? Siapa itu?". Rose bertanya dengan penasaran.
Andrew menjawab sambil tertawa. "Haha, tentu saja itu adalah Rose".
Mendegar itu Rose tersenyum bahagia, namun dia menggelengkan kepalanya. "Tidak, bukan itu yang Rose maksud, yang Rose maksud adalah wanita yang Ayah cintai dan ingin memilikinya".
Gurunya adalah orang yang selalu perhatian kepadanya, dan gurunya juga sering membantu pemilik tubuh lama dalam belajar, hingga dia menimbulkan perasaan cinta terhadap gurunya.
Namun dia tidak berani untuk menyatakannya, dia tidak percaya diri dengan keadaannya yang hanya orang miskin, dia takut tidak bisa memenuhi kebutuhan gurunya jika mereka hidup bersama, akhirnya dia hanya memendam perasaannya jauh di dalam lubuk hatinya.
Sekarang dia tidak pernah bertemu lagi dengan gurunya sejak dia lulus SMA, dia juga berpikir mungkin gurunya sudah menikah dan punya anak, karena sekarang umur gurunya kemungkinan adalah 40 tahunan.
Andrew kemudian berkata dalam pikirannya. 'Jika aku bertemu dengannya, aku akan mencoba untuk menyampaikan keinginan pemilik tubuh lama'.
Andrew menjawab pertanyaan Rose. "Sebenarnya ada, tapi itu sudah 10 tahun lalu sejak Ayah SMA".
__ADS_1
Rose bertanya dengan penasaran. "Siapa itu?".
Andrew menjawab dengan sedikit malu. "Orang yang Ayah cintai adalah guru Ayah sejak waktu SMA, tapi sekarang Ayah sudah tidak pernah bertemu dengannya lagi, mungkin dia sudah menikah dan punya anak".
Rose kemudian bertanya kembali. "Jika Ayah bertemu dengannya lagi, apa yang akan Ayah lakukan?".
Andrew menggelengkan kepalanya. "Ayah tidak tau apa yang harus Ayah lakukan".
Rose kemudian memberikan saran. "Seandainya dia belum menikah, bagaimana kalau Ayah menikahinya? dengan begitu Rose akan memiliki 2 ibu".
Andrew terkejut mendengar saran Rose. "Menikahinya? apakah kamu tidak akan marah?".
Rose menggelengkan kepalanya. "Tentu saja tidak, bahkan Rose akan bahagia jika Rose mempunyai banyak ibu, dengan begitu Rose tidak akan merasa kesepian".
'Apakah akhirnya aku bisa mengabulkan keinginan lamaku untuk mempunyai Harem sendiri?'. Andrew berpikir sambil tersenyum.
Andrew kemudian tersenyum dan berkata pada Rose. "Baiklah, Ayah akan mencobanya jika begitu".
"Yay, aku akan mempunyai banyak ibu". Rose berkata dengan gembira.
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya tiba di sekolah Rose, Andrew kemudian menurunkannya dari keranjang sepeda.
Setelah itu Rose mencium pipi Andrew dan berkata. "Ayah, Rose akan sekolah dulu, dan Ayah juga semangatlah bekerja agar bisa memberikan Rose banyak ibu".
Mendengar itu Andrew tersenyum dan berkata padanya. "Anak kecil tidak perlu memikirkan urusan pekerjaan orang dewasa, Rose hanya harus belajar dengan giat agar masa depan Rose lebih cerah".
Rose mengangguk. "Baiklah, Rose akan belajar dengan giat agar bisa membuat Ayah bangga, dadah". Kemudian Rose berlari masuk ke dalam sekolah.
__ADS_1
Setelah Rose menghilang dari pandangan matanya, Andrew mengayuh sepedanya menuju ke perusahaan milik Grace dengan melihat alamat yang ada di kartu nama Grace.
Setelah beberapa saat kemudian, Andrew akhirnya tiba di sebuah bangunan yang cukup besar, Bangunan itu adalah Perusahaan SJ milik Grace.