
Saat Roy mendekat ke arah di mana Kotak Itu bergetar kecil, seakan merasa antusias sekali saat Roy mendekat ke arah nya.
Tidak lama...
"Zwing!....." Cahaya berwarna emas keluar Dari kotak lalu masuk ke area tengah-tengah alis Roy itu.
"Dek!"
"Dimana ini? Kemana mereka berdua?" Gumam Roy sambil melirik ke kiri Dan kanan, yang di lihatnya sekarang ruangan hitam dengan cahaya kerlip-kerlip bintang yang berada di atas nya.
Diluar alam sadar Roy sekarang, Tubuh nya di selimuti dengan cahaya emas terang, melayang di kehampaan bersamaan dengan kotak kayu itu, berhadapan dengan Roy.
"K-kakek apa dia akan baik-baik saja?" Ujar Su Ford, sambil menatap lekat Roy.
"Hah...ternyata Prosesnya Cepat juga, aku sangka kotak Itu lupa dengan Tuan nya"Gumam Su Muing dengan senyum tipis, tanpa menjawab pertanyaan Su Ford.
"M-maksud kakek?"Ujar Su Ford dengan ke bingungan.
"Kau akan tau nanti dengan sendirinya, saat ingatan Yang Mulia penguasa akan kembali 1/3 nya"Ujar Su Muing , makin membuat Su Ford penasaran dalam diam.
***
"Apa Itu? kenapa dia mirip sekali dengan ku?" Gumam Roy menatap di depan nya ada satu sosok dengan pakaian hitam legam yang sedang menatap nya juga, sambil diam itu sekitar 100 langkah Dari nya sekarang.
Merasa penasaran Roy mendekat ke arah di mana Sosok itu berada tapi semakin lama Roy mendekat, tubuh nya serasa semakin berat saja.
"Ukh....tekanan Dari mana ini?"Gumam kecil Roy, sambil menatap nanar ke depan nya.
Tidak lama...
"Kau harus melewati berbagai tahap untuk sampai ke pecahan jiwa mu itu! Setiap 10 langkah kau akan mengalami berbagai rintangan" Gema suara seperti pria tua yang entah Dari mana berasal itu.
"Apa! Aku tidak mengerti sama sekali maksud mu!" Teriak Roy yang kebingungan.
Sudah berapa kali Roy berteriak ingin mendapat jawaban atas pertanyaan nya itu, tapi tidak ada tanggapan sama sekali, yang di dengar nya hanya pantulan suara nya saja.
"Hah! Aku harus menyelesaikan ini dengan secepat nya!"Kata Roy lalu melangkah kembali itu.
__ADS_1
Sudah 20 langkah, tekanan yang di rasakan nya semakin menjadi-jadi.
"Akh...kenapa kaki ku semakin berat!"Teriak Roy sambil memegang kaki nya.
"Hoi! Kau yang disana bisa mendengar ku tidak?"Teriak Roy sambil menunjuk sosok itu, tapi tidak ada tanggapan sama sekali.
Merasa tidak ada tanggapan sama sekali, Roy menguatkan tekat nya untuk segera sampai di mana Sosok itu berada, yang kira-kira membutuh Kan 80 langkah lagi.
Sudah berjam-jam lama nya Roy berjalan hanya bisa melangkah 35 langkah saja, semakin Roy melangkah kan kaki nya seperti di beri perekat saja, membuat dia memasang wajah jelek sambil berteriak tidak jelas di sepanjang jalan nya.
"System apa kau bisa mendengar Kan suara ku?"Gumam Roy tapi tidak ada tanggapan sama sekali.
"Argh...kenapa di saat seperti ini, kau tidak berada di sisi ku!"Teriak Roy dengan keringat yang mulai membanjiri tubuh nya itu, lalu kembali melangkah walau berat rasanya.
***
Di luar kesadaran Roy sekarang...
Komoe, Tomoe, Wuw Dan Wiw, yang merasa kehilangan Selama berjam-jam mulai mencari di mana keberadaan Tuan Mereka dengan perasaan cemas.
"Apa kau bisa merasakan keberadaan Tuan?"Ujar Tomoe, sambil melirik Wuw Dan Wiw itu Dan di balas gelengan kepala pelan saja.
Dengan anggukan pelan oleh Wuw Dan Wiw mereka juga ikut melangkah mencari keberadaan Tuan nya.
Setelah mencari kesana Dan kesini mereka tidak menemukan sama sekali batang hidung orang yang mereka cari, merasa kesal, mereka mulai menanyai salah satu anggota klan yang seperti tau keberadaan mereka, namun dia seperti tutup mulut tidak mau memberi tau itu.
Dengan senyum kecil nya...
"Kalian semua kalau Masih tutup mulut juga...tidak memberi tau kami di mana Yang Mulia berada...Akan Aku hancurkan Klan ini"Teriak Tomoe sambil mengangkat katana nya.
"Booom...."Tekanan Mana yang kuat menggetar Kan aula itu, membuat semua orang yang mereka kumpulkan mulai berkeringat dingin.
Masih tidak ada sama sekali orang yang membuka suara nya, membuat semua bawahan Roy itu, semakin kesal saja, Lalu Tomoe mulai menggerak Kan katana nya tapi sebelum itu terjadi...
"Kau! Beri tau saja, dari pada Klan kita di ratakan nya!"Ujar salah satu kerumunan yang mulai panik itu.
Dan Dibalas anggukan oleh semua orang...
__ADS_1
Merasa mereka mau buka suara juga Tomoe dengan Cepat menghilangkan tekanan Mana nya...lalu mendengar Kan kata orang itu, dengan anggukan singkat Tomoe beserta Rombongannya mulai ditutun menuju ruangan rahasia itu.
"N-nona aku hanya bisa mengantar sampai disini saja"Ujar nya dengan Kegugupan.
Dengan anggukan singkat Dari Tomoe lalu dia menekan salah satu rak buku itu...sambil melangkah kembali...
"Tak!"Tak!"Tak!" langkah kaki mereka saat mulai nampak di kedalaman Ruangan itu.
Su Muing Dan Su Ford yang menatap Roy lekat dengan diam mulai terbuyar lamunan nya saat mendengar langkah kaki itu...
"Hah! Ternyata mereka mencari keberadaan Tuan Mereka juga!"Gumam Su Muing.
"Apa mereka tidak apa-apa kek kalau kesini juga?"Ujar Su Ford.
Dan di balas anggukan singkat oleh Su Muing.
Tidak lama Mereka berjalan mulai tampak Roy yang di selimuti cahaya emas itu, melayang di kehampaan.
"Tuan, Papa!" Kata mereka bersamaan dengan panik.
"Kalian tidak usah Khawatir"Ujar Su Muing dengan santai.
Semua nya lansung saja menatap curiga Su Muing itu, dengan helaan nafas panjang, Su Muing mulai menceritakan yang terjadi dengan Roy sekarang, meski mereka antara percaya Dan tidak Su Muing tetap meyakinkan kalau itu akan baik-baik saja.
***
1 minggu berlalu...
"S-sudah berapa lama aku terjebak di ruangan ini!"gumam Roy dengan keringat yang Banyak Dan tubuh mulai lemas.
"Ugh...Mungkin dengan sihir aku bisa melewati ini semua, tapi kenapa elemen ku Terasa di segel saja"Gumam Roy yang sudah 60 langkah itu.
"Apa aku akan terjebak di sini? Tidak-tidak aku harus kuat, banyak orang yang Masih membutuh Kan keberadaan ku"Gumam Roy, dengan memikirkan tanggung jawab besar nya itu beserta keluar kecil nya.
Dengan tekat yang semakin kuat Roy terus melangkah, sambil memikirkan keluarga kecil nya itu, entah kenapa tenaga Roy Terasa kembali saat pikiran itu hinggap di kepalanya, dengan senyum kecil nya sambil terus melangkah.
Tidak lama Roy melangkah dengan tekat nya yang kembali kuat itu, meski dengan kaki yang semakin gemetar hebat...
__ADS_1
"Ha! akhir nya sampai juga!" Teriak Roy yang tinggal satu langkah lagi, menuju sosok itu, lalu dengan mengulurkan satu tangan nya Roy menyentuh sedikit jubah nya Tiba-Tiba.
"..."