
Pagi hari dunia ilusi...
Roy yang sudah bersiap-siap dengan pakaian jubah ilusi nya mulai melangkah keluar kamar nya.
Di ruang kerja...
"Apa semuanya sudah selesai?"Tanya Roy.
Saat melihat Tomoe sudah memegang katana berwana merah muda dengan gagang yang terukir bunga mawar itu.
"Sudah tuan, kita tinggal berangkat saja"Ujar Tomoe dengan wajah yang bahagia.
Dengan anggukan pelan Roy mulai menyelimuti dirinya dan Tomoe dengan kabut,lalu hilang di kehampaan.
Kerajaan pedang merah...
Xiao Huan yang lagi mengadakan Rapat dengan petinggi nya itu lansung terlonjak kaget saat di tengah-tengah ruangan itu kabut putih mulai keluar dari kehampaan.
Dengan langkah pelan Roy dan Tomoe melangkah keluar dari kabut...
"Eee,Kenapa masih disini?"Gumam Roy dalam hati saat melihat keramaian itu.
Dengan cepat...
"Salam Yang Mulia"Ujar semua orang yang berada di Ruangan itu sambil menekuk sebelah kaki nya.
"Y-ya! aku terima salam nya"Ujar Roy dengan canggung.
"Baiklah aku hanya ingin lewat saja, kalian lanjutkan saja pertemuannya"Ujar Roy lalu melangkah keluar ruangan itu dengan Tomoe,tanpa memperdulikan semua orang yang menatap nya itu.
"Kenapa aku merasa penguasa muda itu memancarkan aura yang menenangkan"Ujar Xiao Huan yang masih tercengang dan di angguki oleh Lu Yun.
***
Setelah berjalan 10 menit, Roy mampir ke Paviliun Ilusi dulu...
"Salam Yang Mulia-Nona Tomoe"Ujar penjaga pintu dan di angguki singkat oleh Roy dan Tomoe lalu melangkah masuk menuju ruangan Shi Mo.
"Tok!"Tok!"Tok!"
"Aku datang paman!"Ujar Roy dari luar dan langsung saja dia masuk.
Yang di lihat Roy sekarang banyak nya kertas berserakan dan di meja Shi Mo bertumpuk hampir menutupi meja nya itu.
"Ehh,Yang Mulia, maaf keadaan nya berantakan"Ujar Shi Mo menggaruk kepala yang tidak gatal saat melihat kedatangan Roy secara mendadak itu.
Dengan gelengan pelan...
"Kenapa semua orang berubah sejauh ini"Gumam Roy dalam hati,karna panggilan yang di lontarkan Shi Mo itu.
"Huh baiklah paman,aku hanya ingin menanyakan masalah kemarin"
"Apa mereka ada melakukan pergerakan semalam, yang merugikan paviliun?"Tanya Roy dengan serius.
__ADS_1
Dengan anggukan pelan...
"Semalam ada 5 orang, datang dengan pakaian yang tertutup membawa obor dan jerami"
"Tapi dengan cepat prajurit yang aku bawa dari kekaisaran memberantas itu semua"
"Namun kami tidak bisa menangkap salah satu dari mereka, karna dengan cepat seperti pemimpin mereka mengeluarkan bom asap lalu mereka menghilang di kehampaan dan kami juga sudah mengejar nya, tapi tidak menemukan jejak mereka sama sekali"Ujar Shi Mo dengan serius.
"Baiklah paman, aku mengerti sekarang!"Ujar Roy lalu dia mengulurkan tangan nya di kehampaan.
Tiba-tiba gumpalan cahaya putih keluar dari tangan Roy makin lama makin membentuk seperti manusia itu lalu.
"Siap melaksanakan perintah Yang Mulia!"Ujar kloning yang sangat mirip dengan Roy itu dengan berlutut.
Shi Mo dan Tomoe yang melihat ada dua Roy di depan mereka hanya bisa melongo.
"A-apa itu kekuatan Yang Mulai, yang baru?"Gumam kecil Shi Mo.
"Huh,untung aku sudah tau hari seperti ini akan terjadi kembali"Gumam Kecil Tomoe.
"Hmmmm,aku meminta tolong ke pada mu! untuk menjaga sementara paviliun ini"Ujar Roy tanpa memperdulikan keterkejutan bawahan nya itu.
"Siap laksanakan yang mulia"Ujar nya.
Dengan melirik sedikit ke depan.
"Paman, Kloning ku ini kekuatan nya hampir sama dengan ku,jadi paman bisa tenang sekarang"Kata Roy dengan santai nya.
Dengan anggukan pelan...
"Tomoe,kita berangkat sekarang"Ujar Roy yang di angguki oleh Tomoe.
Setelah itu mereka melangkah keluar ruangan lalu melangkah keluar kerajaan pedang merah.
"Aku datang"Ujar Gu Yinji yang baru saja dari lantai tiga itu.
Saat baru melangkah...
"Bukkkkk!"
"Salam Yang Mulia"Ujar Gu Yinji saat melihat Roy yang lagi duduk santai itu, menatap kosong ke depan.
Dengan gelengan pelan...
"Dia bukan Yang Mulia itu kloning nya"Ujar Shi Mo dengan terkekeh kecil.
***
Setelah mereka sampai di luar tembok kerajaan pedang merah, Roy menghentikan jalan nya.
"Tomoe, tunggu sebentar, aku ingin mencoba sihir baruku"Kata Roy dengan antusias.
Lalu Roy mulai membayangkan Sepasang sayap di kedua punggung nya tiba-tiba.
__ADS_1
"Swussss!"Swussssss!"
Sayap indah yang tercipta dari elemen cahaya dengan warna putih dan butiran-butiran emas keluar dari kepakan sayap Roy itu dengan 5-5 meter di kedua sisi nya.
"Woahhhhh indah nya"Gumam Tomoe sambil melihat sepasang sayap yang berada di punggung Roy.
"Hmmm,ayo sini biar aku membawa mu terbang"Kata Roy sambil mengembangkan sebelah tangan kanan nya.
Dengan anggukan pelan Tomoe mulai mendekat lalu Roy memeluk pinggang Tomoe dengan sebelah tangan nya itu.
"Swusssssss!"Swusssssss!"Suara kepakan sayap Roy menciptakan angin kencang di sekitaran nya lalu mulai terbang keatas.
Meski percobaan pertama, Roy dengan mudah mengontrol pergerakan nya, setelah sampai di ketinggian 500 kaki.
"Huh Ternyata tidak sulit juga"Gumam Roy lalu mengepakkan sayap nya menuju Utara di mana kekaisaran matahari berada.
***
Di perjalanan...
"Mio,apa kau mendapatkan informasi lagi?"Gumam Roy dalam hati.
Mio yang lagi di Landa kebosanan itu dengan cepat membalas...
"Belum tuan mereka tidak melakukan pergerakan apapun dari semalam"Ujar Mio lewat telepati.
"Terus yang menyerang paviliun semalam siapa?"Gumam Roy dalam hati.
"Huh,baiklah Kau tunggu saja aku sebentar, atau pergi saja ke penginapan di sana, aku dan Tomoe sudah dalam perjalanan ke sana!"Ujar Roy.
Mendengar kata Roy, Mio lansung senang...
"Hmmm,Baik tuan"Ujar Mio dengan antusias.
Lalu Roy mulai mempercepat lajunya itu..
Karna mendapat perintah oleh Tuan nya Mio lansung saja keluar dari tempat persembunyian nya itu,lalu menarik semua benang yang di keluarkan nya.
"Huwaaaaaah! akhirnya bisa menghirup udara segar juga!"Gumam Mio,yang berada di tepian kekaisaran matahari lalu melangkah pergi.
Di perjalanan Mio yang melihat berbagai makanan di kedai-kedai kecil itu, membeli semuanya apa saja yang dia lihat.
"Aku beli lima tusuk manisan nya!"Ujar Mio sambil menjulurkan beberapa koin perak itu.
Tidak jauh dari Mio berada sekarang ada seorang anak kecil yang lagi mendekati nya itu.
"N-nona apa kau bisa memberiku sedikit makanan mu!"Ujar anak itu dengan menunduk.
Dengan melirik sedikit ke arah bawah kiri nya...
Yang di lihat Mio sekarang seorang anak laki-laki,rambut hitam, dengan baju yang koyak dan kotor, sedang menunduk ke bawah itu.
"..."
__ADS_1