
Bab 33
Beberapa saat kemudian datang sebuah mobil angkutan. Beberapa orang keluar dari mobil.
"Tuan, barang mana yang harus kami angkat?"
"Angkat semua barang yang ada di rumah ini"
Andrew menunjuk ke rumah sewaanya. Kemudian orang itu masuk bersama teman temannya dan memindahkan barang barang Andrew ke mobil angkutan.
Setelah beberapa saat mereka akhirnya selesai, lalu mereka menuju ke rumah Grace.
Setelah beberapa saat mereka tiba di rumah Grace. mereka langsung memindahkan barang Andrew yang ada di mobil ke rumah Grace.
Setelah selesai Andrew membayar mereka dan mereka pergi setelah menerima bayaran dari Andrew.
Andrew kemudian mengendarai mobilnya tanpa arah tujuan.
Saat dia mengendarai mobilnya, dia melihat seseorang sedang bertarung. Andrew mengenali salah satu dari mereka.
Andrew kemudian mendekati mereka dan melihat pertarungan mereka dari dalam mobil.
Orang yang bertarung itu adalah Taylor, saat ini dia sedang berhadapan dengan tiga orang yang menggunakan topeng.
*Sret*
Salah satu dari tiga orang itu menyerang Taylor dengan pisaunya, Namun Taylor berhasil menghindarinya.
Tapi dia tidak bisa menghindari serangan dari dua orang lainnya.
*Sret* *Sret*
Taylor terluka di tubuh bagian kiri dan kanannya.
"Taylor, menyerah saja, sebaiknya kau ikut dengan kami menemui Bos kami"
Mendengar itu Taylor menjawab dengan marah. "Aku tidak akan pernah tunduk kepada kalian. Lebih baik aku mati daripada menjadi Anjing kalian".
"Karena kau sangat ingin mati, maka biarkan kami bertiga yang akan membunuhmu"
Mereka bertiga langsung menyerang secara bersamaan. Namun sebelum mereka bisa memukul Taylor.
__ADS_1
Seseorang memukul mereka terlebih dahulu.
*Buk* *Buk* *Buk*
Mereka bertiga langsung mundur beberapa langkah.
"Siapa kau? beraninya mengganggu kami?"
"Aku? aku adalah warga negara yang baik". Orang itu berkata dengan percaya diri.
Orang itu tentu saja adalah Andrew, dia keluar dari mobil setelah melihat Taylor berada dalam bahaya.
"Beraninya kau mempermainkan kami"
"Teman teman, kita bunuh bajingan ini terlebih dahulu"
*Swosh*
Mereka berpencar dan mengepung Andrew dari tiga sisi.
Andrew kemudian saling bersandar dengan Taylor. "Pak tua, apakah kau bisa menahan salah satu dari mereka?"
"Heh, kau pikir aku siapa? tentu saja aku bisa". Taylor berkata dengan kesal.
*Sret*
Salah seorang dari mereka menebaskan pisaunya ke Andrew. Namun Andrew berhasil menghindarinya dan memukul balik dada lawannya.
*Buk*
Orang itu mundur beberapa langkah ke belakang, Kemudian seseorang menyerang Andrew lagi dari belakang.
*Swosh*
Andrew berhasil menghindarinya dan menendang dada lawannya itu hingga terpental.
"Sialan, ternyata dia sangat kuat"
"Sebaiknya kita mundur terlebih dahulu dan melaporkan ini ke markas"
"Ya"
__ADS_1
Mereka kemudian mencoba untuk kabur. Namun Andrew tidak akan membiarkan mereka kabur dengan mudah.
*Swosh*
Andrew bergerak dengan cepat, dia langsung muncul di hadapnan salah satu orang itu.
Andrew langsung mematahkan tangan orang itu dan mengambil pisau yang ada di tangan orang itu.
Kemudian dia menusukkanya ke leher orang itu hingga tidak bernyawa.
Kemudian Andrew melemparkan pisaunya ke orang yang mencoba untuk berlari tadi.
*Swish*
Pisau itu langsung tertancap di kepalanya, akhirnya orang itu tewas seketika.
Taylor juga berhasil membunuh orang yang menjadi lawannya.
"Pak tua, tidak kusangka kamu sangat lambat" Andrew berkata dengan wajah mengejek.
"Diamlah, aku sudah kehabisan tenaga karena melawan mereka bertiga tadi"
Taylor kemudian mengeluarkan botol yang berisi cairan, kemudian dia menumpahkannya ke mayat orang itu. Akhirnya tubuh mayat itu langsung mencair.
"Asam Super?". Andrew sedikit terkejut setelah melihat cairan yang digunakan Taylor.
Taylor juga menetekan cairan itu ke tubuh mayat yang di bunuh Andrew.
Setelah itu mereka berdua pergi menggunakan mobil Andrew.
Didalam mobil Andrew bertanya. "Pak tua, apakah orang orang tadi adalah pembunuh bayaran?".
"Ya", mereka adalah anggota dari Organisasai Pembunuh Bayaran Phantom". Taylor mengangguk.
"Kenapa kau dikejar oleh mereka?". Andrew bertanya.
"Ceritanya panjang, jadi akan lama untuk menjelaskannya". Taylor berkata dengan santai.
"Pendekkan". Andrew berkata dengan santai.
'Dasar bajingan kecil'. pikir Taylor.
__ADS_1
"Kita kerumahku dulu"
Andrew kemudian menuju ke rumah Taylor dengan mengikuti arahan darinya.