
Alam iblis....
"Uhuuuuuukh! baji**** itu, kenapa secepat ini pil itu di gunakan nya"Raja Iblis mengeluarkan seteguk darah hitam.
"Yang mulia apa yang terjadi dengan mu?"Tanya penasihat tepat di sebelah Raja Iblis.
"Klan Tian itu, pil yang kita buat dari bagaian tubuh ku sudah di gunakan nya!,tapi aku tidak tau kenapa dia bisa mati,mana orang yang melakukannya tidak bisa kurasakan sama sekali"ujar raja iblis dengan kebingungan.
"Apa dia sudah menggunakan nya yang mulia?,apa itu berhasil?"kata penasihat itu dan dibalas cuman anggukan singkat oleh raja iblis.
"kalau begitu,berarti ini berita bagus tanpa kita melakukan percobaan lagi itu sudah pasti akan secara sempurna akan bekerja"ujar Penasehat dengan seringaian nya.
"Ya kau benar tapi umur ku juga mana ku akan terkuras di buat nya"ujar raja iblis.
"..."
Satu hari berlalu.....
Berita tentang kehancuran klan Tian dengan cepat menjalar ke segala penjuru.
Kerajaan pedang merah yang mengalami kerugian yang di bilang tidak sedikit itu belum juga merenovasi semua bangunan yang terkena dampak karna kurangnya dana untuk pembangunan ulang.
Orang yang melakukan itu masih menjadi misteri juga dengan hilang nya salah satu komandan Xiao Bin.
Dunia ilusi pagi hari....
"Ukhhhh,kenapa berat sekali rasanya badan ku ini?"gumam Roy.
Tapi saat dia melihat kebawah perutnya Ternyata Komoe,Mio,Tomoe, menjadikan tubuh nya sebagai bantal,karna mereka merasa ada pergerakan perlahan membuka mata juga.
"Hoammmm sudah pagi ya?"Gumam mereka bersamaan tanpa memperdulikan Roy yang sedang menatap mereka itu karna nyawa nya belum terkumpul 100%.
"Enak ya pasti bantal nya empuk sekali!"kata Roy yang masih memangku 3 kepala di tuhnya itu.
Karna merasa ada yang menegur mereka Tomoe dan Mio serempak melihat ke arah Roy.
"Ehhhh sudah bangun tuan?,maaf semalam kami ketiduran saat mengalirkan mana ke tubuh tuan hehehe"ujar mereka sambil menjauh dari tubuh Roy tanpa merasa bersalah.
__ADS_1
"Hmmmm dada papa enak di jadikan bantal"gumam Komoe yang masih belum sepenuh nya sadar itu dan kembali membenamkan kepalanya.
"Komoe bisa bangun dada papa rasanya sudah mati rasa ini"kata Roy dengan lembut sambil mengusap pelan kepalanya karna merasa tidak tega juga.
Sambil mengerjap-ngerjap kan matanya Komoe mulai tersadar lalu melihat Roy yang sedang menatap nya juga itu.
"Papa ternyata sudah bangun Komoe dari semalam takut sekali"Ujar nya sambil memeluk Roy dengan erat.
Setelah semua nya bangun Roy di rundung seribu pertanyaan oleh bahawan nya dengan sabar Roy menjelaskan,dan Roy juga di beri tau tentang kedatangan Xiao Bin yang tidak sengaja terhisap ke dunia ilusi itu juga, 20 menit kemudian.
"Seperti nya aku membutuhkan pasukan,ternyata bertarung sendiri itu sungguh sangat merepotkan sekali!"gumam Roy dalam hati.
"Dek!"
Tiba-tiba Roy ingat sesuatu.
"Komoe,Tomoe ,Mio, ada yang ingin aku selesaikan dulu,bisa di antara kalian menunjukkan jalan ke tempat orang itu?"kata Roy yang tiba-tiba wajah nya berubah datar yang di lihat menakutkan itu.
Mereka yang melihat perubahan dari wajah tuan nya bergidik ngeri dengan anggukan pelan Tomoe mengajukan diri menemani Roy ke tempat Xiao Bin itu.
Setelah kepergian Tomoe dan Roy, Mio dan Komoe menatap satu sama lain dengan keheranan.
"Kenapa Tuan tiba-tiba seperti itu?, firasat ku bertanda ini tidak baik-baik saja"gumam Mio dalam hati yang masih di Landa pertanyaan.
Tidak lama mereka berjalan tanpa ada nya pembicaraan di jalan Tomoe mulai mengarah ke kamp yang tidak jauh dari tempat mereka tadi.
"Salam yang mulia"ujar ras orc serempak sambil menunduk yang cuman di balas anggukan oleh Roy itu.
"Tomoe kau tunggu saja di luar biar aku yang masuk!"kata Roy yang masih dengan wajah datarnya itu.
"Tap-,huh baiklah"kata Tomoe yang belum sempat berbicara sudah di tatap oleh Roy itu.
Tanpa memperdulikan orang yang berada di dalam Kamp Roy menerobos masuk saja.
Xiao Bin yang sedang termenung di dalam lansung terlonjak kaget karna ke datangan pria tampan itu.
"T-tuan ah maksudnya Yang Mulia maaf karna sudah lancang memasuki daerah kekuasaan mu"kata Xiao Bin yang sudah di dera ketakutan sambil menekuk sebelah lutut nya.
__ADS_1
Roy yang melihat itu lansung mengulurkan kedua tangan nya supaya Xiao Bin berdiri kembali.
"Paman tidak usah sungkan, itu panggilan yang di lontarkan ras-ras itu saja kepada ku tanpa aku mintai"ujar Roy dengan lembut.
"T-tuan aku mohon jangan eksekusi aku dulu aku belum menikah,masih banyak hal yang harus aku selesai kan dulu,sebelum meninggal"ujar Xiao Bin yang masih di dera ketakutan itu dan ingin bersujud kembali.
Roy yang melihat itu dengan cepat memegang tubuh Xiao Bin kembali lalu menggelengkan kepala.
"Paman kami tidak sejahat yang paman pikirkan,di sini bukan paman saja yang ras manusia, masih banyak lagi tapi mereka berada di bagian selatan mengurus ladang pangan kami dan aku juga manusia jadi tolong buang pikiran buruk paman itu"ujar Roy.
Dengan helaan nafas...
"Masalah paman yang di serang oleh ras kemaren itu aku meminta maaf karna mereka mengira paman yang melukai ku,dan perkenalkan namaku Roy"kata Roy dengan lembut yang di balas anggukan oleh Xiao Bin itu.
Merasa pembicaraan nya sudah tidak terasa canggung lagi Roy kembali membuka suara.
"Aku akan membawa paman kembali ke kerajaan pedang merah"kata Roy dengan wajah serius yang di balas dengan wajah berbinar oleh Xiao Bin itu.
"Tapi sebelum itu......."
Setelah pembicaraan singkat itu Roy mulai menyelimuti Dirinya dan juga Xiao Bin dengan kabut putih berwana hijau di tepian nya itu lalu mereka tiba-tiba hilang di kehampaan tanpa memperdulikan orang yang sedang menunggu di luar kamp.
"..."
Karna merasa lama sekali tuan nya di dalam kamp, Tomoe menerobos masuk saja.
"Tuan apa sudah sele-,eh sudah menghilang saja?"kata Tomoe dengan wajah yang masam.
"Huhh,padahal aku ingin ikut juga main tinggal-tinggal saja"kata Tomoe lalu melangkah keluar dengan kaki yang di hentak-hentakkan ke tanah karena merasa kesal.
Komoe mulai berjalan kearah perpustakaan tempat ternyaman nya itu 10 menit kemudian.
"Ckretttttt!"aku datang"kata Tomoe lansung menuju meja nya itu.
Saat Tomoe masuk dia melihat Mio dan juga Komoe yang masih mengahayal itu.
"Tidak usah di pikirkan mungkin tuan hanya tidak menyukai sesuatu saja,karna aku juga pernah melihat tuan dengan wajah nya yang seperti itu"Kata Tomoe sambil menghela nafas panjang yang di balas angukan ringan oleh Mio dan Komoe itu.
__ADS_1
"..."