
Bab 22
Dalam perjalanan kembali ke perusahaan, Andrew mengajak Rose dan Snow untuk pergi ke warung makan terlebih dahulu.
"Anak anak, bagaimana kalau kita pergi ke warung makan?"
"Oke, kami juga sudah lapar saat ini"
Rose dan Snow menjawab dengan gembira sambil mengelus perut mereka yang lapar.
Beberapa saat kemudian mereka tiba di sebuah warung bubur, warung itu bernama [Bubur Ayam Author].
Andrew kemudian memarkirkan mobilnya di depan warung bubur itu, lalu dia keluar dari mobil bersama dengan Rose dan juga Snow.
Kemudian dia duduk di kursi kosong dan memesan kepada pemilik warung.
"Bos, berikan kami 3 porsi bubur ayam"
"Baik, akan segera saya siapkan"
Bos pemilik warung itu segera menanggapinya dengan cepat.
Andrew memperhatikan pemilik warung itu dengan bingung, Karena pemilik warung itu adalah seorang wanita yang masih muda. Mungkin dia masih berada di bangku SMA.
Beberapa saat kemudian pemilik warung itu menyajikan 3 porsi bubur untuk Andrew, Rose, dan Snow.
"Ini bubur kalian, silahkan menikmati"
Pemilik warung itu berkata dengan senyum sopan di wajahnya.
Setelah selesai menyajikan bubur untuk Andrew dan anak anak, pemilik warung itu kemudian kembali menyiapkan bubur untuk pelanggan yang lainnya.
"Ayo, makanlah yang banyak"
Andrew berkata sambil memberikan mangkuk bubur kepada Rose dan Snow.
'Untung Grace memberikan sedikit uang untukku'. pikirnya
__ADS_1
"Terima kasih Ayah"
"Terima kasih Paman"
Rose dan Snow berterima kasih bersamaan.
Akhirnya mereka bertiga memakan bubur mereka dengan sangat lahap.
"Umm, bubur ini sangat enak"
"Ya, kamu benar sekali"
Rose dan Snow langsung memberikan pujian setelah mereka merasakan bubur itu.
Andrew juga mengangguk dan memujinya. "Ya, kalian memang benar, bubur ini terasa sangat enak".
Beberapa saat kemudian mereka akhirnya selesai menghabiskan bubur mereka.
Andrew kemudian ingin membayarnya ke pemilik warung itu, Namun dia melihat ada sekelompok preman yang mengelilingi pemilik warung itu.
"Hey Cantik, apakah kamu tau tempat ini adalah situs milik kami Geng Macan Tutul?"
Pemilik warung itu menjawabnya dengan takut. "T.. tidak tau, saya baru saja buka hari ini".
"Karena kamu tidak tau, maka aku akan memberitaumu, tempat ini adalah situs Geng Macan Tutul. dan karena kamu membuka warung di sini, maka kamu harus membayar pajak kepada kami". Preman itu berkata dengan nada mengancam.
Pemilik warung itu kembali menjawabnya dengan takut. "S... saya baru saja buka dan tidak banyak uang yang saya hasilkan".
Preman itu kemudian berkata dengan ekspresi cabul terpasang di wajahnya. "Jika kamu tidak punya uang, kamu bisa membayarnya dengan yang lain, hahaha".
"Hahahaha"
Semua preman yang mengelilinginya tertawa dengan senyum cabul di wajah mereka.
Mendengar itu pemilik warung langsung menjadi sangat ketakutan. "T.. tidak, s.. saya akan membayarnya nanti".
"Ayolah, kamu harus memanaskan ranjang kami". Preman itu mencoba untuk menangkapnya.
__ADS_1
Namun seseorang tiba tiba menangkap tangannya dan berkata sambil tersenyum. "Tuan tuan ini, tolong jangan terlalu kasar terhadap wanita"
Orang itu tentu saja adalah Andrew, Dia langsung menghampiri mereka setelah melihat banyak preman mengelilingi pemilik warung.
"SIAPA KAU". Preman itu berkata dengan marah.
Andrew menjawabnya sambil tersenyum. "Aku bukan siapa siapa, aku hanya tidak ingin melihat seorang wanita tersakiti di depanku".
"Kau ingin menjadi pahlawan yang menyelamatkan kecantikan?". Preman itu berkata dengan senyum mengejek.
Kemudian dia mencoba menyerang Andrew. "Jika begitu, maka aku akan membuatmu menyesali perbuatanmu".
Preman itu melayangkan tinjunya, namun Andrew berhasil menangkisnya.
*Kretak*
Andrew mencengkeram tinju preman itu hingga membuat tulangnya remuk.
"Arghh"
Preman itu langsung menjerit dengan keras setelah tinjunya diremukkan oleh Andrew.
Kemudian dia menyuruh teman temannya untuk menyerang Andrew. "Apa yang kalian lakukan dengan berdiam disana? hajar dia".
"Horryya"
Preman yang lain langsung melancarkan serangannya kepada Andrew.
Andrew tidak tinggal diam saja melihat itu, dia kemudian menggunakan tubuh preman yang di pegangnya sebagai tameng.
Dia juga memberikan serangan balasan kepada preman yang menyerangnya hingga membuat mereka terkapar di tanah.
Setelah semua preman itu berhasil dikalahkannya, Andrew menghampiri wanita itu dan bertanya. "Apakah kamu baik baik saja?".
"T.. terima kasih, t.. tapi bagaimana denganmu?". Pemilik warung itu bertanya dengan khawatir.
Andrew tersenyum dan menjawabnya. "Seperti yang kamu lihat, aku baik baik saja".
__ADS_1
Preman yang tadi terlihat seperti pemimpin itu kemudian bangun dan berkata kepada Andrew. "Beraninya kau mengganggu bisnis kami, tunggu saja kau, aku akan melaporkan ini kepada Kakak Tino".
Kemudian preman itu mengeluarkan HP nya dan menghubungi seseorang.