
satu hari setelah kejadian,pagi hari kerajaan pedang merah....
Tian Ken yang sudah satu tahun ini di terima akademi karna lolos seleksi ingin menjenguk ayahnya serta pamer ke teman-temannya dengan membawa baju kebanggan akademi itu karna sudah di beri izin oleh pihak akademi, Tian Ken langsung berangkat menuju kampung halaman nya itu.
Baju khas akademi berwana merah dengan corak pedang di punggung nya,Tian Ken yang sudah berumur genap 16 tahun itu,langsung menyewa kuda di daerah kota sekitaran.
Saat di perjalanan Tian Ken senyum-seyum sendiri karna membayangkan saat dia pamer nanti dengan menunggangi kuda sewaan dari kota itu.
"Hehehe kalian lihat lah jubah ku nanti,berkibar dengan indah nya di tubuh ku"kata Tian Ken diperjalan lalu mempercepat laju nya.
"..."
Setengah hari di perjalanan Tian Ken yang hampir sampai di desa Bunga hijau tiba-tiba dilanda keterkejutan saat dia melihat dari jauh desa nya seperti tidak kelihatan sama sekali lalu makin mempercepat kembali laju kuda itu.
Saat sudah sampai di depan desa...
"A-apa yang t-terjadi,kenapa desa ku menjadi debu hitam begini?"kata Tian Ken yang sudah turun dari kuda itu lalu berlari ke arah kediaman nya dulu.
Setelah menampakkan kaki di bekas kediaman nya dulu.
"Ayahhhhhhhh! dimana kamu?,kenapa dengan desa kita ini!"Teriak Tian Ken saat sampai di kediaman nya itu yang sudah tinggal debu hitam saja.
Lalu dia berbalik melihat ada satu bekas lobang yang dalam nya 3m dan lebar nya 100m itu karna penasaran Tian Ken mulai mendekat.
"I-ini! bukan nya bekas baju ayah?,kenapa bisa berada di sini,hiks!,hiks!,hiks!"Kata Tian Ken saat melihat sebuah potongan lambang baju dengan bunga hijau terlukis di sana lalu di ambil nya dan di pegang erat-erat.
"AKU BERSUMPAH SIAPA SAJA YANG MELAKUKAN INI AKAN AKU BALAS 1000 KALI LIPATTTTTTT!"sumpah Tian Ken berteriak ke arah langit dengan air mata yang membanjiri pipinya.
Dunia ilusi....
"Huacimmmmm!, huh,siapa yang menyumpahi ku?"Gumam Roy yang lagi rebahan santai sambil menggosok hidung nya.
Satu Minggu berlalu,Dunia ilusi....
Selama satu Minggu ini Roy dan Shi Mo terus saja melakukan persiapan untuk mengekspor hasil pangan dan berbagai artefak yang di buat oleh ras draft.
Dan selama ini pula Roy memberi pelatihan berpedang bagi Shi bersaudara.
Shi Mo yang sudah mengetahui Roy memberikan anak nya pelatihan karna Roy sendiri yang memberi tahu nya.
"Kalau mereka bisa kuat kenapa tidak,mungkin dengan pelatihan itu yang awalnya mereka akan tertanam tanpa di kenang,mungkin dengan menjadikan mereka kuat nama keluarga ku bisa di ketahui oleh berbagai orang dan mengenang nama mereka"pikir Shi Mo yang tidak marah dengan perbuatan Roy itu.
"..."
__ADS_1
Pagi hari....
Hari ini adalah hari di mana Shi Mo akan membuat surat dagang di berbagai kekaisaran dengan di temani oleh seorang teman nya yang Shi Mo percayai dan hari ini juga Roy kembali berkelana ke Kerajaan Pedang Merah untuk memastikan hubungan keluarga Tian dengan Ras Iblis itu.
Sebenar nya Roy juga di temani oleh Mio dan Komoe tapi dengan alasan Roy yang jitu membuat niat mereka pudar, kata Roy.
"Kalau kalian ikut pergi juga,nanti siapa yang akan menjaga dunia ilusi?"
Dan di sanalah niat mereka yang awalnya ingin ikut langsung sirna seketika dengan satu kata itu.
"..."
"Baiklah hari ini aku akan berangkat menuju kerajaan pedang merah,Aku percayakan dunia ini sama mu Tomoe dan juga Mio"Kata Roy sambil menatap 3 wanita di depannya.
"Tuan bagaimana pikirkan kembali lagi, tentang kami ingin ikut itu?"Ujar Mio dengan wajah memelas.
"Benar tuan kami khawatir dengan keselamatan mu,kalau nanti terjadi apa-apa gimana!"Lanjut Tomoe.
"Hmmm kalau Komoe nggak apa-apa di tinggal,tapi papa harus bawa makanan dan hadiah untuk Komoe nanti,saat papa udah kembali!"Ujar Komoe dengan tingkah lucu nya.
Mendengar penuturan Komoe membuat Mio dan juga Tomoe bungkam seketika.
"Hmmmm,papa akan berjanji apa saja yang papa lihat bagus untuk Komoe nanti bakal papa bawa pulang"ujar Roy sambil mengusap kepala Komoe.
"Dan Tomoe lanjut kan pelatihan Shi bersaudara itu aku percayakan mereka ke pada mu"kata Roy dengan menatap Komoe lekat.
"Huh,baiklah tuan"Dengan mengangguk lesu Komoe tetap mengindah kan permintaan Roy itu.
Dengan wajah memelas Mio dan Tomoe melihat kepergian Roy yang makin lama makin hilang itu di telan asap putih dengan tepian berwana kehijauan.
Mantan Desa bunga hijau...
Dengan langkah anggun Roy keluar dari kabut dengan baju berwana putih dengan corak keemasan dan rambut perak di ikat ke belakang itu, berkibar dengan indah nya di tubuh Roy.
"Hmmm,sekarang tujuan ku ke klan Tian itu,apa mereka sudah menyadari ya, apa yang terjadi di sini?"kata Roy.
Dengan memegang dagu nya sambil menatap daerah yang sudah menjadi tumpukan debu itu.
Tidak lama dengan mengaktif kan langkah angin Roy mulai berlari untuk mempersingkat waktu perjalanan nya menuju Kerajaan Pedang Merah itu.
"..."
Dua jam di perjalanan Roy yang sudah hampir setengah perjalanan itu seperti mendengar sesuatu tidak jauh dari depan nya sekarang.
__ADS_1
"Ting!Ting!"Ting!,suara benturan pedang yang menggema di dalam hutan sekitaran jalan yang di lalui oleh Roy.
Karna penasaran Roy mulai mendekati tempat dimana suara itu berasal dengan skil Kay Roy menyembunyikan hawa keberadaan nya.
[Ding,terdeteksi Monyet sembah level 80 memiliki pergerakan yang lincah dan kuku beracun di harap tuan berhati-hati]
Saat Roy sampai dia melihat 2 orang memakai zirah berwana putih sedang melindungi seorang perempuan di belankang mereka itu.
"Ting!"Ting!"Ting!"Suara benturan tangkisan pedang dari serangan yang di layangkan Monyet sembah.
"Putri cepat lari biar kami yang menahan Monyet sembah ini"kata kesatria itu memperingati perempuan yang di belakang nya agar segera menjauh itu.
"I-iya aku akan menjauh"ujar nya lalu berlari pergi secepat yang dia bisa.
Karna kehilangan konsentrasi nya kesatria itu terkena cakar nya monyet sembah lalu terbang beberapa meter.
"Bukhhh!"
"Ukhhh,aku lengah"kata nya yang melihat Monyet itu kembali ingin menyerang.
Teman nya yang berada tidak jauh itu, tidak tinggal diam saja dia juga mulai mengayun kan pedang nya melindungi temannya itu.
"Tinggggggg!"Suara tangkisan pedang dengan kuku monyet sembah.
"Kauuuu Monster sialan berani sekali melukai teman ku!"ujar nya lalu menyerang Monyet itu dengan membabi buta.
"Ting!Ting!Ting!.....
Tidak jauh dari mereka Roy yang melihat itu menggelengkan kepalanya pelan.
"Cara kalian mengayun kan pedang kacau sekali di tambah kuda-kuda kalian lemah juga"gumam nya pelan sambil memperhatikan pertarungan yang berat sebelah itu.
1 jam kemudian....
"Huh! huh! huh!,dia kuat sekali nampak nya kami akan berakhir disini"ujar ke dua orang itu yang sudah kehabisan mana dan juga tenaga.
Sambil menatap nanar monyet sembah yang sudah melayangkan kembali serangan nya ke arah mereka.
Saat beberapa meter lagi serangan itu sampai Tiba-tiba.
"Tinggggggggg!"
"..."
__ADS_1