
Pov Tomoe...
Setelah aku di tinggal oleh tuan, prajurit itu semakin menjadi-jadi menggoda ku membuat ku jijik saja melihat nya, tapi Karna ini di tempat keramaian aku hanya bisa diam saja tanpa menjawab semua pertanyaan manusia ini.
"Sayang kau puaskan aku nanti di ranjang ya!"Ujar nya dengan nada yang menggoda lalu mencoel sedikit dagu Tomoe.
Tomoe yang mendapatkan perlakuan seperti itu, Masih menahan amarah nya.
"Hisssss! sabar, kalau bukan Karna tuan, sudah kuratakan tempat ini"Gumam Tomoe dalam hati sambil menjaga jarak Dari pria mesum di depan nya ini.
Setelah beberapa menit aku pun melihat prajurit itu mulai mengganti jam kerja dengan temannya lalu dia mendekat ke hadapan ku kembali.
"Ayo sayang kita berangkat sekarang"Ujar nya lalu ingin menggandeng tangan Tomoe tapi dengan Cepat di tepis nya.
"Kau bisa jalan duluan!"Ujar Tomoe dengan wajah dingin nya.
"Wah kau kalau lagi berwajah datar seperti itu makin membuat nafsu ku naik saja"Ujar nya lalu melangkah duluan itu di ikuti oleh Tomoe Dari belakang.
Dengan langkah yang sedikit tergesa-gesa dia menuntun Tomoe ke penginapan yang berada di mana Roy Dan Mio menginap sekarang tanpa dia sadari.
"Kring!"Kring!"Suara lonceng pintu penginapan.
Lalu dia lansung melangkah ke meja kasir itu.
"Aku ingin memesan kamar Cepat!"Ujar nya dengan membentak.
"I-itu tuan semua kamar sudah penuh, yang tinggal hanya Ruang Vip 3 saja"Ujar Sang kasir dengan Kegugupan.
"Memang nya aku ada menanya?, Ruangan yang mana ingin aku tempati?"Ujar nya dengan jari di bawah dagu kasir itu.
"B-baiklah Tuan, harga satu malam nya 10 koin emas"Ujar nya lagi dengan keringat dingin.
Tomoe yang melihat itu semua, makin membuat tangan nya gatal-gatal saja, Karna tidak sabar menikam pria di depan nya itu.
"Kau minta bayaran padaku?,Kau tau aku anggota *BATU GINJAL* apa kau Masih berani meminta bayaran kepada ku?"Ujar nya dengan memperlihatkan Token ke anggotaan nya.
Token dengan bentuk persegi 6 itu, berwarna hitam, dengan ukiran badak di tengah nya,besar 4 inci, itu.
Kasir yang melihat token itu lansung bergidik ngeri, siapa yang tidak tau dengan organisasi kejam, yang merajalela di kekaisairan sudah 5 tahun ini, dengan Cepat.
"B-baik tuan, ini kunci kamar nya semoga a-anda betah"Ujar nya dengan menyodorkan satu kunci dengan gemetaran.
"Lama sekali!"Ujar nya dengan kasar mengambil kunci itu lalu menoleh ke arah Tomoe.
"Ayo sayang kita bisa bersenang-senang sekarang tapi, senjata di tangan mu itu berikan dulu kepada ku!"Ujar nya sambil menunjuk katana Tomoe.
__ADS_1
Dengan emosi yang sudah meluap-luap Tomoe melempar katananya itu.
Setelah senjata Tomoe berada di tangan nya dengan seringai di wajah nya mulai menuntun jalan Tomoe menuju lantai 3 itu.
"Heh, kau fikir dengan senjata ku di tangan mu, bisa menghentikan ku untuk membunuh mu?"Gumam Tomoe dalam hati dengan senyum kecil nya.
***
Setelah Mio menceritakan semua nya tentang Lin Xin, Roy menggaguk Dengan tangan di dagu nya.
"Apa kau tidak mengingat sama sekali di mana kau pernah tinggal?"Tanya Roy ke Lin Xin tapi hanya di balas gelengan kecil dengan menunduk.
Dengan menghela nafas...
"Mungkin permasalahan di sini akan lama selesai nya"Gumam Roy.
Tidak lama...
"Tuk!"Tuk!"Tuk!" Suara hentakan kaki yang berasal Dari luar kamar Roy menuju ke kamar sebelahnya.
"Tuan, bukan nya ini aura kak Tomoe?"Gumam Mio sambil fokus merasakan keberadaan mana itu.
"Ternyata dia membawanya kesini juga he,he,he"Kata Roy dengan senyum tipis nya.
Yang di balas kebingungan Mio oleh perkataan Roy itu, lalu dengan sabar Roy menceritakan kejadian sebelum nya.
"Biar aku saja yang membunuh nya!, berani sekali dia menggoda kakak ku"Ujar Mio dengan kepala yang mulai berasap Dan tubuh yang di selimuti mana berwarna ungu gelap.
"Swussss!"Keluarnya mana yang menimbul Kan hentakan angin di sekitarnya.
Lin Xin yang melihat Mio marah mulai melangkahkan Kaki nya mundur ke belakang.
Dengan gelengan pelan...
"Huh,Mio! kau sudah menakuti Lin Xin itu" Kata Roy sambil menunjuk di mana keberadaan Lin Xin.
Mendengar menuturan tuan nya dengan Cepat Mio menstabilkan kan kembali emosi nya. Lalu mendekat ke arah Lin Xin.
"Tidak apa-apa, kakak tadi hanya sedikit marah"Ujar Mio dengan lembut lalu mengusap kepalanya pelan.
Dengan anggukan pelan...
"Mio, kelihatan nya Tomoe sudah selesai" kata Roy lalu melangkah keluar di ikuti oleh Mio saja Karna Lin Xin Mio suruh mandi.
***
__ADS_1
"Tomoe kau Jagan membunuh nya duluan, korek dulu isi kepalanya, siapa tau kita mendapat informasi di ingatan nya" Suara Roy bergema di kepalanya Tomoe.
"Huh, padahal aku ingin sekali mencincang nya!"Gumam Tomoe dalam hati.
"Ckretttt!"
"Ayo sayang masuk"Ujar nya dengan air liur yang menetes.
Saat baru masuk ke dalam.
"Bukkkkkkkkk!"Tomoe lansung memukul leher sebelah kanan nya Dan dia lansung saja pingsan di tempat.
Lalu Tomoe mulai menyeret nya ke dalam Dan di baringkan di lantai begitu saja.
Dengan mengulurkan tangan nya ke kening pria itu Tomoe mulai mengalirkan mana nya tidak lama banyak nya kabut putih keluar Dari kepala pria itu dengan berbagai gambar kejadian yang pernah dia lakukan.
Tidak lama...
"Aku datang!"Ujar Roy lalu membuka pintu,lansung masuk saja berdua dengan Mio.
Setelah sampai di mana Tomoe sekarang, dia seperti menahan emosi yang dimana, mana berwarna hijau muda meluap Dari tubuh nya sambil melihat kabut putih di depan nya itu.
Dengan gelengan pelan...
"Ternyata Organisasi itu sudah meraja lela!"Gumam Roy yang juga ikutan emosi tapi dengan Cepat Roy stabilkan Karna bisa berbahaya.
Saat dia melihat berbagai adegan, mulai Dari pemerasan, pemerkosaan, Dan pembunuhan yang secara kejam, terpampang di ingatan pria yang terbaring itu.
"Tuan bagai mana aku Dan kakak saja yang melenyap Kan mereka"Ujar Mio dengan wajah datar nya.
"Benar tuan, biarkan kami menemui semua baji**** ini!"Ujar Tomoe sambil menatap Roy dengan mata merah.
Roy yang melihat bawahan nya, hanya bisa menghela nafas...
"Baiklah kalian aku perbolehkan ke sana"
"Asalkan kekuatan kalian tidak berdampak ke kota ini Dan kekaisairan matahari"Kata Roy dengan wajah seriusnya.
"Ya tuan, kami akan ingat itu"
Dengan anggukan pelan oleh mereka berdua.
"Kami berangkat dulu tuan"Ujar Mio Dan Tomoe lalu melangkah keluar Itu.
Roy yang melihat mereka makin lama makin menjauh itu.
__ADS_1
"Entah apa yang akan terjadi!"Gumam Roy sambil membakar pria tadi lansung menjadi debu lalu melangkah dimana kamarnya tadi.
"..."