
Bab 3
Andrew terus mengayuh sepedanya sambil bernyanyi bersama dengan Rose, Di tengah jalan dia melihat seseorang berlari ke arahnya.
Andrew dengan cepat mengcengkeram rem sepdenya.
*sttt*
Akhirnya sepedanya berhenti, Orang itu dikejar oleh beberapa orang.
"Tangkap dia, dia adalah pencuri"
Orang orang yang mengejarnya berteriak, mendengar itu Andrew turun dari sepedanya dan mencoba menangkap pencuri itu.
Pencuri itu melihat Andrew yang mencoba untuk menangkapnya, dia pun mengancamnya dengan pisau. "Aku akan menusukmu jika kamu menghentikanku".
Andrew tetap tidak peduli, di kehidupan masa lalu, Sewaktu dia masih di Organisasi pembunuh bayaran, dia sudah sering melawan orang orang yang kuat.
Jadi menghadapi pencuri itu sangat mudah baginya, Andrew berlari menuju pencuri.
Pencuri yang melihat Andrew tidak peduli dengan ancamannya langsung mengayunkan pisaunya ke arah Andrew.
*Syet*
*wosh*
Andrew berhasil menghindarinya dan kemudian dia menangkapnya dengan mudah, lalu dia menjatuhkan pencuri itu.
Warga yang mengejarnya akhirnya tiba di tempat kejadian. Setelah beberapa saat, pemilik dompet yang di curi itu muncul di antara kerumunan dan berterima kasih.
"Terima kasih tuan karena telah membantu saya mendapatkan kembali dompet saya"
Ketika Andrew melihat pemilik dompet itu, dia langsung terkejut. "Nona Grace, ternyata ini milik anda!".
Grace juga akhirnya melihat Andrew setelah di berbalik ke belakang dan berkata dengan terkejut. "Tuan Andrew, tidak saya sangka bahwa anda adalah orang yang membantu saya, terima kasih banyak".
Andrew menggelengkan kepalanya dan berkata. "Tidak apa apa, saya hanya kebetulan lewat sini dengan Rose".
Snow juga ikut bersama dengan Grace, ketika dia melihat Andrew yang menolong mengambilkan dompet ibunya, dia berkata dengan gembira.
"Wow paman, tidak hanya tampan, kamu juga sangat hebat, seperti yang di harapkan dari calon suamiku".
Grace menutup mulut Snow dan berkata dengan malu. "Maaf, anak ini sangat tidak sopan".
Andrew tersenyum. "Tidak apa apa, wajar bagi anak anak untuk jatuh cinta dengan hal yang baru dilihatnya. ketika dia dewasa nanti, dia juga akan berhenti seperti itu".
__ADS_1
Beberapa saat kemudian polisi datang menangkap pencuri itu dan membawanya ke kantor polisi, salah seorang polisi menghampiri Andrew dan berkata dengan hormat.
"Terima kasih tuan karena telah menangkap pencuri itu, pihak kepolisian nanti akan memberikan hadiah yang sesuai untuk anda".
Andrew menggelengkan kepalanya. "Tidak apa apa, aku hanya melakukan tugasku sebagai warga negara yang baik".
Polisi itu tetap bersikeras. "Tidak bisa seperti itu, nanti kami akan mengirimkan hadiah ke alamat anda".
Andrew tersenyum. "Kalau begitu saya sangat berterima kasih".
Polisi itu kemudian bertanya. "Bolehkah saya tau dimana alamat anda?".
Andrew kemudian memberitahukan alamat rumahnya kepada polisi itu, setelah mendapat informasi, polisi itu pergi dan membawa pencuri itu ke penjara.
Setelah polisi pergi, semua warga yang tadi berkerumun pergi satu per satu, akhirnya Grace mendekati Andrew. "Tuan Andrew, bagaimana kalau saya mentraktir anda makan?".
Andrew yang merasakan perutnya lapar langsung mengangguk. "Baiklah, terima kasih".
Grace menggelengkan kepalanya. "Tidak, seharusnya saya yang berterima kasih".
Andrew kemudian berkata. "Panggil saja aku Andrew".
Grace juga berkata. "Kalau begitu panggil aku Grace, tidak perlu formal".
"Baik". Andrew mengangguk, kemudian dia menuju ke arah Rose yang sedang menunggu di sepeda.
Mata Rose berbinar, dan dia berkata dengan antusias. "Benarkah? Kalau begitu tunggu apa lagi? Mari kita berangkat!".
Melihat Rose yang sangat bersemangat, Andrew tersenyum dan menaiki sepedanya, kemudian dia mengikuti mobil Grace ke sebuah Restoran.
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya tiba di sebuah Restoran Bintang 5, Andrew kemudian meletakan sepedanya di tempat parkir.
Kemudian mereka memasukki Restoran bersama, Begitu mereka masuk ke dalam, Rose langsung berkata dengan takjub.
"Wow, tempat ini sangat besar dan juga mewah sekali".
Melihat itu Andrew tersenyum dan berkata padanya. "Suatu saat nanti ayah akan sering sering membawamu kesini".
Rose menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu, aku hanya ingin terus bersama dengan ayah".
Melihat kedekatan antara Andrew dan Rose membuat Grace merasa iri. "Kalian berdua sangat menyayangi satu sama lain ya".
Mendengar itu Andrew langsung tersenyum. "Ya, karena Rose adalah putriku tercinta dan yang paling cantik".
'Walaupun Rose adalah anak pemilik tubuh terdahulu, tapi semenjak aku yang menempati tubuhnya, jadi Rose sekarang adalah putriku'. Pikirnya
__ADS_1
Grace kemudian berkata dengan sedih. "Berbeda dengan mantan suamiku, dia hanya memikirkan dirinya sendiri, dia juga sering memukul kami".
Ketika Andrew mendengar masa lalu Grace dan Snow yang kelam, dia mencoba menenangkannya.
"Aku turut prihatin dengan kalian, namun aku yakin kalian akan menemukan kebahagiaan kalian suatu hari nanti".
Grace tersenyum ketika mendengar perkataan Andrew.
"Ya, semoga aku bertemu dengan orang yang bisa memperlakukanku dan putriku dengan tulus".
Mereka kemudian duduk di meja yang kosong, kemudian Grace menawarkan Andrew untuk memilih menu.
"Andrew, silahkan pilih menu yang kamu mau".
Andrew mengangguk dan memberikannya kepada Rose. "Rose, kamu pilihlah apa yang ingin kamu makan".
Rose kemudian menunjuk beberapa makanan, lalu Grace memanggil pelayan dan memberitahunya menu yang akan mereka makan.
Sambil menunggu makanan siap. Grace bertanya kepada Andrew. "Andrew, apakah kamu memiliki pekerjaan?".
Andrew menggelengkan kepalanya dan berkata. "Aku saat ini sedang tidak ada pekerjaan tetap, biasanya aku hanya bekerja paruh waktu".
Ketika Grace mendengar itu, dia langsung menawarkan pekerjaan kepada Andrew. "Bagaimana kalau kamu bekerja denganku? Saat ini perusahaanku sedang mencari penjaga keamanan".
"Bolehkah?". Andrew bertanya.
Grace mengangguk. "Ya, tentu saja boleh, besok kamu datanglah ke perusahaanku, nanti aku akan memberitahu kapten penjaga keamanan bahwa kamu akan bergabung".
"Terima kasih banyak". Andrew berkata dengan sopan.
Grace tersenyum dan mengangguk. "Dengan adanya kamu di perusahaanku, aku yakin keamanan perusahaan akan semakin kuat".
Beberapa saat kemudian pelayan datang mengantarkan pesanan mereka, Akhirnya mereka makan bersama.
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya selesai makan, Grace kemudian membayar, lalu mereka pergi meninggalkan Restoran.
Di tempat parkir Andrew mengambil sepedanya, Grace kemudian menyapanya dari mobil. "Sampai jumpa besok di perusahaan".
Andrew tersenyum dan mengangguk. "Ya, sampai jumpa besok dan terima kasih atas traktirannya".
"Rose, Paman, dadah". Snow melambaikan tangannya.
Rose juga melambaikan tangannya. "Dadah Snow, bibi, berhati hatilah".
Andrew juga melambaikan tangannya, kemudian mobil Grace berjalan dan menghilang dari pandangan Rose dan Andrew.
__ADS_1
Andrew kemudian mengajak Rose untuk pulang. "Baiklah, ayo kita pulang sekarang".
"Ayo". Rose berkata dengan penuh semangat. Kemudian Andrew mengayuh sepedanya pulang ke rumah sewaannya.