Reinkarnasi Dengan System

Reinkarnasi Dengan System
BAB 49. LIN XIN


__ADS_3

"Ehh, siapa nama mu?"Ujar Mio sambil berjongkok.


"L-Lin Xin Nona"Ujar Lin Xin dengan gugup.


Mio yang mendengar nama anak itu sedikit kaget...


"Bukan nya itu nama klan kekaisairan ya?"Gumam nya dalam hati.


Dengan anggukan pelan...


"Nah... Ambil ini,Dan perkenalkan nama ku Ro Mio kau bisa memanggil ku kakak Mio"Ujar Mio lembut sambil menyodorkan permen tusuk yang di belinya tadi.


Dengan mengulurkan tangan nya Lin Xin mengambil nya lalu memakan nya dengan lahap.


Mio yang melihat tingkah Lin Xin hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.


"Jangan terburu-buru makan nya, ini Masih ada"Ujar Mio sambil menyodorkan kembali makanan yang ada di tangan nya itu.


"T-terima kasih banyak Nona,kamu baik sekali"Ujar Lin Xin dengan airmata.


Dengan anggukan pelan Mio membalas perkataan Lin Xin.


"Apa kau memiliki keluarga?"Tanya Mio yang dilanda penasaran Dari tadi.


"I-itu,aku hanya hidup sebatang Kara saja"Ujar nya dengan menunduk.


"Huh,bagaimana kau ikuti saja kakak, nanti Tuan kakak akan datang, siapa tau dia mau membawa mu"Ujar Mio menatap lekat Lin Xin itu.


Dengan melirik sedikit ke Mio...


"A-apa yang kakak katakan benar?"Ujar nya dengan penasaran Dan di angguki singkat oleh Mio.


"HemHem aku mau sekali!"Ujar Lin Xin dengan antusias.


Setelah itu Mio menggandeng tangan Lin Xin lalu di bawa nya ke toko Baju sekitar,sesudah itu Mio mulai melangkah ke penginapan.


***


Roy yang Masih terbang dengan Tomoe yang berada di pelukan nya mulai memperlambat laju nya, Karna di depan nya sudah terlihat kekaisairan itu berada.


Mungkin kalau orang mendengar Roy sudah sampai secepat itu mungkin mereka akan membantah,Karna perjalanan Dari kerajaan pedang merah menuju kekaisairan biasanya di tempuh dengan waktu 5 hari-7 hari,tapi kalau Roy mungkin diluar hitungan itu.


"Swussssss!"Swussssss!"


"Dubbbbb!"


"Ha ternyata tidak lama kalau kita terbang begini!"


"Eh kenapa rasanya kenyal sekali?"Kata Roy.


"Bluing!"Bluing!" Telapak tangan Roy seperti memainkan sesuatu.


Dengan melirik ke bawah sedikit....


"Ughhh maafkan aku"Ujar Roy lalu melangkah mundur,Karna Roy tidak sengaja memegang gunung kembarnya Tomoe itu.

__ADS_1


"T-tidak apa-apa kok T-tuan"Ujar Tomoe dengan gugup Dan pipi bersumu merah.


"D-dari perjalanan pertama tadi kok tuan pegang"Ujar Tomoe,Karna Dari tadi dia berusaha untuk melepaskanya tapi semakin dia bergerak semakin kuat pula Roy mencekram nya,Terpaksa saja Tomoe pasrah saja.


"U-uh baiklah, kita lanjut Kan saja perjalanan nya"Ujar Roy dengan canggung lalu mulai melangkah duluan itu.


Dengan langkah anggun nya Roy mulai melihat banyak nya orang yang mengantri di pintu masuk kekaisairan itu,tapi tidak membuat Roy terkagum Karna menurut nya standar bangunan di sini Masih kalah jauh berbeda dengan kerajaan pedang merah.


15 Menit menunggu...


"Tanda pengenal mu!"Ujar prajurit yang berjaga itu.


Dengan mengulurkan tangan nya Roy mengeluarkan Token kerajaan pedang merah...


"Apa kau Dari kerajaan pedang merah?"kata Prajurit itu dengan nada tidak suka.


"Ya kami berdua Dari kerajaan pedang merah"Ujar Roy dengan wajah datar nya.


Tomoe yang berada di sebelah Roy, lansung marah dengan tangan yang sudah siap di gagang katana nya itu.


"Tukkkk!"Dengan Cepat Roy menahan kata Tomoe lalu menggeleng pelan.


"Karna kau Dari sana! harus membayar 100 koin emas dulu Dan kalian berdua berarti harus 200 koin emas"Ujar Prajurit itu sambil menyodorkan tangan nya.


"Baiklah"Lalu Roy mengulurkan tangannya ke dalam jubah mengambil 1 kantong koin berisikan 200 koin emas itu.


Setelah prajurit itu mengambil kantong berisikan emas itu dengan seringaian nya.


"Swussss!"Dubbbb!"


"Ambil itu lalu masuk lah"Ujar nya dengan seringaian di wajah nya.


"KAUUUUUUUUUUU!"Ujar Tomoe dengan geram Dan sekali lagi di tahan oleh Roy.


Dengan gelengan pelan Roy mengambil Token itu kembali lalu menggandeng tangan Tomoe memasuki kekaisairan itu.


Prajurit yang melihat Tomoe dengan wajah cantik Dan tubuh seperti gitar spanyol itu mulai meneteskan air liurnya.


"Heii tunggu sebentar!"ujar nya lalu mendekat kembali di mana Roy berada.


"Kau bisa masuk! asal gadis itu kau tinggalkan di sini"Ujar nya dengan tangan di lipat.


Roy yang mendengar itu memasang seringai tipis di wajah nya.


"Tomoe, kelihatan nya kau dapat mainan baru"Gumam Roy lewat telepati.


"Baiklah,Tomoe sesudah selesai kau kembali ke penginapan"Ujar Roy dengan senyum tipis nya.


Tomoe yang mendengar itu merasa sedikit kesal...


"Huh,baiklah nanti aku menyusul tuan"ujar Tomoe.


Lalu Roy mulai melangkah lagi meninggalkan Tomoe Begitu saja.


***

__ADS_1


Di perjalanan Roy selalu di perhatiakan oleh orang-orang Karna wajah nya yang tampan itu tapi dia tidak menghiraukan nya sama sekali.


"Mio, penginapan mana yang kau tempati?"Tanya Roy lewat telepati.


Mio yang sedang berbicara dengan Lin Xin lansung menjawab.


"Penginapan Jiun Fu Tuan, di sebelah selatan kalau Dari luar pintu masuk kekaisairan!"Ujar nya.


Dengan anggukan pelan Roy mencari keberadaan dimana penginapan itu berada.


Setelah sampai, Roy melihat Tulisan penginapan itu,lansung saja masuk ke sana.


"Kring!"Kring!"Suara lonceng yang berada di atas pintu.


"Aku ingin menyewa kamar!"Ujar Roy yang sudah berada di depan kasir itu.


"Maaf Tuan, kamar biasa kami sudah penuh, barusan saja di sewa oleh seorang gadis dengan adik nya"Ujar wanita itu dengan ramah.


"Tapi kami Masih mempunnyai kamar Vip dengan pelayan khusus tapi harganya 10 koin emas permalam"Ujar nya lagi yang menawarkan itu.


Dengan anggukan pelan Roy mengambil 55 Koin emas Dari jubah nya.


"Aku ingin menyewa 5 hari"Ujar Roy ringan.


"Sebentar Tuan aku hitung dulu"Ujar nya.


Setelah dia menghitung ternyata berlebih 5 koin.


"Tuan ini lebih nya"Ujar kasir itu menyodorkan kembali koin yang berlebih.


Dengan gelengan pelan...


"Tidak anggap saja itu tip dari ku, Karna pelayanan kalian sedikit memuaskan ku"Ujar Roy dengan senyum manis nya.


"Terimakasih tuan"Ujar nya dengan tulus, lalu mengambil kunci kamar Vip, lalu menyodorkan ke tangan Roy.


"Kamarnya berada di lantai tiga nomor 2"Ujar nya.


Dengan anggukan pelan Roy mulai menaiki tangga menuju di mana kamar nya berada.


***


"Mio, kau bisa ke lantai tiga,kamar nomor 2, aku berada di sini"Ujar Roy yang sedang duduk di atas kasurnya itu.


Mio yang mendengar itu lansung saja berdiri lalu melangkah keluar kamar nya yang berada di lantai satu, lalu melangkah ke tangga di mana Roy berada sekarang dengan Lin Xin di gandengan tangan nya.


"Tok!"Tok!"Tok!"


"Aku datang tuan"Ujar Mio lalu masuk kekamarnya Roy.


Roy yang melihat ada seorang anak kecil di gandengan Mio itu lansung mengerutkan kening nya.


"Siapa dia?"Tanya Roy.


Dengan anggukan pelan Mio mulai menceritakan kejadian saat dia bertemu dengan Lin Xin tadi.

__ADS_1


"..."


__ADS_2