
Setelah Roy menyelesaikan permasalahan di kerajaan pedang merah,Roy meminta tanah kediaman klan Tian dulu untuk di jadikan nya tempat dagang di kerajaan Pedang Merah dan Xiao Huan memberikan nya dengan senang hati,lalu dia lansung memeriksa semua kediaman para penghianat itu.
Roy menemukan beberapa budak kembali di kediaman penghinat itu dan lansung saja semua kediaman nya di jadikan tanah kosong oleh Roy.
Para penduduk yang melihat aksi kejam Roy hanya bisa diam mematung saja karna dia di temani oleh Xiao Huan dan Xiao Bin memberantas itu semua.
Sekitar 500 orang budak tahanan yang Roy dapat kan,diantara nya 380 laki-laki dan 120 wanita.
"Huhh,akhirnya bisa juga tenang"kata Roy setelah memasukkan semua budak ke dunia ilusi.
"Yang Mulia Apa yang harus kami lakukan ke depan nya?"ujar Xiao Huan,sambil menatap tanah yang sudah kosong bekas Roy ratakan itu.
"Hmmmm,menurut ku lebih baik kamu mememilih kembali petinggi yang bisa kamu percaya selain 2 orang itu,tapi itu terserah kamu saja"kata Roy santai.
Xiao Huan mendengar itu mata nya lansung berbinar sambil menatap lekat Roy di depannya.
"Bagai mana kalau Yang Mulia pilihkan, kalau aku yang memilih takut nya kejadian seperti ini akan terulang kembali"Ujar Xiao Huan dengan wajah berbinar dan di angguki oleh Xiao Bin.
Roy yang mendengar itu hanya menggeleng kan kepala nya pelan.
"Baiklah setelah aku meratakan bekas rumah di klan Tian kita akan memilih petinggi baru"ujar Roy.
Lalu melangkah menuju klan Tian di ikuti oleh 2 bersaudara itu dan tentunya Luyina setia di samping Roy tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
30 menit kemudian...
Setelah semua nya selesai Roy dan Rombongan kembali ke kerajaan pedang merah untuk memilih kembali petinggi baru.
Di perjalanan...
"Kenapa aku tidak menemukan semacam alat untuk pengirim barang di klan Tian itu,kalau tidak dari mana asal nya semua barang dari alam iblis itu?"gumam Roy dalam hati sambil melangkah kembali.
"..."
Akademi pedang merah...
__ADS_1
Berita tentang kehancuran keluarga petinggi dan penguasa baru di kerajaan membuat hati semua orang di Landa ketakutan dan ada juga yang merasa senang.
"Kau tau sekarang?, kerajaan kita di bawah nawungan kekaisaran baru"Ujar salah satu guru yang di Sana.
"Aku belum mendapatkan informasi itu tapi kalau memang iya aku senang mendengarnya,sudah lama sekali aku membenci keluarga-keluarga petinggi itu,tidak sedikit dari mereka yang mengucilkan orang-orang seperti kita"Ujar nya sambil geleng-geleng kepala.
Tidak jauh dari sana Su Fort tidak mendengar pembicaraan guru itu karna Serdang memikirkan sesuatu.
"Alat sihir yang aku temukan di klan Tian itu sebenarnya untuk apa?,sudah berapa kali aku coba kenapa tidak berfungsi?"Gumam Su Fort dalam hati sambil memikirkan kembali cara untuk mengaktifkan nya.
Su Fort menemukan semacam kristal hitam yang di tengah-tengahnya terdapat seperti pola sihir berwana merah membentuk seperti lingkaran dan ada tanda bintang tergambar di tengah-tengahnya yang Su Fort belum mengetahui apa itu.
Bukan nya Su Fort tidak mengetahui semua berita yang beredar di kerajaan,karna dia tidak terlalu mementingkan itu,asal jangan keluarganya saja yang di sentuh Su Fort juga tidak akan memikirkan hal yang lainnya.
"..."
Setelah sesi pemilihan petinggi baru,Roy dan Luyina ingin beranjak pergi pulang ke dunia ilusi, Roy sudah menawarkan Xiao Huan untuk ikut cuman sekedar melihat di mana kekaisaran yang akan Roy buat itu, tapi Xiao Huan menolak dengan alasan memberi petinggi baru perkejaan dulu dan menyelesaikan masalah pembangunan ulang di kotanya.
Dengan mengulurkan tangan nya di kehampaan Roy mengambil sebuah kristal yang di belinya di toko system.
"Aku pamit pulang dulu dan ini adalah alat untuk kita berkomunikasi alirkan saja sedikit mana mu lalu sampaikan pesan di dalam nya secara otomatis pesan itu akan sampai kepada ku"Kata Roy sambil memberikan semacam kristal komunikasi untuk Xiao Huan.
Dengan cepat Xiao Huan menggeleng kepala.
"Sekali lagi terimakasi Yang Mulia kalau ada apa-apa nanti aku akan menghubungi Yang Mulia"Ujar Xiao Huan dengan tulus dan hanya anggukan pelan di balas oleh Roy.
Dengan mengarahkan tangan nya di kehampaan Roy menyelimuti dirinya dan juga Luyina dengan kabut putih dengan warna hijau di tepian nya dan menghilang di kehampaan begitu saja.
"Aku tidak tau rahasia apa lagi yang di miliki penguasa muda itu"ujar Xiao bersaudara saat melihat Roy yang sudah menghilang itu, lalu melenggang ke tempat kerja masing-masing.
Tidak jauh dari mereka sekarang Xiao Lin sedang menangis di pangkuan ibunya.
"Hiks!"Hisk!"Hiks!"
"Ibu apa aku tidak bisa dekat dengan nya lagi?,apa aku kurang menarik di mata nya?"Ujar Xiao Lin.
__ADS_1
Yang tersedu-sedu tangis nya saat dia melihat Roy membawa seorang wanita di sebelahnya dan Roy tidak pernah melirik Xiao Lin sama sekali saat berada di kerajaan tadi padahal mereka sudah berdekatan tadi.
"Nak bukan nya ibu melarang mu dengan,penguasa baru itu,tapi menurut ibu lebih baik kamu terima tawaran pangeran kerajaan sebelah saja,biar tidak terlalu memikirkannya lagi"Ujar Lu Yun lembut sambil mengusap kepala Xiao Lin pelan.
"Tidak Ibu aku hanya ingin dia,dia lah yang membuat ku bisa tertarik dengan lelaki selama ini,aku tidak mau yang lain"Ujar Xiao Lin lalu berlari kecil ke arah kamar nya berada meninggal kan ibunya sendirian.
Bukan nya tidak ada yang mau dengan Xiao Lin hanya saja dia tidak pernah tertarik dengan pangeran maupun keluarga bangsawan yang pernah melamar nya dari dulu itu dan sekarang saat dia suka dengan seseorang seperti rasa suka nya hanya bertepuk sebelah tangan saja.
Dengan menghela nafas pelan...
"Xiao Lin ibu hanya bisa mendukung mu dan maafkan bukan maksud ibu tadi menyakiti perasaan mu,Ibu hanya memberi nahisat saja, Apapun itu yang akan terjadi kedepannya mungkin ibu hanya bisa mendukung mu saja"Ujar Lu Yun lalu ikut bangkit juga menuju ruang kerja suami nya itu.
"..."
Dunia ilusi...
Roy yang baru saja sampai lansung di tarik tangan nya oleh Mio dan Tomoe tidak lupa Komoe yang berada di punggung Roy,meninggal kan Luyina begitu saja.
Setelah sampai di kamp Roy...
"Tuan apa maksudnya ini?"Kata Tomoe dengan datar.
"Ya benar tuan apa kami kurang untuk mu"lanjut Mio tak kalah menakutkan nya.
"Papa punya mama baru lagi ya?"gumam kecil Komoe tidak memperdulikan Mio dan Tomoe yang sedang mengintrogasi itu.
Dengan mengulurkan Tangan nya Tomoe mengeluarkan Komoe dari kediaman Roy lalu mengunci nya diri luar.
Roy yang melihat itu bergidik ngeri.
"Apa-apaan mereka ini?"ujar Roy sambil berkeringat dingin.
"I-itu aku menemukan nya di klan Tian tidak ada maksud lain kok serius"Kata Roy sambil membuat huruf V di jarinya.
"Kak Tomoe!"Ujar Mio dan di angguki oleh Tomoe itu.
__ADS_1
Tiba-tiba.....
"..."