
Setelah 4 jam mereka berjalan kaki mulai nampak lah seperti tembok pertahanan yang luas mencakup seluruh area kerajaan pedang merah,Roy yang melihat itu sedikit kagum karna dari kejauhan Roy bisa melihat banyak pengunjung yang berbaris di pintu gerbang masuk kerajaan karna ingin memasuki kota itu Tapi sebelum Roy menampakkan kaki nya.
"Deg!"
"Perasaan apa ini?,kenapa hati ku terasa seperti sakit saja"gumam Roy dalam hati entah kenapa tiba-tiba perasaan nya terasa sedikit goyah tanpa Roy sadari dia memotong antrian karna melamun.
"Oi,anak muda kenapa kau memotong antrian!"Teriak seorang pengunjung yang melihat Roy melamun itu sambil berjalan terus maju.
Roy yang di tegur langsung sadar.
"Ah,maaf aku melamun tadi"kata Roy lalu berbalik kebelakang,tapi sebelum dia mengantri.
"Roy kenapa kamu berbalik?,terus saja biar aku yang tangani masalah memasuki kota"kata Xiao Lin yang lansung memegang tangan sebelah kiri Roy itu.
"Ukhhhh,maaf aku tidak melihat mu"ujar nya lalu melepaskan pegangan tangan Xiao Lin.
"hisssssss,kenapa di lepas sih"gumam Xiao Lin dalam hati.
Karna Roy di tuntun jalan nya oleh Xiao Lin tidak ada lagi yang berani menegurnya karna mereka tau perempuan yang yang berada di depan Roy itu putri kerajaan pedang merah.
Prajurit yang melihat kedatangan tuan putri mereka lansung menunduk lalu lansung membukakan pintu masuk menuju kota itu.
"Salam putri Xiao Lin"Hormat mereka.
Yang di balas anggukan singkat oleh Xiao Lin.
Saat giliran Roy yang melangkah.
"Stop disana!,beri tanda pengenal mu du-"Ucapan prajurit penjaga itu terputus.
"Dia tamu ku jangan pernah kalian menghambat jalan nya"Tegur Xiao Lin dari arah belakang parajurit itu.
"Baik Putri"Ujar mereka lansung membukakan pintu untuk Roy itu.
"Terima kasih banyak"kata Roy yang sudah melangkah kembali di samping Xiao Lin dan di balas anggukan pelan saja.
__ADS_1
Saat Roy sudah memasuki kedalam kota,tampak lah ramai nya pengunjung maupun penghuni kota sedang berlalu lalang itu melakukan aktivitas mereka masing-masing,ada yang lagi berbelanja,ada yang hanya rekreasi,dan lain sebagai nya,tapi Roy tidak sengaja melihat seseorang dengan pakaian khas akademi pedang merah sedang berada di sana juga.
"Hmmm,apa dia sudah menyadari nya ya xixixi"gumam Roy dalam hati saat mengingat kejadian waktu dia menghilangkan desa bunga hijau dari peta itu.
"Apa kamu tau dimana penginapan di sini?"tanya Roy sambil menatap Xiao Lin yang sedang menyembunyikan wajah nya itu.
"Itu, apa sebaiknya kamu menginap di rumah ku saja,dari pada menyewa penginapan?"Ujar Xiao Lin sambil menatap Roy kembali.
"Apa itu tidak merepotkan mu?"Tanya Roy yang dibalas gelengan pelan dari Xiao Lin saja.
"Baiklah"ujar Roy.
Mungkin dengan mengikuti Xiao Lin bisa mendapatkan informasi lebih pikir Roy.
Tidak lama mereka jalan Xiao Lin menuntun jalan Roy menuju istana kerajaan,Roy yang melihat itu hanya diam saja karna dari awal dia memang sudah merencanakan ini.
Saat mereka sampai di depan gerbang kerajaan sama kejadian nya di depan pintu masuk tadi Xiao Lin di sapa ramah oleh penjaga pintu lalu membuka kan nya saat giliran Roy masuk dia di tahan juga tapi dengan cepat Xiao Lin menegur penjaga itu karna Roy adalah tamu nya.
Kerajaan yang memiliki 4 pilar di setiap sisi kerajaan itu berwana putih dengan atap runcing berwana merah dan bendera putih-merah dengan gambar pedang di tengahnya khas dari kerajaan pedang merah dengan luas 10×20 km di setiap sisi kerajaan dengan tembok pertahan yang mengelilingi area kerajaan itu.
"..."
Saat memasuki aula Yang luas ada banyak Ruangan yang Roy lewati semua gaya pajangan maupun ukiran kerajaan memiliki kesan yang klasik dengan warna Putih bercampur merah di setiap dinding bangunan itu dengan karpet merah yang terjulur panjang di setiap ruangan nya.
"Apa kamu mau lansung istirahat Roy?,kalau iya ini ruangan yang akan kamu tempati"kata Xiao Lin yang sudah berada di depan sebuah kamar itu.
"Tidak, aku ingin melihat ke adaan ayah mu dulu ada yang ingin aku pastikan"Tolak Roy karna dari tadi ada yang menggangu pikiran nya terus sebelum memasuki daerah kerajaan ini.
"Baiklah tapi aku harap kamu tidak lari saat melihat keadaan ayah ku nanti"Ujar Xiao Lin dengan wajah yang lesu.
"Tenang saja aku tak pernah mengingkari ucapan ku yang tadi"jawab Roy dengan mantap.
Xiao Lin menuntun kembali jalan Roy tapi jalan yang di lalui nya sekarang berlawanan arah karna mereka sekarang berada di Kamar tamu.
5 menit Berjalan sampai lah mereka di sebuah pintu dengan besar 5m×5m dengan warna coklat,tidak jauh dari sana ada seorang yang mulai mendekati mereka juga.
__ADS_1
Dengan mahkota kecil di kepala,mirip sekali dengan Xiao Lin,memiliki tinggi 165cm,dengan gaun khas kerajaannya,perempuan itu mulai mendekat.
"Lin'er siapa yang kamu bawa itu"tanya nya saat melihat seorang pria yang berada di sebelahnya.
dengan membalikan badan.
"Salam Ibu,dia Roy kenalan ku saat di jalan tadi,kami tidak sengaja bertemu"
"Kata Roy dia bisa mengobati Ayah Handa Bu mangkanya aku bawa kemari"Ujar nya Sambil menatap lekat ibunya yang seperti memperhatikan Roy dari ujung kaki sampai kepala itu.
"Apakah itu benar?"kata permaisuri sambil menatap pria di depan nya.
"Ya aku akan mengusahakan nya"jawab Roy dengan wajah datar nya.
Dengan helaan nafas.
"Baiklah,kalau memang benar adanya aku sangat senang sekali apa Lin'er sudah menceritakan keadaan ayah nya"tanya permaisuri yang di anguki pelan oleh Roy itu.
Meski Roy masih muda Permaisuri tetap harus mempercayai perkataan nya karna tidak ada cara lain lagi untuk mengobati suami nya itu sudah beribu cara mereka lakukan namun nihil hasil nya sama saja.
Dengan langkah pelan permaisuri membuka pintu kamar itu.
"Ckrettt"Saat pintu di buka bau busuk bercampur dengan bau obat-obatan langsung menguap keluar.
Lalu tampak lah seorang Pria Paruh baya yang kulitnya sudah putih pucat,kurus tak berdaging,dan banyak nya luka-luka yang seperti mebusuk di mana-mana sedang terbaring seperti orang yang mau mati,tapi Roy masih bisa merasakan deru nafas nya.
"Maaf kalau ke adaan suami ku seperti ini"Kata permaisuri dengan lesu dan Xiao Lin yang sudah menangis di sebelahnya karna melihat keadaan ayah nya itu.
"Tidak apa-apa,aku tidak mepermasalah kan nya sama sekali"ujar Roy lalu melangkah mendekati itu.
"Aktif kan mata dewa"gumam Roy dalam hati.
Lalu tiba-tiba.....
"..."
__ADS_1