
Pagi hari desa bunga hijau...
"System gunakan jubah manipulasi"kata Roy.
Jubah yang semula berwarna putih dengan garis-garis emas,berubah menjadi berwarna hitam legam berkibar dengan indah nya di tubuh Roy.
Roy mulai melangkah menuju kediaman yang sudah satu tahun ini dia tinggalkan,banyak nya warga yang mulai mencurigai keberadaan Roy tapi dia sama sekali tidak menanggapi Dan terus melangkah ke depan dengan anggun.
"Hey kau tau dia siapa kenapa main masuk-masuk desa saja?"ujar salah satu orang yang melihat Roy yang mulai menjauh itu.
"Aku tidak tau juga,tapi kelihatan nya dia mengarah ke rumah nenek yang Selama ini Roy tempati"jawab Shi Mo sambil menatap heran.
"Apa dia mungkin Roy?"Tanya nya lagi.
"Lebih baik kita beri tahu kepala desa saja supaya dia yang mengurus orang misterius itu"ujar Shi Mo
Dengan anggukan pelan mereka berdua mulai melangkah dimana kediaman kepala desa berada.
"..."
Roy yang mulai sampai di kediaman nya dulu itu merasa kembali bernostalgia,meski yang memiliki tubuh bukan lah Roy,tapi perasaan Roy Terasa yaman saat menginjakkan kaki disana.
"Huhhh,kenapa aku merasa bahagia bercampur sedih?"kata Roy sambil melangkah menuju rumah kayu yang berdiameter 5×5 memiliki 2 kamar itu,sudah mulai rapuh dengan banyak nya tanaman rambat menjalar di sekitar rumah.
kediaman kepala desa...
"Tok"tok"tok" kepala desa apa kami bisa masuk?"ujar Shi Mo Dari luar.
Kepala desa yang memeliki tubuh bulat dengan telinga yang panjang dan tinggi 160cm,sedang em-em didalam itu merasa terganggu.
"Haiss mengganggu saja,sayang kita lanjut nanti saja"ujar Tian Ming kepada wanita itu.
Dengan Cepat Tian Ming memasang kembali semua pakaian nya lalu berjalan ke depan pintu melihat siapa orang yang mengganggu aktifitas nya itu.
"Cekrettttt!"Kenapa kalian datang pagi-pagi sekali seperti ini?"Tanya Tian Ming to the poin.
__ADS_1
"Uhhhh,itu kepala desa apa kita sebaiknya berbicara di dalam saja"ujar Shi Mo Dan di angguki oleh teman nya yang berada di sebelah.
"Baiklah silahkan masuk,aku ingin mengambil teh dulu"kata kepala desa lalu melangkah kedalam mengambil cangkir Dan juga teko yang berisikan teh itu 10 menit kemudian.
Setelah semua sudah tersedia di atas meja bundar yang Diduduki oleh 3 orang pria paruh baya itu Shi Mo mulai angkat bicara.
"Kedatang kami kesini ingin melaporkan ada orang yang aneh memasuki desa kita tinggi nya kira-kira 165 cm dengan jubah hitam Dan rambut perak,dia mengarah ke kediaman nenek nya Roy berada"kata Shi Mo dengan ekspresi serius lalu di angguki oleh teman nya yang berada di sebelah.
"Apakah mungkin Roy?"gumam Tian Ming dalam hati,lalu menggelengkan kepala dengan Cepat"Tidak mungkin! yang aku tau ken'er sudah menghabisi nya"lalu menatap 2 orang pria paruh baya di depannya itu.
"Kalau begitu tuntun jalan nya kesana,aku penasaran siapa orang yang lancang memasuki daerah ku tanpa melapor itu"kata nya lalu melangkah keluar Dari kediaman nya itu di tuntun oleh 2 orang pria paruh baya yang berada di depannya.
Kembali lagi di mana Roy berada...
"Nenek Roy minta maaf ya,rumah nenek Roy pindah Kan ke Dunia ilusi agar bisa Roy rawat,nampak nya disini lingkungan nya sudah tidak bagus lagi di pandang"kata Roy dengan tatapan sendu.
Dengan mangarahkan tangan nya di kehampaan Roy mengeluarkan kabut berwarna putih kehijauan di tepian nya saat kabut mulai menghilang Rumah peninggalan nenek Roy itu tiba-tiba menghilang bagai di telan bumi.
"Hmmm,nampaknya aku akan sedikit berolah raga"gumam Roy dengan seringai tipis di wajah nya.
"Heyyy,apa yang kau lakukan dengan Rumah yang berada disini Dan kau siapa?,kenapa tidak melapor dulu sebelum memasuki desa ku"Ujar Tian Ming dengan marah.
Roy yang membelakangi Dimana Tian Ming Dan Rombongan nya berada terkekeh pelan.
"Hmmm,apa kah kau sudah melupakan aku?"ujar Roy tanpa membalikkan badan nya.
"A_apakah kau R_Roy"Ujar mereka serempak.
Dengan membalikkan badanya Roy yang memiliki Paras tampan dengan dagu runcing,rambut perak yang panjang nya sebahu tergerai indah,lalu menatap 3 orang paruh baya yang Masih ternganga itu.
"Wahhhh,aku sangka kalian sudah melupakan keberadaan ku tapi ternyata Masih ingat juga ya"kata Roy dengan senyum tipis nya.
"B_bukan nya kau sudah mati di hutan kematian 1 tahun lalu?"ujar kepala desa yang keceplosan itu.
2 orang paruh baya yang berada tepat di belakang kepala desa langsung terkejut.
__ADS_1
"Apakah hilang nya Roy Selama 1 tahun ini ada sangkut paut nya dengan kepala desa?"gumam mereka di dalam hati.
"Hmmm,ternyata memang benar kau yang merencanakan nya ya,hehehe rencananya aku tadi akan memaafkan mu tapi mau apa di bilang kau sudah mengakui nya sendiri,dengan begini aku bebas akan menghukum mu Kan atas apa yang kau perbuat terhadap ku?"Kata Roy dengan senyum menyungging sebelah.
"Kauu! Berani sekali mengancam ku,kau kira dengan kau yang lemah ini bisa melukai ku hahahaha mimpi!"ujar Tian Ming lalu mengeluarkan mana berwarna kuning yang banyak membuat angin disekitar berhembus kencang.
2 orang yang berada di belakang Tian Ming lansung saja mundur kebelakang Karna mereka memiliki level jauh di bawah kepala desa tidak bisa menolong Roy yang berada di depan mereka itu.
"Bagaimana ini apakah kita akan melihat saja anak itu di bunuh sama kepala desa"ujar Shi Mo yang menatap cemas di mana Roy berada.
Teman nya yang di sebalah lansung memegang bahu Shi Mo lalu menggelengkan kepalanya.
"Jangan Kita lihat saja aku merasa Roy bukan lah Roy yang dulu lebih baik kita menjauhkan warga yang berada di sekitar mereka aku takut nanti terkena dampak pertarungan itu"ujar nya yang melihat Roy memasang seringai tipis di wajah nya.
Dengan Cepat Shi Mo Dan temannya mulai menjauhkan warga sekitar supaya tidak terkena dampak Dari pertarungan antara Tian Ming dengan Roy.
"..."
Kepala desa yang sudah emosi itu langsung melesat kedepan lalu mengeluarkan senjata nya yang berbentuk belati kecil lalu mengarahkan nya ke dada Roy.
"Heh kau kira dengan mainan mu itu bisa melukai ku?,kayyy"ujar Roy,waktu seperti berhenti bergerak belati yang sedikit lagi mengenai tubuh nya itu,dengan melangkah maju kedepan dimana Tian Ming berdiri tadi Roy membiarkan Tian Ming melesat Kan belatinya menusuk kehampaan.
"....?,dimana dia berada perasaan tadi aku sudah hampir mengenai tubuh nya"ujar Tian Ming menoleh kiri Dan kanan lalu kebelakang yang dimana Roy melambaikan tangan nya sambil tersenyum itu"Hai"panggil Roy Dari belakang.
"Kauuu! Berani sekali mempermainkan ku ba***** kecil"sambil menatap dimana Roy berada Tian Ming mulai mengeluarkan seluruh mana nya.
"Akan ku bunuh kau baji**** kecil"Murka nya lalu melesat kembali lebih Cepat Dari kecepatan nya yang awal.
"Huhhh,sudah aku bilang kau tak akan bisa melukai ku dengan mainan kecil mu itu"ujar Roy lalu melangkah maju membiarkan Tian Ming mendekat ke arah nya.
"Shutt"suara belati yang mengarah ke Roy.
"...."
MAAF YA KAK KALAU CERITANYA MONOTON SAMA BANYAK TYPO NYA:)
__ADS_1