
Di luar desa bunga hijau...
"Kabummmmmmmm!"suara yang berasal Dari desa mereka membuat mereka semua berkeringat dingin.
"A_apa yang terjadi kenapa ledakan nya sekuat itu"Shi Mo menatap nanar di mana desa mereka hancur setengah itu termasuk rumah nya juga terkena dampak Dari ledakan itu.
"A_ayah Rumah kita hancur"ujar Shi Ani Dan Shi Gen bersamaan.
Banyak warga desa yang rumah nya hancur menangis Karna tidak memiliki tempat tinggal untuk mereka huni lagi,sambil menatap nanar daerah yang seperti terjadi bencana alam itu.
"..."
Tidak lama Dari dalam desa mereka,keluar seseorang dengan jubah hitam,rambut perak mengkilat lagi menatap mereka juga dengan langkah yang Kian mendekati mereka itu.
"B_bukan nya itu Roy ya Shi Ani"tanya Shi Gen.
"I_iya tidak salah lagi dia Roy tapi kenapa dia tinggi sekali"Ujar Shi Ani sambil menga-nga tidak percaya.
Roy yang Kian mendekati ke arah kerumanan di luar desa itu mulai menampakkan kaki nya semakin mendekat,saat sampai di depan semua orang yang sedang menatap nya juga membuat Roy sedikit gugup.
"I_itu maafkan aku Karna menghancurkan rumah yang terkena dampak sihir yang aku keluarkan"sambil menunduk Roy meminta maaf Karna merasa bersalah.
"B_bukan nya kau Roy tapi bagaimana bisa,bukanya kau kemaren tidak memiliki mana ataupun elemen sama sekali saat pengetesan bakat?"Ujar salah satu anak yang pernah ikut tes pemilihan murit dulu.
Saat anak itu berbicara semua warga mulai mengingat siapa orang yang berada di depan mereka anak yang di asuh oleh seorang nenek desa mereka yang sering di kucilkan dan mereka hina Karna di anggap sampah itu.
"B_benar dia Roy! apakah dia akan membalas dendam Karna apa yang di perbuat oleh warga desa dulu kepadanya"gumam salah satu orang yang ketakutan,takut-takut nanti Roy mengingat waktu dia kucilkan dulu.
"..."
__ADS_1
Tidak ada yang berani membuka suara sama sekali setelah mereka tau kalau orang yang berada di depan mereka adalah Roy anak yang mereka anggap sampah,dan tiba-tiba sekarang menghancurkan separo perumahan desa bunga hijau Karna melawan kepala desa mereka yang berubah menjadi Iblis.
Karna tidak ada yang membuka suara Roy menghela nafas panjang lalu memasang ekspresi serius.
"Baiklah masalah Rumah yang hancur Karna ulah ku,aku akan bertanggung jawab dengan satu syarat kalian harus mengikuti ku dengan senang hati tidak merasa terpaksa"ujar Roy sambil menatap kerumunan itu yang kebingungan.
"Aku akan membawa kalian ke tanah yang lebih subur Dari ini Dan kualitas udara disana juga bagus,ditambah bahan pangan disana melimpah,kalau kalian setuju keamanan kalian akan terjamin di bawah nawungan ku"kata Roy sambil berekspresi datar.
Warga yang mendengar perkataan Roy itu,seperti omong kosong belaka tidak mempercayai nya sama sekali tapi ada juga orang yang mempercayai perkataan Roy walau itu hanya bisa di hitung dengan jari saja.
"Hahaha omong kosong apa yang kau bicarakan Roy?,bilang saja kau ingin memperbudak kami supaya kau dengan bebas membalaskan dendam mu yang dahulu"ujar salah satu warga itu.
"Ya aku setuju dengan perkataan nya apa kau ingin memperbudak kami supaya kau bisa membuat kami seperti yang kau alami dahulu?"sambung teman nya yang di sebelah.
Roy yang sudah mengetahui apa tanggapan yang akan mereka berikan itu terkekeh pelan.
Dengan menjulurkan tangan nya di kehampaan Roy mengambil hasil panen buah-buahan Dan sayuran dalam keranjang di dalam penyimpanan system nya lalu melemparkan di depan mereka.
Mereka yang melihat buah-buahan Dan sayuran yang Terasa asing di mata mereka itu mulai mendekat di mana Roy melemparkan nya tadi,lalu ada salah satu seorang anak mengambil yang Roy sebut buah dengan lirikan sekilas ke belakang anak itu mulai menggit nya.
"Huwahhhhh,manis Dan segar sekali rasa nya"kata anak itu terus memakan buah apel yang di tangan nya itu.
Mendengar ucapan seorang anak itu para warga mulai mengambil satu-satu juga,terus mencobanya juga.
"Hmmm benar ini manis Dan segar sekali,apa yang Roy katakan tadi bukan lah omong kosong mungkin ada benar nya"kata seorang warga Dan di angguki oleh teman nya juga.
Roy yang melihat itu tersenyum tipis.
"Ternyata ampuh juga xixixixi"gumam Roy dalam hati.
__ADS_1
"Baiklah bagi yang percaya terhadap ku bisa maju bagi yang tidak ingin mengikutiku bisa kembali pulang ke rumah masing-masing"kata Roy dengan menatap mereka serius.
Mendengar ucapan Roy mereka mulai menatap satu sama Lain lalu menggangguk.
"Aku ingin mengikuti mu, tapi apa yang kau syarat Kan Dari awal tadi harus kau tepati"ucap Shi Mo mewakili semua orang yang setuju ikut ke Dunia yang Roy kata Kan tadi.
"Aku bukan lah orang yang suka mengingkari janji ku pegang saja kata-kata ku itu"ujar Roy dengan senyum tipis.
Tidak lama warga yang mempercayai perkataan Roy mulai melangkah mendekati Roy,ada sekitar 500 orang yang yakin mengikuti Roy itu Dan sisa 50 orang saja yang tinggal di desa bunga hijau Karna tidak mempercayai ucapan Roy.
"Baiklah aku sudah menghubungi bawahan ku di sana saat kalian sudah sampai jangan membuat kekacauan atau konsekuensi nya tanggung sendiri"kata Roy lalu mengulurkan tangan nya di kehampaan.
Tiba-tiba kabut putih dengan tepian bewarna hijau itu menutupi semua warga.
Setelah kabut hilang warga yang semula berkumpul menghilang bagai di telan bumi.
setelah semua nya selesai Roy pindahkan ke Dunia ilusi dengan senyum menyungging.
"Jangan senang dulu kalian yang tidak mau ikut itu aku sudah tau kalian yang tinggal adalah antek-antek nya Tian Ming,aku bukan lah orang baik Dan aku juga bukan lah orang jahat"gumam Roy lalu mengulurkan tangannya di kehampaan.
Cahaya berwarna merah terang menyala Dari telapak tangan Roy lalu mengarah ke desa bunga hijau dengan kecepatan kilat.
"Kabummmmmmmmm!"Sihir yang Roy keluarkan membakar semua pemukiman Dan orang-orang yang di sebut nya antek-antek Tian Ming langsung menjadi debu semua.
"Hah,Baiklah Karna disini sudah selesai lebih baik aku mengatur penghuni Baru itu dulu"Gumam Roy lalu masuk ke dunia ilusi.
Bukan nya Roy tidak berbelas kasihan dengan cara dia memindah Kan penduduk ke Dunia ilusi itu lah bentuk Dari balasannya terhadap penduduk desa bunga hijau itu,Dan alasan kenapa Roy menghancurkan desa bunga hijau sampai menjadi debu itu,dia tidak ingin masalah yang sekarang semakin berakar banyak,kalau dapat di hindari kenapa tidak Pikir Roy.
Dan semenjak hari itu kehancuran desa bunga hijau menjadi misteri.
__ADS_1
"..."