
Bab 31
Mansion Keluarga Brown, Kamar Edie.
"Tuan Muda, saya menerima sebuah paket yang di kirimkan untuk anda". Seorang pelayan berkata dengan hormat kepada Edie.
Edie mengambil paket yang berupa karung itu, kemudian menyuruh pelayan untuk pergi.
Setelah pelayan itu pergi Edie langsung membuka karung itu. ketika dia melihat isi paket itu, dia langsung melemparkannya.
*Guargh*
Edie langsung muntah setelah melihat isi karung itu, karena karung itu berisi kepala dan kepala itu milik orang suruhannya.
"Sial, apakah dia tau bahwa aku yang menyuruh orang orang itu untuk membunuhnya". Edie bergumam.
"Atau apakah ada yang membantunya dari balil layar?"
"Jika seperti ini aku hanya akan melupakan masalah ini untuk sementara. jika aku melaporkan kejadian ini ke polisi, maka aku juga akan tertangkap jika polisi menyelidiki secara mendalam"
"Aku tidak ingin itu terjadi untuk saat ini, karena aku sedang menjalankan misi dari keluarga Brown yang ada di Ibukota untuk menguasai Bisnis kota C"
Edie kemudian memanggil pelayan dan menyuruhnya untuk membakar kepala itu untuk menghilangkan jejak.
'Sepertinya Andrew tidak sesederhana kelihatannya'. pikirnya
.....
Andrew saat ini sedang ke perusahaan bersama dengan Grace setelah mengantarkan Rose dan Snow sekolah.
Setelah tiba diperusahaan Andrew berkata kepada Grace. "Aku ada urusan hari ini, jadi aku akan cuti dulu".
"Urusan apa?". Grace bertanya dengan penasaran.
"Ini adalah urusan rahasia, nanti aku akan memberitahumu suatu hari nanti". Andrew berkata sambil tersenyum.
"Hmph, baiklah". Grace sedikit cemberut.
__ADS_1
Andrew kemudian mengendarai mobilnya menuju ke Bar High Heaven.
Setelah beberapa saat akhirnya dia tiba, kemudian dia di sambut oleh bawahan Tino. "Bos".
Andrew mengangguk dan bertanya. "Dimana Tino?".
"Bos Tino ada di ruangannya, Bos". Bawahan itu menjawab dengan hormat.
"Suruh dia menemuiku di ruanganku". Andrew memberikan perintah dan berjalan masuk.
"Baik Bos". Bawahan itu kemudian pergi menemui Tino dan memberitahunya.
Setelah beberapa saat Tino tiba di ruangan Andrew, dia kemudian bertanya dengan sopan. "Bos, apa yang perlu saya lakukan?".
"Hubungi Steven dan katakan padanya bahwa Andrew telah berhasil kita tangkap". Andrew memberikan perintah.
"Baik"
Tino langsung menghubungi Steven tanpa menanyai Andrew alasannya.
Beberapa saat kemudian telepon tersambung. "Halo, Tuan Muda Steven"
"Kami sudah berhasil menangkap Andrew, kemana kami harus membawanya?". Tino bertanya dengan sopan.
[Benarkah? bagus, bawa dia ke pabrik kosong di Jalan Kelapa No. 12]. Steven berkata dengan antusias.
"Oh, dan jangan lupa hadiah kami, hehe". Tino berkata dengan nada sedikit malu.
[Tenang saja, aku akan membawanya]. Steven berkata dengan santai.
Kemudian dia mematikan teleponnya. "Bos, dia menyuruh kita untuk bertemu di Jalan Kelapa No. 12".
Andrew mengangguk. "Baiklah, bawa beberapa bawahanmu ke sana".
Tino menjadi semakin penasaran, akhirnya dia pun bertanya. "Ngomong ngomong apa yang akan kita lakukan Bos?".
Andrew menjawabnya dengan senyum licik. "Kita akan menambang uang milik SG Grup".
__ADS_1
"Menambang uang?". Tino berkata dengan bingung.
"Kau tidak perlu tau itu, cukup ikuti perintahku saja". Andrew berkata dengan santai.
"Baik Bos"
Tino kemudian pergi untuk memanggil bawahannya.
Setelah Tini pergi, Andrew berkata dengan senyum di wajahnya. "Aku akan menangkap dua burung dengan menggunakan satu batu".
Beberapa saat kemudian Tino kembali dengan beberapa bawahannya. "Bos, kami sudah siap".
"Baiklah, kita berangkat sekarang"
Andrew kemudian memimpin Tino dan bawahannya menuju ke pabrik kosong di Jalan Kelapa No. 12.
Andrew mengendarai mobil pribadinya, sementara itu Tino mengendarai mobil yang sering di gunakan Geng saat berbisnis.
Setelah beberapa saat akhirnya mereka tiba di pabrik kosong jalan Kelapa No. 12.
"Kalian berpura puralah berhasil menangkapku"
Andrew memerintahkan Tino dan bawahannya untuk berakting.
Bawahan Tino kemudian memegang Andrew dari kiri dan kanan, Lalu mereka berjalan menuju ke dalam pabrik kosong itu.
Ketika mereka tiba di dalam, mereka melihat Steven sudah menunggu mereka.
Ketika Steven melihat Tino membawa Andrew yang di tangkap, Dia tertawa terbahak bahak.
"Hahaha, Andrew, bukankah kamu sangat sombong saat itu? sekarang kamu terlihat tidak berdaya"
Steven ingin langsung menyiksa Andrew, namun dia dihentikkan oleh Tino.
"Tunggu, Tuan Muda harus memberikan hadiah kami dulu, baru setelah itu Tuan Muda bisa menyiksanya"
"Oh, baiklah"
__ADS_1
Steven kemudian mentransfer banyak uang ke rekening milik Tino, setelah itu dia ingin langsung menyiksa Andrew sesuka hatinya.